15 February 2026, 5:03 AM WIB

Cinta dan Ilmu Bersemi di Kampus, Pasutri Prof Unggul dan Prof Dian Ekowati Raih Gelar Guru Besar Ekonomi di Unair

METROTODAY, SURABAYA – Universitas Airlangga (Unair) kembali mencatatkan momen bersejarah dalam prosesi pengukuhan guru besar baru yang berlangsung khidmat di Aula Garuda Mukti, Kampus MERR-C, Kamis (12/2). Di antara para pakar yang dilantik, perhatian publik tertuju pada pasangan suami istri yang dikukuhkan bersamaan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Pasangan tersebut adalah Prof. Dr. Unggul Heriqbaldi, S.E., M.Si. dan Prof. Dian Ekowati, S.E., M.Si., Ph.D. Prof. Unggul dikenal sebagai pakar Ilmu Ekonomi Perdagangan dan Moneter Internasional. Sementara sang istri, Prof. Dian, merupakan pakar di bidang Studi Keorganisasian.

Menariknya, jejak akademik keduanya sempat beririsan saat menempuh studi di Australia. Prof. Unggul merupakan lulusan University of Melbourne dan Monash University. Sedangkan Prof. Dian juga merupakan alumnus University of Melbourne tahun 2002.

Perjalanan ini menjadi bukti nyata bahwa dedikasi terhadap ilmu pengetahuan dapat berjalan selaras dengan keharmonisan rumah tangga.

Dalam sambutannya, Rektor Unair yang diwakili oleh Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., menekankan bahwa kehadiran para guru besar baru ini merupakan penguatan bagi posisi Unair sebagai navigator pembangunan nasional.

“Unair berfungsi sebagai navigator pembangunan berkelanjutan. Menjadi katalis inovasi, fasilitator praktik kesehatan yang aman, motor transformasi ekonomi, serta laboratorium pengembangan keunggulan organisasi melalui kolaborasi intelektual,” ujar Prof. Madyan.

Ia menambahkan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata universitas dalam menjawab tantangan sosial dan ekonomi global melalui riset yang aplikatif.

“Pengukuhan guru besar ini menegaskan posisi Unair sebagai institusi yang menjembatani riset, kebijakan, dan praktik nyata untuk mendorong kemajuan masyarakat dan kesejahteraan bangsa,” imbuhnya.

Kepada para profesor baru, Prof. Madyan berpesan agar mereka tetap teguh memegang amanah Tri Dharma Perguruan Tinggi sesuai dengan regulasi terbaru, yakni Permendiktisaintek Nomor 52 Tahun 2025.

“Semoga ilmu dan karya saudara guru besar yang baru dilantik senantiasa membawa kemanfaatan bagi umat, bangsa, dan dunia,” harapnya.

Selain pasangan suami istri dari FEB tersebut, Unair juga mengukuhkan tiga guru besar lainnya dari berbagai disiplin ilmu, yakni Prof. Dr. Lutfi Agus Salim (Kesehatan Masyarakat), Prof. Dr. Sugiharto (Toxicology), dan Prof. Dr. apt. Yunita Nita (Farmasi Praktis).

Kehadiran para pakar baru ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi intelektual Unair dalam kancah nasional maupun internasional. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Universitas Airlangga (Unair) kembali mencatatkan momen bersejarah dalam prosesi pengukuhan guru besar baru yang berlangsung khidmat di Aula Garuda Mukti, Kampus MERR-C, Kamis (12/2). Di antara para pakar yang dilantik, perhatian publik tertuju pada pasangan suami istri yang dikukuhkan bersamaan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Pasangan tersebut adalah Prof. Dr. Unggul Heriqbaldi, S.E., M.Si. dan Prof. Dian Ekowati, S.E., M.Si., Ph.D. Prof. Unggul dikenal sebagai pakar Ilmu Ekonomi Perdagangan dan Moneter Internasional. Sementara sang istri, Prof. Dian, merupakan pakar di bidang Studi Keorganisasian.

Menariknya, jejak akademik keduanya sempat beririsan saat menempuh studi di Australia. Prof. Unggul merupakan lulusan University of Melbourne dan Monash University. Sedangkan Prof. Dian juga merupakan alumnus University of Melbourne tahun 2002.

Perjalanan ini menjadi bukti nyata bahwa dedikasi terhadap ilmu pengetahuan dapat berjalan selaras dengan keharmonisan rumah tangga.

Dalam sambutannya, Rektor Unair yang diwakili oleh Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., menekankan bahwa kehadiran para guru besar baru ini merupakan penguatan bagi posisi Unair sebagai navigator pembangunan nasional.

“Unair berfungsi sebagai navigator pembangunan berkelanjutan. Menjadi katalis inovasi, fasilitator praktik kesehatan yang aman, motor transformasi ekonomi, serta laboratorium pengembangan keunggulan organisasi melalui kolaborasi intelektual,” ujar Prof. Madyan.

Ia menambahkan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata universitas dalam menjawab tantangan sosial dan ekonomi global melalui riset yang aplikatif.

“Pengukuhan guru besar ini menegaskan posisi Unair sebagai institusi yang menjembatani riset, kebijakan, dan praktik nyata untuk mendorong kemajuan masyarakat dan kesejahteraan bangsa,” imbuhnya.

Kepada para profesor baru, Prof. Madyan berpesan agar mereka tetap teguh memegang amanah Tri Dharma Perguruan Tinggi sesuai dengan regulasi terbaru, yakni Permendiktisaintek Nomor 52 Tahun 2025.

“Semoga ilmu dan karya saudara guru besar yang baru dilantik senantiasa membawa kemanfaatan bagi umat, bangsa, dan dunia,” harapnya.

Selain pasangan suami istri dari FEB tersebut, Unair juga mengukuhkan tiga guru besar lainnya dari berbagai disiplin ilmu, yakni Prof. Dr. Lutfi Agus Salim (Kesehatan Masyarakat), Prof. Dr. Sugiharto (Toxicology), dan Prof. Dr. apt. Yunita Nita (Farmasi Praktis).

Kehadiran para pakar baru ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi intelektual Unair dalam kancah nasional maupun internasional. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait