METROTODAY, SURABAYA – Dua pekerja yang tengah membersihkan gedung Apartemen Ascott Waterplace terkena musibah saat cuaca buruk melanda kawasan Surabaya Barat pada Selasa (2/3).
Hujan deras disertai angin kencang membuat gondola yang dinaiki terombang-ambing, dan mengakibatkan satu pekerja meninggal dunia dan satu lainnya selamat dengan kondisi perlu perawatan.
Ekky Maulana, petugas Command Center 112, menjelaskan kronologi awal insiden. Kejadian terjadi pada pukul 14.23 WIB saat dua unit gondola sedang menggantung di gedung.
“Gondola yang pertama berhasil turun hingga lantai dasar. Sedangkan untuk gondola yang kedua pada saat berada di lantai 26 terhenti dan tidak bisa turun ke bawah dikarenakan sudah terpontang-panting akibat angin yang kencang disertai hujan lebat,” ungkapnya.

Dua pekerja di gondola pertama berhasil turun dengan selamat. Namun tidak demikian dengan dua pekerja lain di gondola kedua. Mereka gagal turun karena gondola yang dinaiki terhempas angin hingga pontang panting.
Akibatnya, salah satu pekerja dinyatakan meninggal dunia karena mengalami luka fatal. Sementara satu pekerja lain selamat dan dirujuk ke RS William Booth.
Pekerja yang meninggal dunia diketahui adalah ES, 51 tahun, pria kelahiran Blitar yang berdomisili di Tambak Wedi Baru Surabaya. Sedangkan pekerja yang selamat adalah RB, 56 tahun, pria kelahiran Surabaya yang juga warga Tambak Wedi Baru Surabaya.
Tim rescue telah diterjunkan sebanyak tiga unit untuk mengevakuasi korban yang terjebak di gondola. (ahm)
METROTODAY, SURABAYA – Dua pekerja yang tengah membersihkan gedung Apartemen Ascott Waterplace terkena musibah saat cuaca buruk melanda kawasan Surabaya Barat pada Selasa (2/3).
Hujan deras disertai angin kencang membuat gondola yang dinaiki terombang-ambing, dan mengakibatkan satu pekerja meninggal dunia dan satu lainnya selamat dengan kondisi perlu perawatan.
Ekky Maulana, petugas Command Center 112, menjelaskan kronologi awal insiden. Kejadian terjadi pada pukul 14.23 WIB saat dua unit gondola sedang menggantung di gedung.
“Gondola yang pertama berhasil turun hingga lantai dasar. Sedangkan untuk gondola yang kedua pada saat berada di lantai 26 terhenti dan tidak bisa turun ke bawah dikarenakan sudah terpontang-panting akibat angin yang kencang disertai hujan lebat,” ungkapnya.

Dua pekerja di gondola pertama berhasil turun dengan selamat. Namun tidak demikian dengan dua pekerja lain di gondola kedua. Mereka gagal turun karena gondola yang dinaiki terhempas angin hingga pontang panting.
Akibatnya, salah satu pekerja dinyatakan meninggal dunia karena mengalami luka fatal. Sementara satu pekerja lain selamat dan dirujuk ke RS William Booth.
Pekerja yang meninggal dunia diketahui adalah ES, 51 tahun, pria kelahiran Blitar yang berdomisili di Tambak Wedi Baru Surabaya. Sedangkan pekerja yang selamat adalah RB, 56 tahun, pria kelahiran Surabaya yang juga warga Tambak Wedi Baru Surabaya.
Tim rescue telah diterjunkan sebanyak tiga unit untuk mengevakuasi korban yang terjebak di gondola. (ahm)