METROTODAY, SIDOARJO – Proses pembangunan kembali Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, yang ambruk pada September 2025 lalu dimulai. Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar pada Kamis (11/12/2025).
Bupati Sidoarjo Subandi bersama Pengasuh Ponpes Al Khoziny KH Abdus Salam Mujib (Gus Salam) mendampingi Muhaimin dalam groundbreaking tersebut. Ratusan santri Ponpes Al- Khoziny juga mengikuti seremonial itu. Berkali-kali terdengar tepuk tangan saat acara berlangsung. Sesekali mereka meneriakkan kalimat sholawat.
Muhaimin menyebut groundbreaking sebagai momentum bagi santri untuk bangkit. ”Musibah Al-Khoziny harus menjadi penyadar, tempat kita bangkit, melihat masa depan yang lebih baik,” katanya.
Dalam sambutannya, Muhaimin menegaskan pentingnya menjadikan musibah Al-Khoziny sebagai kesadaran untuk bersama-sama berbenah. Memperkuat masa depan pesantren. Dia mengajak semua pihak untuk bermuhasabah (evaluasi) sekaligus bahu-membahu, gotong royong, memperbaiki pesantren.
”Supaya ke depan semakin aman, semakin nyaman, dan semakin baik untuk santri-santri kita,” kata ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Presiden Prabowo Subianto, lanjut Muhaimin, juga sangat menaruh perhatian atas musibah ambruknya Ponpes Al-Khoziny. Komitmen Presiden Prabowo sangat tinggi pada pesantren karena memang dekat dengan kiai-kiai. Setiap hendak bertugas ke medan perang, Prabowo sering meminta doa para kiai di pesantren.
”Beliau sering cerita. Kalau mau perang pasti ke pesantren dulu, golek jimat dulu. Semoga doa para kiai tetap sakti dan tetap manjur ilaa yaumil qiyamah,” ujarnya.
Sejak awal mendengar ambruknya Ponpes Al-Khoziny, presiden langsung memberikan instruksi khusus agar pemerintah bergerak cepat memastikan rekonstruksi ponpes berjalan efektif serta mencegah kesalahan masa lalu terulang.
Muhaimin menegaskan bahwa pesantren adalah institusi pendidikan komprehensif yang mempersiapkan santri menghadapi tantangan dunia sekaligus akhirat. Karena itu, peningkatan keamanan, kualitas bangunan, serta tata kelola pesantren harus menjadi prioritas nasional.
Sementara itu, KH Abdus Salam Mujib menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah untuk pembangunan ulang pesantren yang berdiri pada sekitar 1917 tersebut. Musibah yang menimpa Ponpes Al-Khoziny tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan bencana yang saat ini terjadi di Sumatera.
”Semoga pemerintah diberi pertolongan untuk menyejahterakan masyarakat dan mengayomi semuanya,” ucap Gus Salam yang juga menyampaikan keprihatinan atas bencana di berbagai kabupaten/kota di Sumatera.
Di sisi lain, Bupati Sidoarjo Subandi menyampaikan apresiasi yang tinggi atas perhatian pemerintah pusat kepada lembaga pendidikan di daerahnya. Termasuk pembangunan kembali Ponpes Al-Khoziny. Bupati Subandi berharap pembangunan kembali dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan kenyamanan bagi para santri.

”Semoga pembangunan Ponpes Al-Khoziny yang mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat berjalan dengan baik. Para santri dapat belajar dengan aman dan nyaman,” katanya.
Subandi juga menyatakan siap membantu pesantren-pesantren di Sidoarjo untuk memperoleh Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Tujuannya, pesantren mendapat kemudahan dalam mengurus proses perizinan tersebut.
Menurut informasi, pembangunan ulang Ponpes Al-Khoziny menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025-2026 senilai Rp 125,3 miliar. Bangunan itu akan berdiri di atas lahan seluas 4.100 meter persegi.
Gedung baru Ponpes Al-Khoziny bakal berdiri lima lantai. Di dalamnya meliputi gedung asrama dan ruang untuk kegiatan pendidikan. Selain itu, ada pembangunan masjid baru setinggi empat lantai. Masjid itu akan menjadi pusat kegiatan ibadah dan pembinaan bagi santri-santri. (red/MT)

