Jerman Buang Nagelsmann, saatnya Heavy Metal Football Racikan Klopp Datang

METROTODAY, MUNCHEN – Timnas Jerman siap memasuki keganasan baru. Setelah kegagalan Die Mannschaft (julukan Jerman) di Piala Dunia 2026 yang berujung pada mundurnya Julian Nagelsmann, Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) bergerak cepat dengan menunjuk Jürgen Klopp sebagai pelatih kepala anyar.

Menurut kabar Sky Germany, sosok yang identik dengan sepak bola penuh lari itu disebut telah menyepakati kontrak berdurasi empat tahun hingga Piala Dunia 2030. Nilai kontraknya diperkirakan berada di kisaran 7 juta euro per musim, sedikit di atas bayaran Nagelsmann, namun masih jauh di bawah penghasilannya ketika bekerja di Red Bull, yaitu 12 juta euro per musim. Dengan demikian, Klopp rela menerima pemotongan gaji demi kesempatan menangani tim nasional negaranya sendiri.

Penunjukan Klopp bukan sekadar keputusan spontan. DFB melihat mantan pelatih Borussia Dortmund dan Liverpool itu sebagai figur yang mampu mengembalikan identitas sepak bola Jerman yang lebih dari satu dekade terakhir dinilai kehilangan arah. Presiden DFB Bernd Neuendorf bersama jajaran petinggi federasi bahkan turun langsung melakukan negosiasi di New York hingga akhirnya mencapai kesepakatan verbal. Klopp juga dikabarkan akan membawa dua tangan kanannya, Peter Krawietz dan Pepijn Lijnders, untuk membangun fondasi baru di ruang ganti Der Panzer (julukan Jerman).

Salah satu alasan utama DFB begitu ngotot mengejar Klopp adalah kemampuannya membangun proyek jangka panjang. Selama menangani Mainz, Borussia Dortmund, hingga Liverpool, pria 59 tahun itu dikenal piawai mengembangkan pemain muda, membentuk kultur tim yang kuat, sekaligus menciptakan sepak bola menyerang dengan intensitas tempo tinggi. Seusai meninggalkan Liverpool, Klopp memang memilih menjabat sebagai Head of Global Soccer Red Bull. Namun, kesempatan melatih negaranya disebut sebagai tantangan yang sulit ia kesampingkan. Apalagi, kontraknya bersama Red Bull memang memiliki ruang yang memungkinkan dirinya menerima pekerjaan sebagai pelatih tim nasional Jerman.

Menariknya, sebelum menerima pinangan DFB, nama Klopp sempat menjadi salah satu kandidat kuat pelatih Real Madrid ketika kursi kepelatihan Los Blancos mulai diguncang rumor pergantian Arbeola. Namun, kala itu Klopp menepis spekulasi tersebut dan menegaskan masih berkomitmen bersama Red Bull. Kini situasinya berubah. Tawaran dari negaranya sendiri dianggap memiliki nilai patriotis yang berbeda dibanding melatih klub sebesar apa pun.

Klopp juga dipastikan harus menerima penghasilan yang lebih kecil dibanding saat berada di lingkungan Red Bull. Laporan Bavarian Football Works menyebut kompensasi yang diterimanya sebagai petinggi sepak bola Red Bull diperkirakan mencapai sekitar 12 juta euro per tahun. Sebaliknya, DFB hanya mampu menawarkan paket yang sedikit di atas gaji Nagelsmann sekitar 7 juta euro per musim. Kendati demikian, uang bukan faktor utama dalam keputusan Klopp kembali ke pinggir lapangan. Ia mengaku sudah kembali memiliki energi setelah sempat beristirahat dari rutinitas kepelatihan yang melelahkan.

DFB tidak perlu mengeluarkan biaya kompensasi kepada Red Bull. Klopp tetap akan mempertahankan hubungan sebagai duta merek perusahaan itu, sehingga proses transisinya berlangsung lebih mulus daripada yang diperkirakan sebelumnya. Kondisi tersebut membuat negosiasi lebih berfokus pada pembagian kewenangan Klopp di dalam struktur federasi dibanding urusan finansial semata.

