Maestro Ludruk Jatim Cak Kartolo Masuk Memori Kolektif Bangsa
Cak Kartolo menerima penghargaan Registrasi Memori Kolektif Bangsa (MKB) dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Jakarta. (Foto: istimewa)
METROTODAY, SURABAYA – Maestro kesenian ludruk Jawa Timur, Cak Kartolo, resmi dianugerahi penghargaan Registrasi Memori Kolektif Bangsa (MKB) dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Penghargaan tersebut diserahkan dalam Anugerah Kearsipan Tahun 2026 yang digelar di Gedung C ANRI, Jakarta, Rabu (20/5), dalam rangka memperingati Hari Kearsipan Nasional ke-55.
Keberhasilan ini menjadi bagian dari kebanggaan besar bagi Pemerintah Kota Surabaya. Pasalnya, dalam ajang bergengsi itu, Surabaya berhasil membawa pulang tiga penghargaan sekaligus.
Selain pengakuan atas arsip kiprah Cak Kartolo periode 1950–2025, Surabaya juga dinobatkan sebagai Pengawasan Kearsipan Terbaik Nasional dan Simpul Jaringan Terbaik Nasional kategori Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya, Yusuf Masruh, mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian tersebut.
Pengakuan terhadap jejak rekam Cak Kartolo dinilai sebagai bentuk penghormatan negara atas dedikasi panjang seniman berusia 81 tahun ini dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah.
Cak Kartolo menerima penghargaan Registrasi Memori Kolektif Bangsa (MKB) dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Jakarta. (Foto: istimewa)
“Alhamdulillah kemarin dapat tiga penghargaan sekaligus, salah satunya terkait simpul jaringan dan pengawasan kearsipan terbaik nasional. Termasuk Cak Kartolo yang juga mendapat penghargaan Memori Kolektif Bangsa. Ini adalah bentuk penghormatan negara terhadap perjuangan beliau menjaga ludruk,” ujar Yusuf, Jumat (22/5).
METROTODAY, SURABAYA – Maestro kesenian ludruk Jawa Timur, Cak Kartolo, resmi dianugerahi penghargaan Registrasi Memori Kolektif Bangsa (MKB) dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Penghargaan tersebut diserahkan dalam Anugerah Kearsipan Tahun 2026 yang digelar di Gedung C ANRI, Jakarta, Rabu (20/5), dalam rangka memperingati Hari Kearsipan Nasional ke-55.
Keberhasilan ini menjadi bagian dari kebanggaan besar bagi Pemerintah Kota Surabaya. Pasalnya, dalam ajang bergengsi itu, Surabaya berhasil membawa pulang tiga penghargaan sekaligus.
Selain pengakuan atas arsip kiprah Cak Kartolo periode 1950–2025, Surabaya juga dinobatkan sebagai Pengawasan Kearsipan Terbaik Nasional dan Simpul Jaringan Terbaik Nasional kategori Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya, Yusuf Masruh, mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian tersebut.
Pengakuan terhadap jejak rekam Cak Kartolo dinilai sebagai bentuk penghormatan negara atas dedikasi panjang seniman berusia 81 tahun ini dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah.
Cak Kartolo menerima penghargaan Registrasi Memori Kolektif Bangsa (MKB) dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Jakarta. (Foto: istimewa)
“Alhamdulillah kemarin dapat tiga penghargaan sekaligus, salah satunya terkait simpul jaringan dan pengawasan kearsipan terbaik nasional. Termasuk Cak Kartolo yang juga mendapat penghargaan Memori Kolektif Bangsa. Ini adalah bentuk penghormatan negara terhadap perjuangan beliau menjaga ludruk,” ujar Yusuf, Jumat (22/5).