Categories: Surabaya

Sampah Horeka di Keputih Dipilah Sembarangan Ancam Lingkungan, Cak Eri Ancam Pidanakan Pengelola

METROTODAY, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menertibkan aktivitas pemilahan dan pengolahan sampah tanpa izin di lahan seluas sekitar 1,4 hektare di Kelurahan Keputih.

Lokasi tersebut digunakan untuk memilah sampah dari sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka), namun tidak mengantongi izin pengelolaan serta berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan warga.

Penertiban tersebut sempat memanas. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bahkan sempat marah kepada pengelola sampah ilegal. Saat Eri bersama tim Dinas Lingkungan Hidup melakukan pembersihan, seorang yang mengaku sebagai pemilik datang dan marah-marah.

Sempat terjadi ketegangan antara pengelola dan Wali Kota Eri. Bahkan Eri mengancam akan menjerat pihak tersebut dengan pidana jika tidak segera membersihkan lokasi yang sengketa itu.

Eri menegaskan pengelolaan sampah tidak boleh dilakukan sembarangan, bahkan di lahan milik pribadi sekalipun. Pengelola wajib memenuhi syarat ketat, mulai dari ketersediaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), armada pengangkutan, hingga sistem pemilahan yang sesuai standar.

“Jangan sampai air lindi itu akhirnya merusak tanah. Ketika ada tempat pemilahan sampah seperti ini, harus memiliki armada pembuangannya. Kalau sudah ada IPAL, tempat pemilahan sampahnya juga harus sesuai standar,” kata Eri, Sabtu (22/8).

Ia menjelaskan, larangan pengelolaan sampah secara terbuka atau open dumping telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Pemkot tidak hanya menertibkan, tetapi juga memastikan tidak ada dampak terhadap warga dan lingkungan.

“Kalau pemerintah saja hanya mengumpulkan sampah dengan cara open dumping bisa menjadi pidana. Maka ketika ada yang seperti ini, kita tertibkan. Boleh melakukan kegiatan pemilahan dan pengolahan sampah, tetapi harus memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan,” ujarnya.

Penertiban dilakukan setelah adanya laporan warga terkait bau dan kondisi lingkungan. Di lokasi ditemukan tumpukan residu sampah yang tidak bernilai ekonomi, berpotensi menghasilkan air lindi dan mencemari tanah serta air sekitar.

“Berapa banyak lindi yang turun? Berapa banyak kotoran yang ditimbulkan? Ini tidak bagus untuk kesehatan warga. Kalau sudah menyentuh warga Surabaya, siapa pun yang melakukan akan saya tindak,” tegasnya.

Page: 1 2

Jay Wijayanto

Recent Posts

Wisudawan Untag Asal NTT Hadiri Wisuda Tanpa Keluarga, Civitas Akademis Urunan Kirim Donasi

Kebahagiaan wisuda ke-133 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Sabtu (22/8), terasa lebih bermakna. Di…

4 hours ago

Melintas di Jalur Khusus R4, Pemotor Warga Gresik Tewas Ditabrak Mobil di Jembatan Suramadu

Kecelakaan lalu lintas antara sepeda motor dan mobil terjadi di area Jembatan Suramadu, Tambak Wedi,…

5 hours ago

Wayang Pandawa Jadi Art Toys, Mahasiswa UK Petra Kenalkan Budaya Jawa ke Gen Alpha

Pameran tugas akhir Adiwarna 2026 karya mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) dan International Program in…

5 hours ago

Didukung 36 Cabor, Rafi Wibisono Daftar Calon Ketua Umum KONI Sidoarjo

Rafi Wibisono meramaikan bursa calon ketua umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sidoarjo periode…

8 hours ago

Akses Nagekeo Tersendat, Gempa Susulan Terus Terjadi, Tim ITS Turun Pantau Struktur Bangunan di NTT

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) segera menerjunkan tim Satgas Bencana untuk melakukan peninjauan ke lokasi…

17 hours ago

Gubernur Khofifah: Jatim Siap Bantu Penanganan Darurat Bencana di NTT, Kirim Bantuan 64,4 Ton

Pemprov Jatim bersama Pelindo Regional 3 Sub Regional Jawa berkolaborasi menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat…

17 hours ago

This website uses cookies.