Sosialisasi dilakukan untuk mencegah anak-anak saat libur sekolah bermain di perlintasan kereta api. (Foto: Istimewa)
METROTODAY, SURABAYA – Memasuki masa libur sekolah, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 8 Surabaya mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, untuk tidak bermain maupun beraktivitas di sekitar jalur kereta api.
Pihaknya juga mengajak orang tua, guru, dan tokoh masyarakat aktif mengedukasi anak-anak guna mencegah risiko kecelakaan serta kerusakan fasilitas.
Pelaksana Harian Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Reynold Parulian Napitupulu, menjelaskan bahwa pada masa libur, aktivitas anak-anak di luar rumah cenderung meningkat.
Sering ditemukan mereka bermain layang-layang, bersepeda, berjalan kaki, duduk-duduk, hingga berswafoto di kawasan rel, padahal area tersebut merupakan zona terbatas khusus operasional kereta api.
“Kami mengingatkan bahwa jalur kereta api bukan tempat bermain. Kereta api memiliki dimensi besar, kecepatan tinggi, dan tidak dapat berhenti secara mendadak. Oleh karena itu, masyarakat harus menjaga jarak aman dan tidak melakukan aktivitas apa pun di sekitar rel kereta api,” ujar Reynold, Rabu (24/6).
Selain soal keselamatan, KAI juga menekankan pentingnya menjaga keutuhan sarana dan prasarana perkeretaapian dari tindakan vandalisme.
Mulai dari pencoretan badan kereta, perusakan pagar pengaman, hingga penempatan benda asing di jalur rel dapat mengganggu perjalanan dan membahayakan keselamatan banyak pihak.
“Fasilitas perkeretaapian merupakan aset negara yang digunakan untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat. Oleh karena itu, setiap bentuk perusakan maupun vandalisme tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga dapat berdampak pada keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta api,” ungkapnya.
Pihaknya juga menyoroti masih sering terjadi pelemparan batu atau benda lain ke arah kereta yang melintas. Tindakan ini berisiko menyebabkan kaca pecah, melukai penumpang maupun petugas, serta mengganggu kelancaran operasional.
“Kami mengajak masyarakat untuk menghentikan segala bentuk tindakan pelemparan terhadap kereta api. Apa yang mungkin dianggap sebagai candaan atau kenakalan sesaat dapat berakibat fatal dan membahayakan banyak orang,” tambahnya.
Berdasarkan catatan KAI Daop 8 Surabaya, sepanjang tahun 2025 tercatat 1 kasus vandalisme dan 3 kasus pelemparan batu. Hingga Juni 2026, jumlah kasus masih tetap sama. Selama periode tersebut, pihaknya telah melaksanakan 72 kegiatan sosialisasi keselamatan ke sekolah-sekolah, warga sekitar rel, dan pengguna jalan.
Reynold menegaskan bahwa segala tindakan yang merusak atau mengganggu operasional kereta api melanggar hukum dan dapat dikenakan sanksi pidana.
Selama masa libur sekolah, pihaknya juga meningkatkan patroli serta mempererat koordinasi dengan aparat dan warga guna memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan kereta api. (ahm)
Sebanyak 19 jemaah haji Debarkasi Surabaya masih belum dapat pulang ke Indonesia karena harus menjalani…
etelah sempat dianggap menutup kisahnya dengan manis lewat Toy Story 4, Pixar kembali membuka kotak…
Timnas Brasil memamerkan status mereka sebagai salah satu kandidat juara Piala Dunia 2026 setelah membekap…
Timnas Maroko harus bekerja ekstra keras sebelum akhirnya memulangkan Haiti dengan skor 4-2 pada laga…
Swiss menutup fase grup Piala Dunia dengan senyum lebar setelah menaklukkan tuan rumah Kanada 2-1…
Status sebagai juara Asia ternyata tidak cukup untuk menyelamatkan Qatar dari kenyataan pahit di Piala…
This website uses cookies.