ETROTODAY, SURABAYA – International Conference on Tobacco Control (ICTOH) 2026 digelar di Universitas Airlangga (Unair) dengan mengusung tema “Ungkap Adiksi Tembakau dan Nikotin untuk Indonesia Sehat”.
Dalam forum strategis ini, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, SpP, FISR, menegaskan bahwa ketangguhan ekonomi Indonesia di masa depan sangat bergantung pada keberanian bangsa memutus rantai ketergantungan terhadap tembakau dan nikotin yang semakin mengkhawatirkan.
Menurutnya, ada kontradiksi besar dalam pengelolaan keuangan negara dan rumah tangga. Di satu sisi, negara mengucurkan anggaran triliunan rupiah untuk program pengentasan stunting dan perbaikan gizi guna mencetak sumber daya manusia unggul.

Namun di sisi lain, pengeluaran masyarakat justru banyak terserap untuk konsumsi rokok, yang perlahan merusak kualitas kesehatan generasi penerus.
“Mencetak manusia unggul itu jauh lebih mahal daripada membangun jalan tol Jakarta–Surabaya. Kita harus sadar, tugas negara adalah memastikan anggaran ini tepat sasaran untuk kecerdasan bangsa, bukan habis menjadi asap,” ujar dr. Benjamin, Jumat (22/5).
Sebagai ahli kesehatan paru, ia juga mengangkat peringatan keras terkait tren penggunaan vape atau rokok elektrik.
Fenomena ini dinilai telah menjadi sarana baru peredaran narkotika yang berbahaya, dibalut dengan gaya hidup yang dianggap kekinian dan sehat oleh kalangan muda. Bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), pihaknya akan memperketat pengawasan dan regulasi.
“Saya dan Kepala BNN akan terus mendorong pemeriksaan ketat dan regulasi tegas. Jangan sampai anak muda kita berniat hidup sehat dengan berolahraga, tapi justru terpapar narkoba lewat cairan vape yang mereka gunakan. Kita cegah agar mereka tidak terjebak adiksi ganda,” terangnya.

