Armudji: Kader PDIP Harus Turun ke Bawah Buktikan Kepedulian, Bukan Cuma Pamer di Media Sosial

METROTODAY, SURABAYA – Kader PDI Perjuangan Surabaya diingatkan untuk tidak sekadar tampil di media sosial atau menjalankan kegiatan seremonial semata. Kader diminta membuktikan keberpihakan kepada rakyat melalui tindakan nyata di tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Ketua DPC PDIP Surabaya yang juga Wakil Wali Kota Surabaya, Armudji atau akrab disapa Cak Ji, saat membuka Musyawarah Ranting (Musran) PDIP Surabaya Daerah Pemilihan 3 di Hotel Narita.

Cak Ji menegaskan, kader harus menjadi garda terdepan dalam merespons setiap persoalan yang dihadapi warga. Mendengarkan keluhan, melihat langsung kondisi di lapangan, dan membantu mencari solusi adalah hal yang paling utama.

“Turun ke bawah, kita mendengar, kita melihat, kita membantu. Itulah yang diharapkan oleh Ibu Ketua Umum,” ujar Cak Ji, Senin (12/10).

Ia juga mengingatkan bahwa perilaku setiap kader adalah cermin bagi partai. Masyarakat menilai partai dari bagaimana kadernya bersikap dan bertindak.

Satu kesalahan kecil yang dilakukan kader, nama besar PDI Perjuangan yang akan dipertaruhkan.

“Kalau kita berbuat baik, tanggapan pasti baik. Kalau kita berbuat tidak baik, maka akan menjadi cemoohan bagi masyarakat Kota Surabaya. Salah sedikit, yang menjadi taruhan adalah PDI Perjuangan,” tegasnya.

Soal pemanfaatan media sosial, Cak Ji mendukung kader untuk aktif membagikan informasi melalui kanal digital.

Namun demikian, media sosial hanya sebagai sarana pendukung bukan pengganti kehadiran langsung di tengah masyarakat. Publikasi yang dibagikan harus benar-benar berasal dari kegiatan yang sudah dilaksanakan.

Pesan senada disampaikan Wakil Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Yordan M. Bataragoa. Menurutnya, kedekatan fisik dengan masyarakat tetap menjadi kunci utama kemenangan.

“Pada intinya, kalau mau menang, kita harus turun ke bawah, harus mendekati masyarakat,” ujar Yordan.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Surabaya yang juga Ketua DPRD Surabaya, Saifuddin Zuhri atau Ipuk, menekankan pentingnya kaderisasi yang tumbuh dari akar paling bawah.

Musyawarah ranting adalah awal perjuangan yang membentuk karakter kader agar tetap militan dan tidak melupakan asal-usul perjuangannya.

“Musyawarah ranting selalu menjadi awal perjuangan para kader dalam berproses. Dari ranting hingga ke cabang, bahkan paling tinggi sampai ke pusat. Itulah namanya proses,” tegas Kaji Ipuk.

Forum Musran Dapil 3 ini juga dihadiri Bendahara DPC PDIP Surabaya, Agatha Retnosari. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah konsolidasi untuk memperkuat struktur dan jaringan komunikasi antarpengurus di tingkat paling dasar. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Kader PDI Perjuangan Surabaya diingatkan untuk tidak sekadar tampil di media sosial atau menjalankan kegiatan seremonial semata. Kader diminta membuktikan keberpihakan kepada rakyat melalui tindakan nyata di tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Ketua DPC PDIP Surabaya yang juga Wakil Wali Kota Surabaya, Armudji atau akrab disapa Cak Ji, saat membuka Musyawarah Ranting (Musran) PDIP Surabaya Daerah Pemilihan 3 di Hotel Narita.

Cak Ji menegaskan, kader harus menjadi garda terdepan dalam merespons setiap persoalan yang dihadapi warga. Mendengarkan keluhan, melihat langsung kondisi di lapangan, dan membantu mencari solusi adalah hal yang paling utama.

“Turun ke bawah, kita mendengar, kita melihat, kita membantu. Itulah yang diharapkan oleh Ibu Ketua Umum,” ujar Cak Ji, Senin (12/10).

Ia juga mengingatkan bahwa perilaku setiap kader adalah cermin bagi partai. Masyarakat menilai partai dari bagaimana kadernya bersikap dan bertindak.

Satu kesalahan kecil yang dilakukan kader, nama besar PDI Perjuangan yang akan dipertaruhkan.

“Kalau kita berbuat baik, tanggapan pasti baik. Kalau kita berbuat tidak baik, maka akan menjadi cemoohan bagi masyarakat Kota Surabaya. Salah sedikit, yang menjadi taruhan adalah PDI Perjuangan,” tegasnya.

Soal pemanfaatan media sosial, Cak Ji mendukung kader untuk aktif membagikan informasi melalui kanal digital.

Namun demikian, media sosial hanya sebagai sarana pendukung bukan pengganti kehadiran langsung di tengah masyarakat. Publikasi yang dibagikan harus benar-benar berasal dari kegiatan yang sudah dilaksanakan.

Pesan senada disampaikan Wakil Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Yordan M. Bataragoa. Menurutnya, kedekatan fisik dengan masyarakat tetap menjadi kunci utama kemenangan.

“Pada intinya, kalau mau menang, kita harus turun ke bawah, harus mendekati masyarakat,” ujar Yordan.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Surabaya yang juga Ketua DPRD Surabaya, Saifuddin Zuhri atau Ipuk, menekankan pentingnya kaderisasi yang tumbuh dari akar paling bawah.

Musyawarah ranting adalah awal perjuangan yang membentuk karakter kader agar tetap militan dan tidak melupakan asal-usul perjuangannya.

“Musyawarah ranting selalu menjadi awal perjuangan para kader dalam berproses. Dari ranting hingga ke cabang, bahkan paling tinggi sampai ke pusat. Itulah namanya proses,” tegas Kaji Ipuk.

Forum Musran Dapil 3 ini juga dihadiri Bendahara DPC PDIP Surabaya, Agatha Retnosari. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah konsolidasi untuk memperkuat struktur dan jaringan komunikasi antarpengurus di tingkat paling dasar. (ahm)

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait