Categories: Woman Files

Cincau Hitam, Pelepas Dahaga yang Kaya Manfaat untuk Kesehatan

METROTODAY, SURABAYA – Perubahan cuaca belakangan ini semakin sulit diprediksi. Pagi bisa saja cerah terik, lalu sore mendung dan hujan, atau sebaliknya. Saat cuaca panas melanda, tubuh lebih mudah kehilangan cairan sehingga rentan mengalami dehidrasi hingga panas dalam.

Tak heran, banyak orang memilih menikmati minuman dingin untuk menyegarkan tubuh. Salah satu yang paling populer dan mudah ditemui adalah es cincau hitam, atau yang juga dikenal dengan nama es janggelan.

Minuman tradisional ini telah lama menjadi favorit masyarakat di berbagai daerah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Cincau hitam berasal dari tanaman bernama Mesona palustris, yang daunnya direbus lalu didinginkan hingga membentuk tekstur kenyal menyerupai agar-agar.

Lebih dari sekadar pelepas dahaga, cincau hitam ternyata memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Bahkan manfaatnya sudah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan kini diperkuat dengan hasil penelitian ilmiah.

1. Meredakan Panas Dalam dan Tenggorokan
Tidak heran jika banyak produk minuman dalam kemasan menonjolkan kandungan grass jelly atau cincau hitam sebagai bahan utama. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, cincau dikenal sebagai cooling food atau makanan penyejuk. Fungsinya adalah membantu menurunkan panas dalam, meredakan tenggorokan kering, serta menyejukkan sistem pencernaan. Manfaat inilah yang membuat cincau hitam banyak dicari, terutama saat musim kemarau atau cuaca panas ekstrem.

2. Sumber Antioksidan Alami
Cincau hitam kaya akan senyawa bioaktif, seperti flavonoid, polifenol, dan saponin, yang berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan berperan penting melindungi tubuh dari serangan radikal bebas yang bisa memicu penuaan dini, kerusakan sel, serta risiko penyakit kronis seperti jantung dan kanker.

3. Menurunkan Tekanan Darah
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Food and Public Health edisi Maret 2013 menemukan bahwa cincau hitam berpotensi membantu menurunkan tekanan darah tinggi.

Kandungan senyawa bioaktif pada daun cincau bekerja menyerupai efek obat penurun tekanan darah, yaitu membantu proses pengeluaran cairan (diuretik) sehingga kelebihan natrium dalam tubuh bisa dikeluarkan melalui urin. Selain itu, kandungan kalium dalam cincau membantu menjaga keseimbangan elektrolit, yang berperan besar dalam mengontrol tekanan darah.

4. Melancarkan Sistem Pencernaan
Tekstur cincau yang kenyal dan lembut tidak hanya menyenangkan di mulut, tapi juga bermanfaat bagi sistem pencernaan. Kandungan serat pada cincau hitam dapat membantu mendorong sisa makanan dalam usus, sehingga memperlancar buang air besar dan mencegah sembelit. Rutin mengonsumsi cincau juga baik untuk menjaga kesehatan mikrobiota usus.

5. Membantu Mengontrol Kadar Gula Darah
Manfaat lain yang tidak kalah penting adalah kemampuannya dalam membantu mengontrol kadar gula darah. Cincau hitam memiliki efek memperlambat penyerapan glukosa di usus. Ini sangat membantu, terutama bagi penderita diabetes atau mereka yang ingin menjaga gula darah tetap stabil. Tentu manfaat ini akan lebih optimal jika cincau dikonsumsi tanpa tambahan gula berlebih.

Cincau hitam atau janggelan bukan sekadar isian dalam minuman segar atau hidangan penutup. Di balik rasanya yang menyegarkan, tersembunyi segudang manfaat bagi kesehatan, mulai dari menyejukkan tubuh, menjaga kesehatan pencernaan, hingga membantu mengontrol tekanan darah dan kadar gula.

Namun perlu diingat, untuk mendapatkan manfaat optimal, sebaiknya konsumsi cincau hitam secara alami, tanpa tambahan pemanis berlebihan. Dengan begitu, selain bisa melepas dahaga di tengah panasnya cuaca, tubuh juga mendapatkan asupan nutrisi yang bermanfaat.(alk)

 

Dwi Shintia Irianti

Recent Posts

WFH Sehari dalam Sepekan Jadi Strategi Hemat Energi, Konsumsi BBM Turun 20 Persen

Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat…

1 hour ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Makam Tengah sebagai Titik Sentral (3)

Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…

4 hours ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (12): Kereta Cepat “Whoosh” yang Menyambung Dua Kota Suci

Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…

5 hours ago

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…

24 hours ago

Temukan Tempat Hiburan Nekat Buka selama Ramadan, Satpol PP Surabaya Beri Sanksi

Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…

1 day ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (11): Berlebaran di Tanah Haram

Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…

1 day ago

This website uses cookies.