Komodo di KBS yang berhasil dikembangbiaklan sehingga menarik Jepang untuk meminjam satwa langka tersebut. (Foto: istimewa)
METROTODAY, SURABAYA – Kebun Binatang Surabaya (KBS) resmi menjalin kerja sama konservasi dengan iZoo Shizuoka, Jepang, melalui skema breeding loan atau peminjaman satwa.
Kesepakatan bertajuk United for Wildlife ini ditandatangani pada Rabu (29/4), dan difokuskan pada pertukaran pengetahuan serta upaya pelestarian satwa langka, khususnya Komodo.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan buah pembahasan panjang selama sekitar satu dekade. Pihak Jepang tertarik meminjam komodo karena melihat keberhasilan KBS dalam mengembangbiakkan reptil terbesar di dunia tersebut.
“Saya matur nuwun, ini ada peminjaman satwa antara Surabaya dengan Jepang. Karena kita berhasil mengembangbiakkan komodo, mereka meminta untuk meminjamkan,” ujar Eri usai acara.
Eri menegaskan, skema yang digunakan adalah peminjaman selama lima tahun, bukan pertukaran kepemilikan.
Selama masa tersebut, kondisi satwa akan dipantau bersama, dan jika terjadi kondisi tertentu seperti sakit, komodo bisa ditarik kembali ke Indonesia.
“Nanti satwa kita di Jepang akan sama-sama kita pantau. Semoga peminjaman ini bisa menaikkan animo masyarakat di Surabaya maupun di Shizuoka,” harapnya.
Menariknya, Eri juga mengisyaratkan adanya kejutan berupa satwa dari Jepang yang akan dipinjamkan ke KBS sebagai daya tarik baru.
“Saya ingin merahasiakan dulu sampai binatangnya datang. Jadi itu surprise-nya untuk orang Surabaya karena warnanya merah. Bukan reptil tapi mamalia,” ungkapnya.
Direktur Operasional Perumda KBS, Nurika Widyasanti, memastikan komodo yang akan dikirim adalah hasil pengembangbiakan sendiri di KBS, berusia sekitar 8 hingga 12 tahun, dan berjumlah dua pasang.
Proses ini pun sudah melalui kajian ketat dari pemerintah pusat agar populasi di Surabaya tidak terganggu.
“Selama ini komodo memang berkembang biak dengan baik di sini. Pemerintah pusat sudah melakukan kajian, sehingga proses breeding di KBS tidak akan terhenti meski dua pasang ini diberangkatkan,” jelasnya.
Perjanjiannya 5 tahun, setelah itu akan dikembalikan lagi. Prinsipnya kerja sama ini untuk mempertahankan jumlah spesies supaya tidak sampai punah.
Pihaknya juga akan melakukan pemantauan dan pelaporan tahunan, serta siap berkoordinasi cepat jika ada kondisi darurat pada satwa.
Sementara itu, Director of iZoo Japan, Tsuyoshi Shirawa, mengaku sudah menunggu dan mempersiapkan fasilitas selama 10 tahun agar kondisi kandang dan iklimnya sesuai dengan habitat asli komodo di Indonesia.
“Di Jepang kita menunggu 10 tahun untuk mempersiapkan semuanya. Kandangnya dibuat sesuai iklim Indonesia,” katanya.
Ia menegaskan komitmen dalam MoU bahwa meski nanti komodo beranak di Jepang, seluruh keturunannya tetap menjadi milik Indonesia.
“Intinya cuma peminjaman saja. Meskipun nanti beranak, tetap itu punya Indonesia, tidak akan ke mana-mana tanpa izin Indonesia. Orang Jepang sangat senang dan menantikan kehadiran mereka,” tuturnya.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut kesepakatan antara Kementerian Kehutanan RI dan Pemerintah Prefektur Shizuoka, sebagai bagian dari diplomasi hijau untuk konservasi, penelitian, dan edukasi. (ahm)
Diskusi yang mengusung tema Sport Tourism: Branding Lapangan Bola sebagai Ikon Ekonomi Desa tersebut berlangsung…
Diskominfo Sidoarjo menjanjikan akan menyalurkan internet highspeed untuk lapangan-lapangan desa yang mayoritas sudah berbenah dan…
Lapangan bola yang tersebar di banyak desa di Sidoarjo ternyata memiliki potensi ekonomi besar. Hal…
Mimpi untuk menunaikan ibadah haji akhirnya menjadi kenyataan bagi Mukarromah Basyar. Perempuan 57 tahun asal…
Warga Jalan Wonokusumo Jaya Baru, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Surabaya, Senin (29/4) digemparkan oleh seorang…
Kecelakaan lalu lintas menimpa rombongan jemaah haji Embarkasi Surabaya Kloter 2 yang berasal dari Kabupaten…
This website uses cookies.