Tiga Sekda terbaik peraih ASKOMPSI Digital Leadership Government Award (ADLGA) 2026 mengikuti program pendalaman sistem keamanan siber di Seoul, Korea Selatan. (Istimewa)
METROTODAY, SIDOARJO – Menghadirkan layanan publik digital yang aman, andal, dan berkelanjutan menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Para pemangku kebijakan daerah pun terus meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan tata kelola keamanan informasi.
Salah satu upaya peningkatan kapasitas itu seperti yang dilakukan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo Dr. Fenny Apridawati. Ia berkesempatan mengikuti program pendalaman sistem keamanan siber di Seoul, Korea Selatan.
Program itu merupakan apresiasi bagi tiga Sekda terbaik peraih ASKOMPSI Digital Leadership Government Award (ADLGA) 2025. Penghargaan diberikan atas capaian mendorong transformasi digital di daerah masing-masing.
Selain Fenny Apridawati, dua Sekda peraih penghargaan itu adalah Sri Wahyuni (Sekda Provinsi Kalimantan Timur) dan Arry Yuswadi (Sekda Provinsi Sumatera Barat).
Ketua Asosiasi Komunikasi dan Informatika Provinsi Seluruh Indonesia (ASKOMPSI) Muhammad Faisal menyampaikan bahwa kegiatan itu tidak hanya berupa pembelajaran klasikal. Tetapi juga mencakup observasi lapangan ke Korea Internet and Security Agency (KISA), lembaga otoritatif keamanan siber di Korea Selatan.
“Para Sekda memperoleh pengalaman langsung dalam memahami tata kelola keamanan siber dari salah satu negara dengan kemajuan teknologi terdepan di dunia,” ujar Faisal.
Program itu merupakan hasil kolaborasi ASKOMPSI dengan perusahaan keamanan siber global LSWare. Selama di Seoul, delegasi Indonesia mendapatkan materi intensif dari pakar internasional seperti Kim Hyun Soo (LSWare), Hwang Jin Soon (Axgate), hingga Jae Ho Jeong (Everyzone).
Faisal menegaskan bahwa peran Sekda sangat strategis sebagai penggerak utama (engine) transformasi digital. Pemahaman pimpinan terhadap keamanan informasi akan memastikan implementasi teknologi di daerah berjalan lebih aman dan terukur.
Senada, Sekda Sidoarjo Dr. Fenny Apridawati menekankan bahwa keamanan siber adalah fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik.
“Keamanan siber menjadi elemen krusial dalam menjaga integritas, kerahasiaan, dan ketersediaan data pemerintah. Dengan penguatan kapasitas ini, tata kelola layanan digital di Sidoarjo diharapkan semakin responsif terhadap berbagai potensi risiko siber,” ungkap Fenny.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sidoarjo Eri Sudewo menambahkan, keamanan siber kini telah menjadi bagian dari tata kelola pemerintahan modern yang strategis. Bukan sekadar urusan teknis.
“Hal ini sejalan dengan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang menuntut perlindungan data secara menyeluruh. Diskominfo akan terus mendorong literasi keamanan informasi dan penguatan infrastruktur digital di seluruh perangkat daerah,” jelas Eri.
Melalui langkah itu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo optimistis dapat meningkatkan kualitas layanan publik berbasis digital sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang transparan dan aman. (red/MT)
Upaya panjang Pemkab Sidoarjo membangun budaya hidup bersih dan sehat akhirnya membuahkan hasil. Resmi menyandang…
Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) sukses menyelenggarakan acara Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tingkat…
Isu yang menyebut ratusan pelajar di Kabupaten Sidoarjo terjangkit HIV sempat memicu keresahan masyarakat. Bahkan…
Sekitar 70 persen penyakit menular baru yang berpotensi wabah berasal dari hewan. Menjawab ancaman itu,…
Kementerian Pertanian RI memberikan dukungan nyata hilirisasi riset perguruan tinggi dengan membeli sejumlah alat pertanian…
Sebuah kendaraan roda tiga atau tossa bernomor polisi L 3539 EX yang mengangkut material bangunan…
This website uses cookies.