Categories: Surabaya

Wamendikdasmen Tinjau Hari Kedua UTBK di Unesa, Minta Kasus Joki Diproses Hukum

METROTODAY, SURABAYA – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, melakukan pemantauan langsung pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Kampus 2 Lidah Wetan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rabu (22/4).

Kunjungan ini bertujuan memastikan seluruh tahapan ujian berjalan sesuai prosedur dengan menjunjung tinggi prinsip kejujuran.

Dalam tinjauannya, Wamen Atip menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan di hari kedua berjalan tertib dan aman.

Namun, ia memberikan perhatian serius terhadap temuan praktik perjokian yang terdeteksi pada hari pertama.

“Kasus tersebut melibatkan pemalsuan identitas. Ini adalah pelanggaran serius yang harus diproses secara tegas. Tidak hanya joki, tetapi peserta yang menggunakan jasa joki juga akan dikenai sanksi berat berupa diskualifikasi hingga konsekuensi hukum pidana atas pemalsuan dokumen,” tegas Atip.

Ahli hukum internasional tersebut menambahkan bahwa pelaku tidak akan diberi kesempatan mengikuti jalur seleksi mandiri.

Bahkan, jika kecurangan baru terdeteksi setelah peserta menjadi mahasiswa, pihak kampus berhak memberhentikan yang bersangkutan secara tidak hormat.

 

Sementara itu Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi, menjelaskan bahwa praktik perjokian tersebut berhasil digagalkan berkat pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

“Tim kami mencurigai adanya penggunaan foto lama dari pendaftaran tahun sebelumnya yang digunakan kembali dengan identitas berbeda tahun ini,” ungkap Martadi.

“Analisis AI membantu kami melakukan verifikasi data secara presisi sebelum ujian berlangsung dengan tingkat kemiripan hingga 95 persen,” tambahnya.

Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa pelaku mengaku direkrut oleh jaringan tertentu dan dibekali dokumen palsu.

Pelaku membawa KTP serta ijazah yang fotonya telah dimanipulasi, namun menggunakan stempel basah yang tampak sangat autentik.

Pihak Unesa juga telah melakukan verifikasi silang ke sekolah asal untuk memastikan adanya manipulasi data tersebut.

Martadi mengimbau kepada seluruh peserta agar tetap percaya pada kemampuan diri sendiri dan tidak tergiur tawaran pihak mana pun yang menjanjikan kelulusan melalui cara-cara instan atau ilegal.

Ia kembali menegaskan bahwa sistem seleksi saat ini telah dirancang dengan pengawasan yang sangat ketat. Kejujuran dan persiapan akademik yang matang merupakan satu-satunya kunci untuk meraih kesuksesan.

“Peserta diharapkan fokus pada pengerjaan soal dan tidak merusak masa depan mereka dengan melakukan tindakan kecurangan yang berujung pada sanksi berat,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Sidoarjo Jadi Kabupaten STBM 5 Pilar, Bukti Budaya Hidup Bersih di Masyarakat

Upaya panjang Pemkab Sidoarjo membangun budaya hidup bersih dan sehat akhirnya membuahkan hasil. Resmi menyandang…

13 hours ago

Harkopnas ke-79, Momentum Serukan Kebangkitan Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Nasional

Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) sukses menyelenggarakan acara Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tingkat…

15 hours ago

Isu HIV di Kalangan Pelajar Merupakan Akumulasi Kasus, Dinkes Sidoarjo: Edukasi dan Pendampingan Harus Jadi Prioritas

Isu yang menyebut ratusan pelajar di Kabupaten Sidoarjo terjangkit HIV sempat memicu keresahan masyarakat. Bahkan…

23 hours ago

70 Persen Wabah Baru dari Hewan, Surabaya Perkuat Pencegahan Zoonosis Termasuk Leptospirosis dan Rabies

Sekitar 70 persen penyakit menular baru yang berpotensi wabah berasal dari hewan. Menjawab ancaman itu,…

1 day ago

Mentan Amran Janji Bayar Rp 100 Miliar Jika Benih Jagung ITS Hasilkan 10 Ton per Hektare

Kementerian Pertanian RI memberikan dukungan nyata hilirisasi riset perguruan tinggi dengan membeli sejumlah alat pertanian…

1 day ago

Muatan Berat dan Jalan Miring, Tossa Tercebur ke Sungai di Kenjeran Surabaya, Pengemudi Selamat

Sebuah kendaraan roda tiga atau tossa bernomor polisi L 3539 EX yang mengangkut material bangunan…

2 days ago

This website uses cookies.