Categories: Surabaya

Ribuan NIK Terblokir, Layanan Kesehatan hingga Perizinan Terhenti, Warga Surabaya Diminta Segera Validasi Data DTSEN

METROTODAY, SURABAYA – Pemkot Surabaya mulai menindaklanjuti hasil validasi Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) 2025 dengan melakukan penertiban. Warga yang belum melakukan konfirmasi mandiri hingga batas waktu yang ditentukan, kini dikenakan pembatasan akses layanan publik secara sementara.

Kebijakan ini diterapkan setelah verifikasi lapangan yang dilakukan Oktober 2025 hingga Januari 2026 menemukan ribuan data yang dinilai belum valid. Batas akhir konfirmasi yang ditetapkan adalah 31 Maret 2026.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Surabaya, Eddy Christijanto, menyampaikan bahwa hingga awal April 2026, baru sekitar 4.040 Kepala Keluarga (KK) yang telah menyelesaikan proses konfirmasi data tersebut.

“Memasuki April, Pemkot mulai memberlakukan penangguhan akses bagi warga yang belum terverifikasi. Dampaknya mencakup sejumlah layanan, seperti fasilitas kesehatan yang terhubung dengan BPJS, perizinan, hingga pengajuan surat keterangan tidak mampu,” kata Eddy, Senin (13/4).

Warga Surabaya melakukan validasi data untuk aktifkan layanan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). (Foto: Istimewa)

Pembatasan ini juga berlaku bagi warga yang tidak ditemukan di alamat terdaftar saat survei, maupun mereka yang terbukti tidak memenuhi kewajiban nafkah anak sesuai putusan pengadilan.

“Dalam kondisi tersebut, NIK dibatasi sementara dari akses layanan Pemkot yang terintegrasi, baik digital maupun administratif,” imbuhnya.

Eddy menegaskan, kebijakan ini tidak bersifat permanen. Warga masih memiliki kesempatan untuk memperbarui data kapan saja melalui laman resmi https://cekinwarga.surabaya.go.id/konfirmasi-data-survey atau datang langsung ke kantor kelurahan.

“Masyarakat diimbau segera melakukan pengecekan. Setelah diverifikasi dan dinyatakan memenuhi ketentuan, akses akan dipulihkan, bahkan pada hari yang sama,” tegasnya.

Data yang akurat dan mutakhir ini nantinya akan menjadi dasar utama bagi perencanaan pembangunan Kota Surabaya untuk tahun 2026 hingga 2027.

Sebagai informasi, hasil survei sebelumnya mencatat bahwa hampir 90 persen petugas tidak menemukan warga di alamat yang terdata, dikarenakan banyak yang telah pindah tanpa melapor.

Selama periode pembukaan konfirmasi Februari-Maret lalu, tercatat sekitar 34-35 ribu jiwa melakukan pengecekan, namun baru 4.040 KK atau sekitar 9.000 jiwa yang menyelesaikan proses validasi hingga tuntas. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

4 Kloter Awal Debarkasi Surabaya Awali Kepulangan Jemaah Haji Indonesia pada 1 Juni

Jemaah dari Kloter 1 yang berasal dari Kabupaten Probolinggo dijadwalkan akan lepas landas dari Bandara…

20 hours ago

Jelang Kepulangan 1 Juni, 22 Jemaah Haji Jatim Wafat di Tanah Suci

Menjelang kepulangan jemaah haji Jawa Timur yang dijadwalkan mulai tiba di tanah air pada 1…

20 hours ago

Sidoarjo Raih Opini WTP ke-13 Berturut-turut, Bukti Pengelolaan Keuangan Transparan

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo konsisten untuk menyajikan pelaporan keuangan yang transparan dan akuntabel. Itu dibuktikan dengan…

22 hours ago

Jaga Prestasi Zero Stunting di Surabaya, Komisi A DPRD Kawal Pemerataan Fasilitas Posga

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya sekaligus anggota Badan Anggaran (Banggar), Anas Karno, mengunjungi RW 03…

23 hours ago

Perempuan Rentan Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Maya Jika Terlalu Aktif

Kemajuan teknologi membuka akses luas bagi perempuan untuk berkarya, bersuara, dan membangun jejaring di ruang…

2 days ago

Cegah Pelecehan Seksual, KAI Daop 8 Surabaya Hadirkan Female Seat Map hingga Sanksi Blacklist Seumur Hidup

Dalam upaya menciptakan lingkungan perjalanan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun…

2 days ago

This website uses cookies.