Kehadiran petugas dinilai sangat positif oleh para pelaku usaha. Misni, salah satu pedagang hewan kurban di kawasan Rungkut, mengaku menyambut baik langkah yang diambil oleh pemerintah kota. Menurutnya, adanya pemeriksaan resmi justru meningkatkan kepercayaan pembeli terhadap dagangannya.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Dengan adanya pemeriksaan dan stiker jaminan kesehatan dari dinas, pembeli jadi lebih percaya diri membeli hewan di tempat kami. Ini juga menjadi kontrol bagi kami pedagang agar tetap menjaga kualitas dan kesehatan hewan dagangan,” ungkap Misni.
Dari serangkaian pemeriksaan yang telah berjalan di sejumlah titik, petugas menemukan beberapa hewan kurban yang terindikasi mengidap penyakit ringan. Beberapa kambing diketahui terserang flu dan scabies (kudis). Hewan-hewan yang sakit tersebut langsung dikarantina dan mendapatkan penanganan medis serta pengobatan dari tim medis dinas agar kondisinya segera membaik.
DPKP Kota Surabaya menegaskan bahwa operasi pemeriksaan ini tidak akan berhenti di satu titik saja, melainkan akan terus berlanjut dan mencakup seluruh pusat penjualan hewan kurban hingga menjelang Hari Raya Idul Adha tiba. Hal ini demi memastikan tidak ada hewan yang sakit atau tidak layak dikurbankan beredar di pasaran. (ahm)
Page: 1 2
Pemilihan Player of the Match (POTM) di Piala Dunia 2026 mendadak menjadi bahan perdebatan. Mekanisme…
Laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium pada Senin (6/7) dinihari WIB…
Kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana perjalanan ibadah umrah yang melibatkan PT Hanania Tama International…
Musik merupakan salah satu karya seni yang memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Selain sebagai…
Menyambut fase paling krusial dalam perebutan trofi paling bergengsi di jagat sepak bola, produsen perlengkapan…
Olahraga okol atau yang lebih dikenal sebagai gulat tradisional, merupakan salah satu warisan budaya yang…
This website uses cookies.