Categories: Woman Files

Waspada! Ini 6 Langkah Penting untuk Hindari Pelecehan Seksual di Rumah Sakit

METROTODAY, SURABAYA – Meski kasus pelecehan seksual oleh tenaga medis tergolong jarang, setiap pasien perlu tetap waspada. Situasi rentan seperti pemeriksaan kesehatan bisa dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan tidak senonoh. Berikut panduan praktis melindungi diri saat berobat seperti dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI.

Pertama, usahakan selalu didampingi keluarga atau teman dekat, terutama saat menjalani pemeriksaan di area sensitif. Kehadiran pendamping bisa menjadi pengaman tambahan dan membuat oknum berpikir dua kali untuk berbuat lancang.

Sebelum tindakan medis dimulai, mintalah penjelasan rinci tentang prosedur yang akan dilakukan. Dokter profesional biasanya akan menerangkan dengan jelas tujuan pemeriksaan, metode yang digunakan, serta bagian tubuh yang akan diperiksa. Jika ada langkah yang terasa aneh atau tidak perlu, jangan sungkan meminta klarifikasi atau bahkan menolak.

Perhatikan tanda-tanda perilaku tidak profesional seperti pemeriksaan tanpa sarung tangan, sentuhan berlebihan, atau komentar bernuansa seksual. Dokter yang baik akan menjaga batasan profesional dan tidak membuat pasien merasa tidak nyaman.

Bagi pasien perempuan, jangan ragu meminta ditangani oleh petugas medis perempuan jika itu membuat Anda lebih tenang. Kini banyak rumah sakit yang sudah memfasilitasi permintaan semacam ini sebagai bentuk penghormatan terhadap kenyamanan pasien.

Jika mengalami atau menyaksikan perilaku mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwenang seperti manajemen rumah sakit, IDI, atau Konsil Kedokteran Indonesia. Catat detail kejadian termasuk waktu, nama petugas, dan kronologi peristiwa sebagai bukti pendukung.

Ingatlah bahwa sebagai pasien, Anda memiliki hak dasar seperti privasi, informasi jelas tentang prosedur medis, serta perlakuan yang sopan dan profesional. Rumah sakit wajib menyediakan lingkungan yang aman bagi semua pasien. Jangan pernah takut bersuara ketika merasa hak-hak ini dilanggar.

Kewaspadaan dan pemahaman akan hak sebagai pasien merupakan senjata ampuh menghadapi potensi pelecehan. Meski mayoritas tenaga medis bekerja dengan integritas tinggi, sikap proaktif dari pasien tetap diperlukan untuk memastikan pengalaman berobat yang aman dan nyaman.(*)

Dwi Shintia Irianti

Recent Posts

WFH Sehari dalam Sepekan Jadi Strategi Hemat Energi, Konsumsi BBM Turun 20 Persen

Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat…

2 hours ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Makam Tengah sebagai Titik Sentral (3)

Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…

5 hours ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (12): Kereta Cepat “Whoosh” yang Menyambung Dua Kota Suci

Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…

6 hours ago

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…

1 day ago

Temukan Tempat Hiburan Nekat Buka selama Ramadan, Satpol PP Surabaya Beri Sanksi

Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…

1 day ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (11): Berlebaran di Tanah Haram

Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…

1 day ago

This website uses cookies.