METROTODAY, MUNCHEN – Timnas Jerman siap memasuki keganasan baru. Setelah kegagalan Die Mannschaft (julukan Jerman) di Piala Dunia 2026 yang berujung pada mundurnya Julian Nagelsmann, Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) bergerak cepat dengan menunjuk Jürgen Klopp sebagai pelatih kepala anyar.

Menurut kabar Sky Germany, sosok yang identik dengan sepak bola penuh lari itu disebut telah menyepakati kontrak berdurasi empat tahun hingga Piala Dunia 2030. Nilai kontraknya diperkirakan berada di kisaran 7 juta euro per musim, sedikit di atas bayaran Nagelsmann, namun masih jauh di bawah penghasilannya ketika bekerja di Red Bull, yaitu 12 juta euro per musim. Dengan demikian, Klopp rela menerima pemotongan gaji demi kesempatan menangani tim nasional negaranya sendiri.

Penunjukan Klopp bukan sekadar keputusan spontan. DFB melihat mantan pelatih Borussia Dortmund dan Liverpool itu sebagai figur yang mampu mengembalikan identitas sepak bola Jerman yang lebih dari satu dekade terakhir dinilai kehilangan arah. Presiden DFB Bernd Neuendorf bersama jajaran petinggi federasi bahkan turun langsung melakukan negosiasi di New York hingga akhirnya mencapai kesepakatan verbal. Klopp juga dikabarkan akan membawa dua tangan kanannya, Peter Krawietz dan Pepijn Lijnders, untuk membangun fondasi baru di ruang ganti Der Panzer (julukan Jerman).

Salah satu alasan utama DFB begitu ngotot mengejar Klopp adalah kemampuannya membangun proyek jangka panjang. Selama menangani Mainz, Borussia Dortmund, hingga Liverpool, pria 59 tahun itu dikenal piawai mengembangkan pemain muda, membentuk kultur tim yang kuat, sekaligus menciptakan sepak bola menyerang dengan intensitas tempo tinggi. Seusai meninggalkan Liverpool, Klopp memang memilih menjabat sebagai Head of Global Soccer Red Bull. Namun, kesempatan melatih negaranya disebut sebagai tantangan yang sulit ia kesampingkan. Apalagi, kontraknya bersama Red Bull memang memiliki ruang yang memungkinkan dirinya menerima pekerjaan sebagai pelatih tim nasional Jerman.

Menariknya, sebelum menerima pinangan DFB, nama Klopp sempat menjadi salah satu kandidat kuat pelatih Real Madrid ketika kursi kepelatihan Los Blancos mulai diguncang rumor pergantian Arbeola. Namun, kala itu Klopp menepis spekulasi tersebut dan menegaskan masih berkomitmen bersama Red Bull. Kini situasinya berubah. Tawaran dari negaranya sendiri dianggap memiliki nilai patriotis yang berbeda dibanding melatih klub sebesar apa pun.

Klopp juga dipastikan harus menerima penghasilan yang lebih kecil dibanding saat berada di lingkungan Red Bull. Laporan Bavarian Football Works menyebut kompensasi yang diterimanya sebagai petinggi sepak bola Red Bull diperkirakan mencapai sekitar 12 juta euro per tahun. Sebaliknya, DFB hanya mampu menawarkan paket yang sedikit di atas gaji Nagelsmann sekitar 7 juta euro per musim. Kendati demikian, uang bukan faktor utama dalam keputusan Klopp kembali ke pinggir lapangan. Ia mengaku sudah kembali memiliki energi setelah sempat beristirahat dari rutinitas kepelatihan yang melelahkan.

DFB tidak perlu mengeluarkan biaya kompensasi kepada Red Bull. Klopp tetap akan mempertahankan hubungan sebagai duta merek perusahaan itu, sehingga proses transisinya berlangsung lebih mulus daripada yang diperkirakan sebelumnya. Kondisi tersebut membuat negosiasi lebih berfokus pada pembagian kewenangan Klopp di dalam struktur federasi dibanding urusan finansial semata.

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait