Categories: Woman Files

Lumpuh Total di Usia 16, Kini Dia Bangkit dan Siap Menjalani Hidup Baru

METROTODAY, LONDON – Seorang gadis asal Inggris membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan akhir dari segalanya. Megan Dixon (20) mengalami perubahan hidup drastis saat usianya baru menginjak 16 tahun.

Awalnya ia hanya menjalani pemeriksaan rutin di rumah sakit, namun nasib berkata lain. Empat hari berubah menjadi dua tahun – dan ia keluar dari rumah sakit dalam kondisi lumpuh total.

Gangguan neurologis langka yang disebut Functional Neurological Disorder (FND) menjadi biang keladi perubahan hidup Megan. Penyakit ini membuat otaknya kesulitan mengirim sinyal ke seluruh tubuh.

Dalam sekejap, gadis yang semula sehat itu kehilangan kemampuan bicara, penglihatan, hingga gerak seluruh tubuh. Dokter bahkan memprediksi ia tak akan bertahan hingga usia 18 tahun.

Megan Dixon (depan) bersama keluarga setelah keluar dari RS.(Dokumentasi Megan Dixon)

Masa-masa terberat harus dijalaninya di pusat rehabilitasi khusus. Setiap hari, Megan bergulat dengan puluhan kali kejang dan ketergantungan pada selang makanan. Namun tekadnya tak pernah pupus.

Perlahan tapi pasti, melalui terapi intensif selama 18 bulan, ia mulai bisa menggerakkan jari-jarinya, kemudian berbicara, dan akhirnya melihat kembali.

Meski masih harus menggunakan kursi roda karena kakinya tak bisa menekuk, semangat hidup Megan tak pernah surut. Kini ia sedang mempersiapkan masa depan baru – mengambil kursus online untuk menjadi teknisi kuku dan berencana tinggal bersama sang pacar.  Melalui akun TikTok-nya, ia berbagi cerita perjuangannya untuk menginspirasi orang lain.

Ahli neurologi menjelaskan bahwa FND memang bisa menyebabkan berbagai gejala berat seperti yang dialami Megan. Tapi kasus ini membuktikan bahwa dengan penanganan tepat dan tekad kuat, pemulihan tetap mungkin terjadi.

Kini Megan menjadi bukti hidup bahwa keterbatasan fisik tak harus membatasi impian seseorang untuk terus berkarya dan bahagia.

Cerita Megan mengajarkan kita tentang arti ketangguhan sejati. Di balik tubuh yang terbatas, tersimpan jiwa pejuang yang tak kenal menyerah. Ia membuktikan bahwa diagnosis medis bukanlah vonis mati, melainkan awal dari sebuah perjuangan baru yang bisa dimenangkan.(*)

Dwi Shintia Irianti

Recent Posts

Doa Bersama 1.000 Anak Yatim untuk Sidoarjo yang Lebih Baik di Hari Jadi Ke-167

Pendopo Delta Wibawa terasa berbeda pada Minggu (1/2/2026) pagi. Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-167…

5 minutes ago

Persiapan Asrama Haji Surabaya Capai 89 Persen Sambut Jemaah Haji, Fokus Perbaiki Ratusan Kamar yang Rusak

Jelang penyelenggaraan haji 2026, persiapan untuk transit jemaah di Asrama Haji Surabaya terus dilakukan. Dengan…

25 minutes ago

Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Surabaya, Pohon dan Reklame Tumbang

Cuaca ekstrem melanda Kota Surabaya sejak siang hingga malam hari ini, Selasa (3/2). Hujan deras…

1 hour ago

Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Ruas Jalan di Perkampungan dan Jalan Raya di Surabaya Terendam Banjir

Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Surabaya sejak Selasa (3/2) sore hingga malam…

2 hours ago

Rektor UINSA Dukung Upaya Kemenag, untuk Peningkatan Kesejahteraan Guru Madrasah

Kementerian Agama (Kemenag) akan melakukan perbaikan tata kelola dan peningkatan kesejahteraan guru madrasah di seluruh…

19 hours ago

Bek Timnas Brazil U-20, Jefferson Silva, Terpukau Dukungan Bonek saat Lawan Dewa United

Pemain baru Persebaya Surabaya, Jefferson Silva, mengaku terpukau dengan loyalitas Bonek dan Bonita saat Bajul…

1 day ago

This website uses cookies.