Hari Pertama MPLS Bangun Jam 4 Pagi, Aulia Semangat Kembali Bertemu Teman Sekolah

METROTODAY, SURABAYA – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru resmi dimulai. Di SLB A YPAB Tegalsari, Surabaya, kegiatan hari pertama diikuti total 28 siswa dari jenjang TK hingga kelas 6 SD, termasuk 6 siswa baru (4 siswa TK dan 2 siswa kelas 1).

Dalam lima hari ke depan, siswa akan mengikuti beragam rangkaian kegiatan sesuai pedoman Dinas Pendidikan. Hari pertama diisi pembuatan poster bertema anti-perundungan, anti-narkoba, bahaya rokok, serta pengenalan nilai kejujuran.

“Materi ini sudah ada acuannya dari Dinas. Khusus bagi siswa kami yang sebagian tunanetra, penjelasan ini sangat penting agar mereka tidak mudah terpengaruh ajakan orang lain yang berbahaya,” tutur Kepala SLB A YPAB Tegalsari, Surabaya, Oktavia Eka Kusumaningtyas, Senin (13/7).

Secara umum antusiasme siswa sangat baik, namun masih ada tantangan di masa adaptasi. Beberapa siswa baru terlihat menangis, bahkan ada yang tertidur di kelas karena pola tidur yang belum berubah.

“Itu karena jam tidurnya masih terbalik. Kami pun mengajak kerja sama orang tua untuk perlahan mengubah kebiasaan tidur anak agar siap beraktivitas pagi,” jelasnya.

Kegiatan selanjutnya meliputi pengenalan ruang kelas, sesi literasi, hingga berbagi cerita. Sekolah juga menyebutkan penanganan khusus bagi siswa kelas 3 dengan kebutuhan pendidikan khusus yang memerlukan pendampingan lebih intensif.

Sementara itu, semangat serupa ditunjukkan Lacita Aulia Hadi Az-Zahra, siswa kelas 6 yang berangkat dari Gresik. Ia sengaja bangun pukul 04.00 pagi demi bisa kembali ke sekolah.

“Senang sekali, sudah tiga minggu tidak ketemu teman-teman. Padahal saya ingin telepon, tapi tidak memegang ponsel saat libur,” ungkap Aulia.

Ia berharap bisa kembali mengobrol dan berbagi cerita bersama teman-temannya, serta siap mengikuti pembelajaran baru setelah libur semester berakhir. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru resmi dimulai. Di SLB A YPAB Tegalsari, Surabaya, kegiatan hari pertama diikuti total 28 siswa dari jenjang TK hingga kelas 6 SD, termasuk 6 siswa baru (4 siswa TK dan 2 siswa kelas 1).

Dalam lima hari ke depan, siswa akan mengikuti beragam rangkaian kegiatan sesuai pedoman Dinas Pendidikan. Hari pertama diisi pembuatan poster bertema anti-perundungan, anti-narkoba, bahaya rokok, serta pengenalan nilai kejujuran.

“Materi ini sudah ada acuannya dari Dinas. Khusus bagi siswa kami yang sebagian tunanetra, penjelasan ini sangat penting agar mereka tidak mudah terpengaruh ajakan orang lain yang berbahaya,” tutur Kepala SLB A YPAB Tegalsari, Surabaya, Oktavia Eka Kusumaningtyas, Senin (13/7).

Secara umum antusiasme siswa sangat baik, namun masih ada tantangan di masa adaptasi. Beberapa siswa baru terlihat menangis, bahkan ada yang tertidur di kelas karena pola tidur yang belum berubah.

“Itu karena jam tidurnya masih terbalik. Kami pun mengajak kerja sama orang tua untuk perlahan mengubah kebiasaan tidur anak agar siap beraktivitas pagi,” jelasnya.

Kegiatan selanjutnya meliputi pengenalan ruang kelas, sesi literasi, hingga berbagi cerita. Sekolah juga menyebutkan penanganan khusus bagi siswa kelas 3 dengan kebutuhan pendidikan khusus yang memerlukan pendampingan lebih intensif.

Sementara itu, semangat serupa ditunjukkan Lacita Aulia Hadi Az-Zahra, siswa kelas 6 yang berangkat dari Gresik. Ia sengaja bangun pukul 04.00 pagi demi bisa kembali ke sekolah.

“Senang sekali, sudah tiga minggu tidak ketemu teman-teman. Padahal saya ingin telepon, tapi tidak memegang ponsel saat libur,” ungkap Aulia.

Ia berharap bisa kembali mengobrol dan berbagi cerita bersama teman-temannya, serta siap mengikuti pembelajaran baru setelah libur semester berakhir. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait