19 March 2026, 17:32 PM WIB

Terminal TOW Surabaya Mulai Padat Penumpang Mudik Tujuan Blora – Cepu, Puncak Mudik Diprediksi Hari Ini

spot_img

METROTODAY, SURABAYA – Terminal Tambak Osowilangon (TOW) Surabaya mulai dipadati penumpang yang hendak mudik Lebaran ke kampung halaman. Meski keramaiannya tidak setinggi Terminal Purabaya, arus penumpang yang akan naik bus terus berdatangan setiap saat.

Terlihat para pemudik membawa berbagai barang bawaan seperti kardus, koper, hingga ransel yang penuh, lalu menaiki bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).

Kepala Unit Terminal Tambak Osowilangon Surabaya, Hery Isbianto, menyatakan bahwa puncak arus pemudik di terminal TOW diperkirakan terjadi pada sore hari ini hingga besok, Kamis (19/3).

Hal ini dikarenakan hari ini, Rabu (18/3), merupakan hari cuti bersama sehingga banyak orang yang mulai berlibur dan mudik.

“Puncak hari ini sore sampai besok (Kamis) karena hari ini sudah mulai banyak yang libur,” ujar Hery, Kamis (19/5).

Hery juga menyampaikan data jumlah penumpang hingga siang hari ini yang mencapai 1.022 orang. Tujuan perjalanan paling banyak diminati para pemudik adalah Cepu, Blora, dan Purwodadi.

“Kebanyakan tujuan mereka di Cepu, Blora dan Purwodadi,” jelasnya.

Dibandingkan dengan hari normal yang relatif sepi, terjadi peningkatan jumlah penumpang di terminal tipe C ini. “Kenaikannya sedikit 60-70 persen dibandingkan dengan hari biasa,” tuturnya.

Selama periode angkutan mudik Lebaran, jumlah bus yang beroperasi di TOW berkisar antara 40 hingga 50 armada. Jumlah ini berkurang dibandingkan tahun lalu yang mencapai 50 hingga 60 armada.

Menurut Hery, pengurangan jumlah armada ini disebabkan oleh jumlah penumpang yang tidak membludak.

Selain itu, adanya program mudik gratis dan masyarakat yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi juga menjadi faktor penyebab penurunan jumlah penumpang mudik Lebaran tahun ini.

“Sedikit sekarang armadanya yang beroperasi hanya 40-50 unit kalau tahun lalu bisa 50-60,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu kru bus di TOW, Angga, mengaku tidak ada kenaikan tarif penumpang selama periode angkutan Lebaran. “Tetap masih Rp 30 ribu untuk jurusan Surabaya-Bojonegoro,” ujarnya.

Angga juga menambahkan bahwa jumlah penumpang mulai terlihat meningkat menjelang Idul Fitri. “Lumayan sudah terlihat dibandingkan kemarin,” pungkasnya. (ahm)

spot_img

METROTODAY, SURABAYA – Terminal Tambak Osowilangon (TOW) Surabaya mulai dipadati penumpang yang hendak mudik Lebaran ke kampung halaman. Meski keramaiannya tidak setinggi Terminal Purabaya, arus penumpang yang akan naik bus terus berdatangan setiap saat.

Terlihat para pemudik membawa berbagai barang bawaan seperti kardus, koper, hingga ransel yang penuh, lalu menaiki bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).

Kepala Unit Terminal Tambak Osowilangon Surabaya, Hery Isbianto, menyatakan bahwa puncak arus pemudik di terminal TOW diperkirakan terjadi pada sore hari ini hingga besok, Kamis (19/3).

Hal ini dikarenakan hari ini, Rabu (18/3), merupakan hari cuti bersama sehingga banyak orang yang mulai berlibur dan mudik.

“Puncak hari ini sore sampai besok (Kamis) karena hari ini sudah mulai banyak yang libur,” ujar Hery, Kamis (19/5).

Hery juga menyampaikan data jumlah penumpang hingga siang hari ini yang mencapai 1.022 orang. Tujuan perjalanan paling banyak diminati para pemudik adalah Cepu, Blora, dan Purwodadi.

“Kebanyakan tujuan mereka di Cepu, Blora dan Purwodadi,” jelasnya.

Dibandingkan dengan hari normal yang relatif sepi, terjadi peningkatan jumlah penumpang di terminal tipe C ini. “Kenaikannya sedikit 60-70 persen dibandingkan dengan hari biasa,” tuturnya.

Selama periode angkutan mudik Lebaran, jumlah bus yang beroperasi di TOW berkisar antara 40 hingga 50 armada. Jumlah ini berkurang dibandingkan tahun lalu yang mencapai 50 hingga 60 armada.

Menurut Hery, pengurangan jumlah armada ini disebabkan oleh jumlah penumpang yang tidak membludak.

Selain itu, adanya program mudik gratis dan masyarakat yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi juga menjadi faktor penyebab penurunan jumlah penumpang mudik Lebaran tahun ini.

“Sedikit sekarang armadanya yang beroperasi hanya 40-50 unit kalau tahun lalu bisa 50-60,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu kru bus di TOW, Angga, mengaku tidak ada kenaikan tarif penumpang selama periode angkutan Lebaran. “Tetap masih Rp 30 ribu untuk jurusan Surabaya-Bojonegoro,” ujarnya.

Angga juga menambahkan bahwa jumlah penumpang mulai terlihat meningkat menjelang Idul Fitri. “Lumayan sudah terlihat dibandingkan kemarin,” pungkasnya. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait