Jajaran mobil dinas yang terparkir rapi di Balai Kota Surabaya. (Foto: Istimewa)
METROTODAY, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat komitmen penghematan energi dan perbaikan kualitas lingkungan dengan melakukan transisi besar-besaran ke kendaraan listrik.
Sebagai langkah awal, Pemkot mulai melelang puluhan unit kendaraan operasional berbahan bakar minyak (BBM) yang usianya telah melebihi tujuh tahun.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan bahwa kendaraan yang dilelang tersebut nantinya akan diganti dengan kendaraan listrik melalui sistem sewa.
Langkah ini ditargetkan mulai berjalan pada Mei 2026, menyesuaikan dengan keberhasilan proses lelang yang sedang berlangsung.
“Makanya itu kita hari ini juga punya komitmen, 80 unit kendaraan juga kita lelang. Yaitu untuk kendaraan sepeda motor dan mobil yang belum terlelang. Kalau lelangnya sudah berhasil semua, maka di bulan Mei kita ganti dengan mobil listrik semuanya. Baik motor maupun mobil, nanti kita menggunakan sistem sewa,” ujar Eri, Kamis (16/4).
Cak Eri, sapaan akrabnya, juga menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) untuk mempercepat proses tersebut agar migrasi ke kendaraan listrik segera terealisasi.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati, merinci bahwa terdapat 85 unit kendaraan yang dilelang, terdiri dari 70 unit kendaraan roda empat (R4), 13 unit roda dua (R2), dan 2 unit roda tiga (R3).
“Jadi kendaraan yang usianya tujuh tahun itu kami kaji ulang untuk kita lakukan penjualan (lelang). Artinya apa? Di situ kan ada upaya-upaya melakukan penghematan energi benar-benar dilakukan secara masif,” jelas Wiwiek.
Proses lelang ini telah dimulai sejak 13 April hingga 20 April 2026 melalui situs resmi https://portal.lelang.go.id/. Wiwiek menargetkan pendapatan dari hasil lelang tahun ini bisa mencapai Rp6,3 miliar, sekaligus menekan penggunaan BBM secara signifikan.
Langkah efisiensi ini sebenarnya sudah dirintis sejak tahun 2024, dimulai dari kendaraan operasional Kepala Perangkat Daerah (PD) yang kini telah menggunakan mobil listrik sistem sewa.
“Kendaraan listrik itu kan juga sudah dilakukan ya penghematannya di posisi BBM. Kita menggunakan sistem sewa, artinya kami sudah melakukan efisiensi terhadap pemakaian BBM dan ada perbedaan yang signifikan terhadap penghematan,” tutur Wiwiek.
Selain transisi kendaraan, Pemkot Surabaya juga terus menjalankan kebijakan pendukung lainnya seperti opsi work from home (WFH) dan imbauan bagi ASN untuk menggunakan transportasi umum guna memaksimalkan penghematan energi di lingkungan pemerintah. (ahm)
Menghadirkan layanan publik digital yang aman, andal, dan berkelanjutan menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Sekda…
BRI aktif mendukung pembinaan bibit sepak bola Indonesia melalui berbagai inisiatif. Kali ini, BRI Region…
Persebaya Surabaya melakukan evaluasi total menyusul kekalahan telak 0-3 dari Persija Jakarta di Stadion Utama…
Timnas Indonesia U-17 bersiap menghadapi laga krusial melawan Malaysia pada matchday kedua Grup A ASEAN…
Warga Jalan Kertajaya Indah, Surabaya, dibuat panik setelah menemukan seekor ular sanca kembang berukuran besar…
Pemkot Surabaya terus memperkuat perlindungan hukum bagi perempuan dan anak pasca perceraian melalui kebijakan penonaktifan…
This website uses cookies.