Categories: Surabaya

Pasca Penggeledahan, Manajemen KBS Sebut Belum Ada Pemanggilan Personel oleh Penyidik Kejati Jatim

METROTODAY, SURABAYA – Pihak pengelola Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) akhirnya angkat bicara mengenai penggeledahan yang dilakukan oleh tim penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) Kamis (5/2) sore.

Penggeledahan tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi pengelolaan keuangan di internal perusahaan daerah tersebut.

Kepala Seksi Humas PDTS KBS, Lintang Ratri, menjelaskan bahwa sejauh ini pihak kejaksaan masih dalam tahap pengumpulan dokumen dan material pendukung lainnya. Ia menegaskan belum ada personel dari pihak KBS yang dimintai keterangan secara resmi sebagai saksi.

“Baru mengumpulkan barang bukti, belum ada saksi yang dipanggil,” tutur Lintang.

Lintang menambahkan bahwa saat ini manajemen KBS bersifat kooperatif dan sedang menunggu perkembangan informasi lebih lanjut dari pihak penyidik. “Sampai saat ini kami juga masih menunggu kabar dari Kejati,” katanya.

Meskipun tim penyidik menyisir sejumlah ruangan dan melakukan penyitaan, Lintang memastikan bahwa peristiwa tersebut tidak melumpuhkan aktivitas wisata di kebun binatang kebanggaan warga Surabaya itu. Pelayanan kepada pengunjung diklaim tetap berjalan sebagaimana mestinya.

“Tidak ditutup, berjalan seperti biasa. Masih normal (operasional) seperti biasa,” pungkas Lintang.

Sebelumnya, penggeledahan yang dilakukan Kejati Jatim tersebut membuahkan hasil berupa penyitaan empat boks kontainer berisi dokumen yang diduga kuat berkaitan dengan tindak pidana korupsi.

Kepala Seksi Penyidikan Kejati Jatim, John Franky Yanafia Ariandi, menyebutkan bahwa selain dokumen fisik, penyidik juga mengamankan sejumlah perangkat teknologi.

“Penyidik juga melakukan penyitaan terhadap beberapa unit telepon genggam milik direksi, laptop, serta barang bukti elektronik lainnya guna kepentingan penyidikan,” jelas John. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (18): Ujian Terberat Menjaga Cahaya Umrah di Tanah Air

Kaki harus melangkah pulang, sementara hati masih ingin menetap. Seakan-akan ada bagian dari diri yang…

9 hours ago

Karamah Sayyid Hasan Al-Madinah, Waliyullah Sidoarjo dari Desa Bohar; Keturunan Sunan Gunungjati (2)

Siapakah Sayyid Hasan Al-Madinah itu? Menurut keterangan Qomaruddin, tokoh Desa Bohar, Kecamatan Bedangan, Sayyid Hasan…

9 hours ago

Kapolda Jatim: Jumlah Kecelakaan selama Operasi Ketupat Semeru 2026 Naik 78 Persen

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto mengungkap jumlah kasus kecelakaan lalu lintas di wilayahnya…

14 hours ago

TKA Tak Jadi Penentu Kelulusan, Dispendik Surabaya Dorong Siswa Ikuti untuk Evaluasi

Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP tahun 2026 di Kota Surabaya digelar berbasis…

16 hours ago

Berat Badan Pemain Persebaya Terjaga Usai Jeda Libur Lebaran, Bernardo Tavares Beri Apresiasi

Setelah menjalani masa jeda kompetisi Super League sekitar dua pekan dalam rangka menyambut Idulfitri, skuad…

16 hours ago

Kunjungan ke Posko Kesehatan Mudik di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Menurun

Selama operasional Posko Mudik dan Balik Lebaran di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada 13–26 Maret…

17 hours ago

This website uses cookies.