Viral Diduga Halangi Ambulans Jenazah, Satpol PP Bulak Ternyata Hanya Ingatkan Spion yang Tertutup

METROTODAY, SURABAYA – Seorang anggota Satpol PP Kecamatan Bulak yang sempat viral karena diduga menghalangi mobil ambulans pengangkut jenazah ke Sampang, Madura, ternyata hanya salah paham.

Satpol PP itu bermaksud mengingatkan spion kendaraan darurat pengangkut jenazah itu yang masih tertutup. Namun, sang sopir salam paham sehingga sempat terjadi keributan.

Beruntung, kini kesalahpahaman akibat suara sirene yang keras itu telah diselesaikan secara damai.

Kejadian tersebut terjadi Selasa (22/9) sekitar pukul 19.05 WIB. Mobil ambulans membawa jenazah dari RS SMS Surabaya menuju Sampang, Madura.

Di kawasan Putro Agung, anggota Satpol PP tersebut berusaha menghentikan ambulans.

Tapi karena kesalahpahaman, membuat sopir ambulans tersebut memvideokan aksi sang Satpol PP dan share ke medsos hingga viral di jagat dunia maya dan memicu komentar negatif dari netizen atas aksi sang Satpol PP.

Satpol PP Kecamatan Bulak yang diduga sempat menghalangi mobil ambulans hingga terjadi kesalahpahaman akhirnya berdamai dengan pengemudi ambulans. (Foto: Istimewa)

Kasus ini telah diselesaikan melalui mediasi yang difasilitasi pihak Kecamatan Bulak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Surabaya, Irna Pawanti, memastikan kedua belah pihak telah berdamai secara kekeluargaan.

“Kedua belah pihak juga sudah saling memaafkan dan diselesaikan secara kekeluargaan. Anggota kami juga sudah membuat surat pernyataan,” ujar Irna, Jumat (25/9).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, peristiwa bermula saat petugas melihat kaca spion ambulans tertutup dan bermaksud memberi tahu pengemudi. Namun suara sirene yang keras membuat pesan tidak terdengar jelas.

Karena tidak mendapat respons, petugas mengetuk kaca, meminta sirene dikecilkan, lalu menanyakan isi kendaraan.

“Yang bersangkutan awalnya ingin memberi tahu pengemudi soal spion yang tertutup. Namun karena suara sirene yang cukup keras, apa yang ingin disampaikan tidak terdengar jelas oleh pengemudi ambulans. Petugas kami juga mengetuk kaca. Dia meminta tolong untuk dikecilkan dulu sirenenya, sambil teriak ini mau dibuka nggak ininya (spion). Dia berniat membantu, dia juga menanyakan ambulans itu sedang membawa jenazah atau membawa orang yang sedang sakit,” jelasnya.

Setelah mengetahui ambulans membawa jenazah, petugas langsung mempersilakan perjalanan dilanjutkan.

“Setelah tahu di dalamnya ada jenazah, anggota kami langsung mempersilakan untuk melanjutkan perjalanan dan tidak ada niat menghalang-halangi,” paparnya.

Irna menegaskan saat kejadian, anggota tersebut sedang dalam perjalanan dari rumah menuju kantor untuk menjalankan shift malam. Terjadi kesalahpahaman saat jendela dibuka.

“Jadi pada saat pengemudi ambulans membuka kaca jendela, itu sudah terjadi miskomunikasi. Waktu kejadian pun, anggota kami sedang dalam perjalanan bertugas, dari rumah menuju kantor untuk tugas malam,” tegasnya.

Satpol PP Surabaya akan melakukan evaluasi dan mengingatkan seluruh anggota agar lebih mengedepankan sikap humanis serta komunikasi yang baik, terutama saat berhadapan dengan kendaraan darurat.

“Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Kami juga akan mengingatkan anggota kami agar dalam menjalankan tugas tetap mengedepankan sikap yang humanis, terutama ketika berhadapan dengan kendaraan yang memiliki kepentingan darurat,” pungkasnya. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Seorang anggota Satpol PP Kecamatan Bulak yang sempat viral karena diduga menghalangi mobil ambulans pengangkut jenazah ke Sampang, Madura, ternyata hanya salah paham.

Satpol PP itu bermaksud mengingatkan spion kendaraan darurat pengangkut jenazah itu yang masih tertutup. Namun, sang sopir salam paham sehingga sempat terjadi keributan.

Beruntung, kini kesalahpahaman akibat suara sirene yang keras itu telah diselesaikan secara damai.

Kejadian tersebut terjadi Selasa (22/9) sekitar pukul 19.05 WIB. Mobil ambulans membawa jenazah dari RS SMS Surabaya menuju Sampang, Madura.

Di kawasan Putro Agung, anggota Satpol PP tersebut berusaha menghentikan ambulans.

Tapi karena kesalahpahaman, membuat sopir ambulans tersebut memvideokan aksi sang Satpol PP dan share ke medsos hingga viral di jagat dunia maya dan memicu komentar negatif dari netizen atas aksi sang Satpol PP.

Satpol PP Kecamatan Bulak yang diduga sempat menghalangi mobil ambulans hingga terjadi kesalahpahaman akhirnya berdamai dengan pengemudi ambulans. (Foto: Istimewa)

Kasus ini telah diselesaikan melalui mediasi yang difasilitasi pihak Kecamatan Bulak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Surabaya, Irna Pawanti, memastikan kedua belah pihak telah berdamai secara kekeluargaan.

“Kedua belah pihak juga sudah saling memaafkan dan diselesaikan secara kekeluargaan. Anggota kami juga sudah membuat surat pernyataan,” ujar Irna, Jumat (25/9).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, peristiwa bermula saat petugas melihat kaca spion ambulans tertutup dan bermaksud memberi tahu pengemudi. Namun suara sirene yang keras membuat pesan tidak terdengar jelas.

Karena tidak mendapat respons, petugas mengetuk kaca, meminta sirene dikecilkan, lalu menanyakan isi kendaraan.

“Yang bersangkutan awalnya ingin memberi tahu pengemudi soal spion yang tertutup. Namun karena suara sirene yang cukup keras, apa yang ingin disampaikan tidak terdengar jelas oleh pengemudi ambulans. Petugas kami juga mengetuk kaca. Dia meminta tolong untuk dikecilkan dulu sirenenya, sambil teriak ini mau dibuka nggak ininya (spion). Dia berniat membantu, dia juga menanyakan ambulans itu sedang membawa jenazah atau membawa orang yang sedang sakit,” jelasnya.

Setelah mengetahui ambulans membawa jenazah, petugas langsung mempersilakan perjalanan dilanjutkan.

“Setelah tahu di dalamnya ada jenazah, anggota kami langsung mempersilakan untuk melanjutkan perjalanan dan tidak ada niat menghalang-halangi,” paparnya.

Irna menegaskan saat kejadian, anggota tersebut sedang dalam perjalanan dari rumah menuju kantor untuk menjalankan shift malam. Terjadi kesalahpahaman saat jendela dibuka.

“Jadi pada saat pengemudi ambulans membuka kaca jendela, itu sudah terjadi miskomunikasi. Waktu kejadian pun, anggota kami sedang dalam perjalanan bertugas, dari rumah menuju kantor untuk tugas malam,” tegasnya.

Satpol PP Surabaya akan melakukan evaluasi dan mengingatkan seluruh anggota agar lebih mengedepankan sikap humanis serta komunikasi yang baik, terutama saat berhadapan dengan kendaraan darurat.

“Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Kami juga akan mengingatkan anggota kami agar dalam menjalankan tugas tetap mengedepankan sikap yang humanis, terutama ketika berhadapan dengan kendaraan yang memiliki kepentingan darurat,” pungkasnya. (ahm)

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait