Kehadiran petugas dinilai sangat positif oleh para pelaku usaha. Misni, salah satu pedagang hewan kurban di kawasan Rungkut, mengaku menyambut baik langkah yang diambil oleh pemerintah kota. Menurutnya, adanya pemeriksaan resmi justru meningkatkan kepercayaan pembeli terhadap dagangannya.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Dengan adanya pemeriksaan dan stiker jaminan kesehatan dari dinas, pembeli jadi lebih percaya diri membeli hewan di tempat kami. Ini juga menjadi kontrol bagi kami pedagang agar tetap menjaga kualitas dan kesehatan hewan dagangan,” ungkap Misni.
Dari serangkaian pemeriksaan yang telah berjalan di sejumlah titik, petugas menemukan beberapa hewan kurban yang terindikasi mengidap penyakit ringan. Beberapa kambing diketahui terserang flu dan scabies (kudis). Hewan-hewan yang sakit tersebut langsung dikarantina dan mendapatkan penanganan medis serta pengobatan dari tim medis dinas agar kondisinya segera membaik.
DPKP Kota Surabaya menegaskan bahwa operasi pemeriksaan ini tidak akan berhenti di satu titik saja, melainkan akan terus berlanjut dan mencakup seluruh pusat penjualan hewan kurban hingga menjelang Hari Raya Idul Adha tiba. Hal ini demi memastikan tidak ada hewan yang sakit atau tidak layak dikurbankan beredar di pasaran. (ahm)
Page: 1 2
Kebakaran hebat melanda pergudangan Margomulyo Permai, Blok AH-11, Kelurahan Asemrowo, Surabaya, Rabu (19/8). Gudang milik…
Ledakan tabung gas elpiji terjadj kawasan Jalan Juwingan No. 72D, Kelurahan Kertajaya, Surabaya, pada Kamis…
BRI Region 12 Surabaya turut memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui Semarak Kemerdekaan
Gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), disusul gempa berkekuatan di…
Tim Rasena dari Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (Unair) merancang AURIS (Auditory…
Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) terus diperketat untuk mengawal kinerja perangkat daerah sekaligus mencegah risiko…
This website uses cookies.