Minyakita Langka Sejak 2 Bulan Terakhir, Harga Melonjak, Warga Surabaya Beralih ke Minyak Curah

METROTODAY, SURABAYA – Ketersediaan minyak goreng bersubsidi program pemerintah, Minyakita, kini sulit ditemui di pasar-pasar tradisional di Kota Surabaya.

Bukan hanya langka, ketentuan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah pun kini seolah tak berlaku lagi.

Hal ini terjadi akibat lonjakan harga yang terjadi di tingkat penyalur atau agen, sehingga membebani pedagang maupun pembeli.

Kondisi kelangkaan ini terlihat jelas di Pasar Dukuh Kupang, Surabaya. Sejak lebih dari satu bulan terakhir, warga kesulitan mendapatkan minyak goreng kemasan subsidi ini.

Situasi ini akhirnya memaksa para konsumen, terutama ibu rumah tangga, untuk berputar otak dan beralih menggunakan minyak goreng curah demi menekan pengeluaran belanja dapur.

Salah satu pedagang kelontong di Pasar Dukuh Kupang, Mukoram, mengungkapkan bahwa pasokan resmi dari lembaga penyalur telah terhenti cukup lama. Kelangkaan stok ini secara otomatis memicu kenaikan harga yang cukup drastis di pasaran.

“Stoknya tidak ada, harganya mahal. Kiriman dari Bulog itu sudah satu setengah bulan atau dua bulanan ini kalau tidak salah tidak ada masuk lagi,” ungkap Mukoram, Minggu (7/6).

Ia menjelaskan, karena tidak mendapat pasokan resmi, para pedagang terpaksa membeli stok yang tersisa dari agen dengan harga yang sudah melambung tinggi.

METROTODAY, SURABAYA – Ketersediaan minyak goreng bersubsidi program pemerintah, Minyakita, kini sulit ditemui di pasar-pasar tradisional di Kota Surabaya.

Bukan hanya langka, ketentuan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah pun kini seolah tak berlaku lagi.

Hal ini terjadi akibat lonjakan harga yang terjadi di tingkat penyalur atau agen, sehingga membebani pedagang maupun pembeli.

Kondisi kelangkaan ini terlihat jelas di Pasar Dukuh Kupang, Surabaya. Sejak lebih dari satu bulan terakhir, warga kesulitan mendapatkan minyak goreng kemasan subsidi ini.

Situasi ini akhirnya memaksa para konsumen, terutama ibu rumah tangga, untuk berputar otak dan beralih menggunakan minyak goreng curah demi menekan pengeluaran belanja dapur.

Salah satu pedagang kelontong di Pasar Dukuh Kupang, Mukoram, mengungkapkan bahwa pasokan resmi dari lembaga penyalur telah terhenti cukup lama. Kelangkaan stok ini secara otomatis memicu kenaikan harga yang cukup drastis di pasaran.

“Stoknya tidak ada, harganya mahal. Kiriman dari Bulog itu sudah satu setengah bulan atau dua bulanan ini kalau tidak salah tidak ada masuk lagi,” ungkap Mukoram, Minggu (7/6).

Ia menjelaskan, karena tidak mendapat pasokan resmi, para pedagang terpaksa membeli stok yang tersisa dari agen dengan harga yang sudah melambung tinggi.

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait