Categories: Surabaya

Kali Tebu Surabaya Penuh Sampah Plastik, Kandungan Mikroplastik 123 Partikel per 100 Liter Air

METROTODAY, SURABAYA – Kondisi lingkungan Kali Tebu, Surabaya, menjadi sorotan publik menjelang peringatan Hari Bumi. Berdasarkan hasil pemantauan terbaru dari ECOTON, sungai ini masih didominasi oleh sampah plastik hasil aktivitas sehari-hari dan telah terkonfirmasi mengalami kontaminasi mikroplastik yang cukup tinggi.

Untuk mengetahui sumber pencemaran, ECOTON melakukan metode brand audit atau identifikasi merek pada kemasan sampah yang ditemukan. Hasilnya, tercatat sebanyak 679 potong sampah plastik berhasil dikumpulkan dan diidentifikasi, yang sebagian besar merupakan kemasan sekali pakai dari produk konsumsi harian.

“Sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Pasal 15, produsen memiliki kewajiban atas sampah yang dihasilkan dari produk dan kemasan mereka. Melalui brand audit ini, kita menuntut tanggung jawab tersebut karena secara hukum produsen wajib mengelola sampah plastiknya,” ujar Alaika Rahmatullah, Koordinator Brand Audit ECOTON, Rabu (22/4).

Ia juga menegaskan bahwa keberadaan sampah yang masih memenuhi sungai tersebut bertentangan dengan peraturan yang berlaku.

“Apalagi, merujuk pada PP Nomor 22 Tahun 2021 Lampiran VI, ditegaskan bahwa standar kualitas sungai kita harus nihil sampah atau tidak boleh ada sampah terapung sedikit pun. Jika sampah bermerek ini masih memenuhi Kali Tebu, artinya ada aturan hukum yang sedang dilanggar,” tegasnya.

Selain sampah yang terlihat mata, penelitian juga mengungkap fakta mengkhawatirkan terkait kandungan mikroplastik. Di lima titik pemantauan, ditemukan akumulasi mencapai total 410 partikel per 100 liter air.

Tingkat kontaminasi tertinggi ditemukan di Wilayah Hilir Tambak (Kelurahan Tambak Wedi) yang mencapai 123 partikel/100 liter, disusul oleh Taman Toga (Kelurahan Tanah Kali Kedinding) sebanyak 107 partikel/100 liter.

Kondisi Kalitebu yang penuh dengan sampah plastik membuat para peneliti turun untuk melakukan penelitian terhadap kandungan mikroplastik. (Foto: Ahmad/METROTODAY)

Jenis mikroplastik yang ditemukan meliputi fiber, fragmen, pellet, film, dan foam, yang didominasi oleh sisa aktivitas rumah tangga.

“Temuan mikroplastik di lima titik pemantauan Kali Tebu, mengingatkan kita bahwa kondisi ini memerlukan perhatian bersama agar dampak pencemaran terhadap ekosistem air dan kesehatan masyarakat dapat segera tertangani,” ujar Sofi Azilan Aini, Peneliti ECOTON.

Kepala Laboratorium ECOTON, Rafika Aprilianti, menjelaskan bahwa partikel mikroplastik ini sangat berbahaya karena dapat masuk ke dalam rantai makanan.

“Temuan mikroplastik di Kali Tebu, ini dapat berdampak pada ekosistem dan berpotensi masuk ke dalam rantai makanan melalui ikan dan organisme air lainnya. Dalam jangka panjang, mikroplastik dapat terakumulasi dalam tubuh manusia,” paparnya.

Lebih jauh ia menjelaskan dampak serius yang bisa ditimbulkan. “Penelitian terakhir menunjukkan bahwa mikroplastik membawa zat kimia berbahaya, memicu gangguan hormon bahkan sampai menurunkan kesuburan pria maupun wanita. Kalau di tingkat organ bisa menyebabkan peradangan dalam tubuh jika paparannya terlalu banyak dan sering,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Sidoarjo Jadi Kabupaten STBM 5 Pilar, Bukti Budaya Hidup Bersih di Masyarakat

Upaya panjang Pemkab Sidoarjo membangun budaya hidup bersih dan sehat akhirnya membuahkan hasil. Resmi menyandang…

15 hours ago

Harkopnas ke-79, Momentum Serukan Kebangkitan Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Nasional

Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) sukses menyelenggarakan acara Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tingkat…

17 hours ago

Isu HIV di Kalangan Pelajar Merupakan Akumulasi Kasus, Dinkes Sidoarjo: Edukasi dan Pendampingan Harus Jadi Prioritas

Isu yang menyebut ratusan pelajar di Kabupaten Sidoarjo terjangkit HIV sempat memicu keresahan masyarakat. Bahkan…

1 day ago

70 Persen Wabah Baru dari Hewan, Surabaya Perkuat Pencegahan Zoonosis Termasuk Leptospirosis dan Rabies

Sekitar 70 persen penyakit menular baru yang berpotensi wabah berasal dari hewan. Menjawab ancaman itu,…

1 day ago

Mentan Amran Janji Bayar Rp 100 Miliar Jika Benih Jagung ITS Hasilkan 10 Ton per Hektare

Kementerian Pertanian RI memberikan dukungan nyata hilirisasi riset perguruan tinggi dengan membeli sejumlah alat pertanian…

1 day ago

Muatan Berat dan Jalan Miring, Tossa Tercebur ke Sungai di Kenjeran Surabaya, Pengemudi Selamat

Sebuah kendaraan roda tiga atau tossa bernomor polisi L 3539 EX yang mengangkut material bangunan…

2 days ago

This website uses cookies.