Categories: Nasional

Kemenkes Soroti Proses Kelulusan Kontroversial Dokter Spesialis Terduga Pelaku Perundungan

METROTODAY, JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti kasus kelulusan seorang peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Universitas Diponegoro yang tengah berstatus tersangka dalam kasus dugaan perundungan. Dalam jumpa pers daring, Menkes menyatakan keprihatinannya atas kejanggalan dalam proses kelulusan tersebut.

“Ini patut dipertanyakan, bagaimana mungkin seseorang yang sedang menjalani proses hukum justru bisa menyelesaikan pendidikan spesialisnya lebih cepat dari waktu normal?” ungkap Budi.

Kasus ini mencuat setelah seorang peserta PPDS Anestesiologi Undip, ARL (30), meninggal dunia diduga akibat mengalami perundungan selama menjalani pendidikan.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka bersama dua rekan lainnya sejak beberapa bulan lalu, Zara Yupita Azra justru berhasil menyelesaikan ujian sertifikasi kompetensi dan dinyatakan lulus.

Menkes menginstruksikan Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan untuk menyelidiki tuntas kasus ini guna memastikan tidak ada pelanggaran prosedur dalam proses kelulusan.

Di tengah sorotan terhadap kasus ini, Menkes menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap profesi dokter. “Kita memiliki ratusan ribu dokter yang bekerja dengan penuh dedikasi. Tindakan segelintir individu tidak boleh meredupkan kontribusi besar mereka,” tegas Budi.

Kementerian Kesehatan mengakui adanya kelemahan dalam sistem pengawasan profesi medis, khususnya terkait transparansi proses dan penegakan sanksi. Sebagai solusi, sedang dipersiapkan penguatan sistem melalui penerapan UU Kesehatan terbaru yang akan memberikan payung hukum lebih kuat untuk penegakan disiplin profesi.

Salah satu terobosan yang sedang digarap adalah penyusunan basis data nasional yang akan mencatat rekam jejak pelanggaran etik profesi. Sistem ini nantinya akan terintegrasi dengan seluruh fasilitas kesehatan di tanah air.

“Dengan cara ini, kita bisa mencegah praktik perpindahan pelaku pelanggaran antar institusi,” jelas Menkes.

Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto turut memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini. Ia menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan dokter spesialis, termasuk penguatan aspek pengawasan dan pembinaan etika profesi.

Pemerintah berkomitmen melakukan berbagai perbaikan sistemik, di antaranya dengan menerapkan tes psikologis wajib bagi calon peserta PPDS, menetapkan pembatasan jam kerja yang lebih proporsional, serta menyempurnakan mekanisme pengaduan.

“Tujuan akhir kami adalah memastikan dunia pendidikan kedokteran kita mampu melahirkan dokter-dokter yang unggul tidak hanya secara akademis, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi,” tutup Menkes.(*)

Dwi Shintia Irianti

Recent Posts

Taxmon Perkuat Pengawasan Pajak Daerah, Pemkab Sidoarjo Targetkan 454 Titik Terpasang Akhir Juli 2026

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mempercepat digitalisasi pengelolaan pajak daerah melalui pemasangan Tax Monitoring System (Taxmon)…

9 hours ago

Socceroos Kena Tilang di Seattle, Amerika Melaju ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Amerika Serikat memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Australia dengan…

20 hours ago

Cinta Rashford pada Barcelona Bertepuk Sebelah Tangan meski Sudah Rela Turun Harga

Masa depan Marcus Rashford menjadi salah satu “kisah cinta” paling dramatis di bursa transfer Eropa.…

20 hours ago

Cak Klepon Pabean Cantian Jemput Bola Urus Akta Kelahiran dan Kematian Warga Surabaya

Kecamatan Pabean Cantian menghadirkan terobosan layanan administrasi kependudukan bernama Cak Klepon atau Cetak Akte Kelahiran…

20 hours ago

Gaji ke-13 dan TPP ASN/PPPK Surabaya Dipastikan Cair, TPP Naik Menjadi 100 Persen

Pemkot Surabaya memastikan gaji ke-13 serta Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)…

21 hours ago

Liverpool Bertaruh dengan Iraola, Van Dijk Akui Terkejut Slot Didepak

Liverpool FC resmi mengakhiri kerja sama dengan Arne Slot setelah dua musim kebersamaan dan langsung…

22 hours ago

This website uses cookies.