Categories: Surabaya

Unesa Raih Rekor MURI, Gelar Yoga Internasional Inklusif Diikuti Penyandang Disabilitas

METROTODAY, SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berhasil mencatatkan rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka peringatan Hari Yoga Internasional. Kegiatan yang digelar di Lapangan Rektorat Unesa, Lidah Wetan, Surabaya, Minggu (21/6) ini diikuti ribuan peserta yang terdiri dari penyandang disabilitas dan non disabilitas secara bersama-sama.

Wakil Rektor Bidang IV Unesa, Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko, M.Kes., menyampaikan kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen kampus yang memiliki tiga keunggulan utama yakni bidang disabilitas, olahraga, dan seni.

Menurutnya, selama ini banyak yang menganggap yoga hanya dapat dilakukan oleh orang tanpa keterbatasan fisik, namun Unesa ingin membuktikan sebaliknya.

“Unesa ingin menunjukkan bahwa kami hadir untuk anak-anak disabilitas. Selama ini yoga sering dianggap hanya untuk non-disabilitas, tapi kami ingin menyetarakan, tidak ada jarak antara keduanya. Hari ini kami buktikan dengan antusiasme luar biasa, di mana gerakan yang diajarkan juga dapat dilakukan oleh anak-anak disabilitas,” ujar Prof. Dwi.

Ribuan orang termasuk disabilitas mengikuti Yoga massal di Lapangan Rektorat Unesa. Kegiatan ini memecahkan rekor MURI. (Foto: Ahmad/METROTODAY)

Secara keseluruhan, kegiatan ini diikuti sekitar 3.000 peserta, di mana lebih dari 150 orang di antaranya adalah penyandang disabilitas.

“Ini adalah bentuk kolaborasi. Kami ingin memberikan ruang yang sama bagi penyandang disabilitas dan non-disabilitas untuk berpartisipasi aktif,” tuturnya.

Sementara itu, instruktur yoga sekaligus Aktris, Anjasmara Prasetya, menjelaskan gerakan yang diajarkan tetap mengacu pada standar internasional yang dipatenkan oleh Pemerintah India. Ia menegaskan yoga dapat disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing peserta.

“Gerakan yang dilakukan adalah standar protokol yoga yang dapat dilakukan siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Bukan hanya untuk orang yang sehat, tetapi juga teman-teman disabilitas, asalkan disesuaikan dengan kemampuan tubuh masing-masing,” jelas Anjasmara.

Pemeran Si Cecep ini menambahkan bahwa yoga membawa banyak manfaat, mulai dari meningkatkan metabolisme tubuh, melancarkan peredaran darah, menambah kadar oksigen, hingga membantu menenangkan pikiran dan mengurangi ketegangan.

“Yoga tidak mengenal batas usia, jenis kelamin, atau kondisi fisik. Bagi penyandang disabilitas, manfaatnya sama besar: tubuh lebih rileks, metabolisme membaik, dan kualitas hidup pun meningkat,” tegasnya.

Page: 1 2

Jay Wijayanto

Recent Posts

Doku Ingin Dampingi Kelahiran Anak Pertama, Studio TV Malah Sewot! L’Equipe Kena Bumerang

enyerang sayap Belgia dan Manchester City, Jeremy Doku, menjadi pusat perdebatan panas di tengah Piala…

3 hours ago

Ambisi Gila Infantino demi Piala Dunia 2026: Tempuh Ribuan Kilometer Tonton Dua Laga Sehari Lintas Benua

Di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026 yang tersebar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, satu…

3 hours ago

Keliling Kota Piala Dunia #5: Kansas-Missouri Pusat Musik Jazz dan Barbeku Terbaik di Amerika

Di antara deretan kota tuan rumah Piala Dunia 2026, Kansas City mungkin bukan nama yang…

4 hours ago

Sidang Tembok Mutiara Regency di PTUN, Ahli Unair Tegaskan Bupati Sidoarjo Berwenang Bongkar Demi Integrasi Jalan

Sidang gugatan pembongkaran tembok pembatas antara Perumahan Mutiara Regency dan Mutiara City di Desa Banjarbendo,…

4 hours ago

Jawara Eropa Datang ke Jakarta! Aston Villa Tantang Indonesia All-Star di SUGBK, Tiket Dibanderol Mulai Rp200 Ribu

Publik sepak bola Indonesia kembali mendapat suguhan laga internasional bergengsi. Klub Liga Inggris, Aston Villa,…

7 hours ago

Aljazair Remontada Yordania Pakai Jalur Udara, Buat Raja Abdullah II Sakit Kepala!

Drama tingkat tinggi tersaji di Levi’s Stadium saat Aljazair sukses memperpanjang napas mereka di Piala…

9 hours ago

This website uses cookies.