Categories: Surabaya

Fenomena Gerhana Bulan Total Tak Terlihat di Surabaya, Mahasiswa UINSA Amati untuk Penelitian

METROTODAY, SURABAYA – Gerhana bulan total yang seharusnya dapat diamati di Kota Surabaya pada Selasa (3/3) pukul 18.03-20.00 WIB tidak terlihat karena kondisi mendung. Pengamatan dilakukan di UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya oleh mahasiswa Ilmu Falak Fakultas Syariah dan Hukum dengan menggunakan teleskop dan teropong.

Menurut Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Falak Fakultas Syariah dan Hukum UINSA Surabaya, Aulia Para Mitha, kondisi cuaca menjadi faktor utama yang menghalangi pengamatan. “Tidak terlihat karena tertutup mendung. Selain itu, juga tertutup oleh gedung yang ada di sekitar lokasi pengamatan,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa gerhana bulan total memiliki bentuk bulan yang tertutup oleh bayangan hitam dengan sedikit warna merah. Fenomena ini yang menyebabkan bulan tampak kemerahan sehingga kerap disebut sebagai blood moon.

Pengamatan gerhana bulan total yang dilakukan oleh mahasiswa ilmu Falak Fakultas Syariah dan Hukum UINSA Surabaya. Pengamatan tak terlihat karena mendung. (Foto: Ahmad/METROTODAY)

Pengamatan gerhana bulan, yang terjadi setiap tiga tahun sekali di Indonesia, difungsikan sebagai sarana edukasi bagi civitas akademika UINSA untuk memahami proses terjadinya gerhana bulan.

“Kami juga mencatat perkembangan gerhana bulan total. Datanya dikumpulkan untuk penelitian dalam menggambarkan seberapa terang bulan saat gerhana. Juga akan digunakan untuk penelitian teman-teman astronomi,” jelasnya.

Pada tahun 2026, dunia akan menyaksikan empat kali gerhana, yaitu dua kali gerhana bulan dan dua kali gerhana matahari. Tidak semua wilayah di dunia dapat mengamati gerhana bulan total.

Fenomena astronomi ini bisa dilihat di bagian timur Amerika, Australia, serta Asia Timur, Asia Tenggara, dan Asia Tengah. Indonesia sebagai bagian dari Asia Tenggara termasuk wilayah yang dapat disaksikan oleh masyarakat dengan telanjang mata. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Sidoarjo Jadi Kabupaten STBM 5 Pilar, Bukti Budaya Hidup Bersih di Masyarakat

Upaya panjang Pemkab Sidoarjo membangun budaya hidup bersih dan sehat akhirnya membuahkan hasil. Resmi menyandang…

21 hours ago

Harkopnas ke-79, Momentum Serukan Kebangkitan Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Nasional

Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) sukses menyelenggarakan acara Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tingkat…

23 hours ago

Isu HIV di Kalangan Pelajar Merupakan Akumulasi Kasus, Dinkes Sidoarjo: Edukasi dan Pendampingan Harus Jadi Prioritas

Isu yang menyebut ratusan pelajar di Kabupaten Sidoarjo terjangkit HIV sempat memicu keresahan masyarakat. Bahkan…

1 day ago

70 Persen Wabah Baru dari Hewan, Surabaya Perkuat Pencegahan Zoonosis Termasuk Leptospirosis dan Rabies

Sekitar 70 persen penyakit menular baru yang berpotensi wabah berasal dari hewan. Menjawab ancaman itu,…

1 day ago

Mentan Amran Janji Bayar Rp 100 Miliar Jika Benih Jagung ITS Hasilkan 10 Ton per Hektare

Kementerian Pertanian RI memberikan dukungan nyata hilirisasi riset perguruan tinggi dengan membeli sejumlah alat pertanian…

1 day ago

Muatan Berat dan Jalan Miring, Tossa Tercebur ke Sungai di Kenjeran Surabaya, Pengemudi Selamat

Sebuah kendaraan roda tiga atau tossa bernomor polisi L 3539 EX yang mengangkut material bangunan…

2 days ago

This website uses cookies.