Pembagian takjil gratis di depan gerbang Kampus 2 Lidah Wetan, Surabaya, resmi berakhir setelah 22 hari. (Foto: Ahmad/METROTODAY)
METROTODAY, SURABAYA – Kegiatan pembagian takjil dan buka puasa bersama yang digelar oleh Universitas Negeri Surabaya (Unesa) resmi berakhir setelah berlangsung selama 22 hari di depan gerbang Kampus 2 Lidah Wetan, Surabaya.
Kegiatan yang berlangsung dari 21 Februari hingga 14 Maret ini menyediakan 2.000 paket makanan berbuka puasa setiap hari ditambah 500 porsi cadangan untuk mengantisipasi lonjakan penerima, bahkan rata-rata mencapai 4.000 hingga 4.500 porsi per hari.
Wakil Rektor Bidang Hukum, Ketatalaksanaan, Keuangan, Sumber Daya, dan Usaha Unesa, Prof. Bachtiar Syaiful Bachri, menyatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya soal jumlah material yang dikeluarkan, melainkan upaya berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan.
“Secara total kami melaksanakan pembagian takjil dan buka bersama ini selama 22 hari. 22 hari kalau kita hitung per hari kami rata-rata menyediakan 4.000 porsi, maka bisa dibayangkan sudah berapa puluh ribu. Tapi sebenarnya kami tidak menghitung dari jumlah material yang kami keluarkan, karena tujuan kami adalah berbagi kebahagiaan,” ujar Prof. Bachtiar, Minggu (15/3).
Ia juga menambahkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini meningkat dari tahun ke tahun. “Pada awal tahun 2015-an, kita baru menyediakan sekitar 500-an porsi. Tapi tiap tahun meningkat; 1.000, 1.500, 2.000 sampai sekarang rata-rata 4.000 sampai 4.500 porsi yang kita siapkan,” katanya.
Hampir seluruh sivitas akademika Unesa terlibat dalam kegiatan ini, dengan jadwal piket harian dari berbagai unit kerja seperti fakultas, direktorat, hingga Dharma Wanita. Makanan disediakan oleh mitra UMKM yang terbiasa melayani jumlah besar dalam waktu singkat, sehingga pelayanan selama 22 hari berjalan lancar.
“Kalau tidak terbiasa dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang bersamaan itu agak sulit. Tapi ini alhamdulillah selama 22 hari ini terbukti bahwa pelayanan dalam jumlah yang banyak tadi dan dalam waktu yang singkat dapat terlayani dengan baik. Tapi insyaallah melihat antusias yang ada pada tahun ini akan kami tingkatkan terus menerus dengan penataan sistem yang lebih baik,” ujar Prof. Bachtiar.
Ia juga mengungkapkan rasa bangga karena semua porsi takjil selalu habis, termasuk yang diambil oleh masyarakat lewat dan ojek online yang sibuk mencari nafkah.
“Alhamdulillah selalu habis. Baik masyarakat yang lewat maupun teman-teman ojek online yang punya kesibukan luar biasa dan mencari nafkah di sela-sela berbuka puasa, begitu mereka selesai melaksanakan tugasnya setelah Magrib lalu mereka berbondong-bondong ke sini. Jadi gelombang setelah Magrib itu luar biasa. Itu yang membuat kita sangat bangga dan sangat bahagia,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan TIK Unesa, Prof. Dwi Cahyo Kartiko, memaparkan rincian statistik kegiatan selama 22 hari. Setiap hari disiapkan 4.500 porsi, dengan total penggunaan bahan makanan dan sumber daya yang cukup besar.
“Total selama 22 hari kita bisa lihat statistiknya kurma sebanyak 2,67 ton, air minum ada 2.062 dus, piring sekitar 99.000 piring, buah 16,2 ton, beras 7,7 ton, daging sapi dan telur sekitar 3,3 ton daging dan 1,2 ton telur, serta tahu dan tempe menu harian sebanyak 17,6 ton. Selain itu, ada sebanyak 1.100 relawan yang terlibat selama 22 hari, 154 personel TNI/Polri untuk keamanan, sekitar 117 orang untuk publikasi media, dan 330 kantong sampah untuk menjaga kebersihan selama proses,” jelasnya. (ahm)
Pemkot Surabaya melakukan penertiban bangunan liar yang dijadikan tempat pengumpulan barang bekas di sepanjang kawasan…
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras, Andrie Yunus,…
Ribuan umat Hindu di Kota Surabaya melaksanakan Upacara Melasti di sisi utara Taman Hiburan Pantai…
Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) meningkatkan pengawasan terhadap kelayakan kendaraan angkutan umum.…
KPK membeberkan hasil operasi tangkap tangan terhadap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman. Penangkapan terkait dugaan…
Saya baru benar-benar memahami makna perubahan kecil itu beberapa hari setelah tiba di Makkah. Pagi…
This website uses cookies.