Sebelum puncak festival, telah berlangsung pelatihan ludruk dan karawitan yang dipimpin seniman senior, Slamet Raharjo. Sebanyak 25 anak dan remaja dari Putat Jaya rutin berlatih setiap minggu di SDN Pakis 5. Meski awalnya asing, ludruk dan karawitan ternyata menjadi aktivitas yang menarik bagi mereka.
“Penting bagi para anak muda mengenal budaya Jawi dan melestarikannya, sebelum diakui sebagai warisan budaya negara lain,” ujar pelatih karawitan Slamet Raharjo.
Ketua Karang Taruna Kelurahan Putat Jaya, M. Hafidz, menyambut positif antusiasme generasi muda. “Kami sangat mendukung kegiatan ini. Walaupun awalnya cukup sulit mengajak teman-teman untuk terlibat, kami harus sabar mencari bibit lokal berbakat yang ternyata punya minat tetapi selama ini belum memiliki wadah penyaluran,” ungkap Hafidz.
Pada malam puncak, pengunjung disuguhi pertunjukan kolaboratif yang memadukan ludruk dan karawitan muda dengan tayangan film dokumenter serta video mapping dari arsip para senior budaya. Pertunjukan makin indah dengan busana karawitan hasil karya Genarta, kelompok usaha batik lokal Putat Jaya wujud nyata sinergi dengan UMKM setempat. (ahm)
Page: 1 2
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia berlangsung meriah di sejumlah wilayah Kabupaten Sidoarjo,…
Gapura pembatas Desa Jogosatru, Kecamatan Sukodono, diresmikan Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana.
Puncak peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di RW 9 Perumahan Park Royal Regency, Sidokarto, Buduran,…
Dinamika sidang Komisi Organisasi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas,…
Sembilan kiai sepuh yang tergabung dalam majelis Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) Muktamar ke-35 NU…
Rangkaian krusial Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) memasuki babak penting setelah proses pemungutan dan penghitungan…
This website uses cookies.