Categories: Surabaya

Banyak Stan Kosong di Pasar Surabaya dan SWK, Pemkot Minta Pedagang di Tepi Jalan dan PKL untuk Tempati

METROTODAY, SURABAYA – PT Pasar Surya Perseroda menyediakan sekitar 2.700 stan kosong yang tersebar di seluruh pasar milik daerah. Fasilitas ini disiapkan khusus untuk menampung pedagang pasar tumpah dan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ditata, dengan ketentuan bebas biaya sewa sebagai wujud keberpihakan pada pelaku usaha kecil.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma, menegaskan penataan tidak sekadar penertiban, melainkan diawali sosialisasi dan dialog bersama camat serta lurah jauh sebelum petugas turun ke lapangan.

“Tidak mungkin serta-merta Satpol PP langsung melakukan penertiban. Pasti sebelumnya camat dan lurah sudah melakukan sosialisasi serta berdiskusi mencari jalan keluar bersama pedagang,” ujar Vykka, Sabtu (18/7).

Ia menjamin seluruh pedagang yang direlokasi dapat menempati stan tanpa membayar biaya sewa. Vykka mengimbau pedagang segera melapor jika menemui oknum yang meminta biaya.

“Jika ada yang memungut bayaran, silakan lapor ke kami atau hotline Pak Wali Kota Eri Cahyadi. Pasti akan kami tindak tegas,” tegasnya.

Data mencatat sekitar 2.200 pedagang pasar tumpah ber-KTP Surabaya dan 500 pedagang dari luar kota. Selain 2.700 stan di pasar, Pemkot juga menyiapkan 570 unit di Sentra Wisata Kuliner (SWK) sebagai alternatif tempat usaha.

Pemkot juga menindak tegas praktik penyalahgunaan stan, seperti tidak dipakai berdagang atau diperjualbelikan. Contohnya di Pasar Tembok Dukuh, hak pakai stan dicabut karena pemegangnya tidak memanfaatkan sesuai peruntukan.

“Stan harus digunakan untuk kemaslahatan bersama. Jika tidak dipakai atau diperjualbelikan, kami akan cabut haknya agar bisa dipakai pedagang yang benar-benar membutuhkan,” jelas Vykka.

Direktur Utama PT Pasar Surya Perseroda, Agus Priyo, membenarkan seluruh stan disediakan gratis saat pengalihan. Setelah menempati, pedagang hanya dikenai biaya kebersihan dan administrasi yang sangat ringan.

“Totalnya hanya Rp53.000 per bulan per stan. Itu pun baru dibayar setelah pedagang sudah berdagang di tempat baru,” kata Agus.

Ia mengakui tantangan tersendiri karena sebagian pedagang ingin tetap berdagang di lokasi yang sudah dikenal pelanggan. Namun sosialisasi terus digencarkan agar aturan dapat berjalan seiring dengan kenyamanan berusaha. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Datang Bukan Sekadar Main, PSIS Ingin Tampil Maksimal Hadapi Persebaya di Stadion GBT

Menjelang pertandingan persahabatan Anniversary Game menyambut ulang tahun ke-99 Persebaya Surabaya, Asisten Pelatih PSIS Semarang,…

10 hours ago

Persebaya Targetkan Kemenangan Lawan PSIS di Laga Anniversary Game Spesial 99 Tahun

Stadion Gelora Bung Tomo siap bergemuruh menyambut pertandingan spesial ulang tahun ke-99 Persebaya Surabaya, Minggu…

10 hours ago

Sukses Lahirkan WBK-WBBM, Kemenag Jatim Jadi Rujukan Nasional

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menjadi tuan rumah kunjungan kerja Kanwil Kemenag Provinsi…

10 hours ago

Kurang Konsentrasi, Mobil yang Dikendarai Warga Sidoarjo Terjepit di Pembatas Jalan Karang Tembok Surabaya

Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Karang Tembok, Surabaya, Sabtu (18/7) pagi. Sebuah mobil tersangkut…

15 hours ago

Satu Tahta Diperebutkan oleh Dua Raja, Siapa yang akan Menutup Buku Piala Dunia? Simak Prediksi METROTODAY

Panggung terbesar sepak bola akhirnya menyisakan dua nama. Spanyol dan Argentina akan saling berhadapan pada…

22 hours ago

Langkah Jenius atau Sengklek? FIFA Rela Bobol Kas Rp451 Miliar Demi Menggaji Streamer Amerika di Piala Dunia 2026

Nama streamer asal Amerika Serikat, IShowSpeed, kembali mengguncang jagat maya di tengah kemeriahan Piala Dunia…

22 hours ago

This website uses cookies.