Wakil Presiden periode 2004-2009 dan 2014-2019, Jusuf Kalla (JK) saat hadir dalam MSA PTN-BH di Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MERR-C Universitas Airlangga (Unair). (Foto: Ahmad/METROTODAY)
METROTODAY, SURABAYA – Universitas Airlangga (Unair) menjadi tuan rumah Sidang Paripurna Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (MSA PTN-BH) yang berlangsung selama tiga hari mulai Kamis hingga Sabtu (5-7) di Gedung Airlangga Convention Center Kampus MERR-C Unair, Surabaya. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 195 pimpinan dan anggota senat akademik dari 24 PTN-BH seluruh Indonesia.
Dalam acara tersebut, hadir juga Wakil Presiden periode 2004-2009 dan 2014-2019, Jusuf Kalla (JK). Ia menyampaikan pentingnya diskusi keilmuan sekaligus upaya peningkatan mutu pendidikan dan kemajuan negara.
“Kita berkumpul dengan para profesor guru besar, jadi harus bicara dalam rangka keilmuan tapi sekaligus bagaimana meningkatkan mutu pendidikan dan meningkatkan negara,” katanya, Jumat (6/2).
Ia menambahkan tentang tantangan pengelolaan perguruan tinggi di tengah situasi ekonomi yang berdampak luas. Menurutnya, pengelolaan perguruan tinggi harus dilakukan dengan baik mengingat kondisi ekonomi yang meluas ke berbagai sektor, sehingga diperlukan solusi yang tepat.
“Kalau minta pemerintah sulit karena pemerintah memberikan prioritas yang berbeda, tapi di samping itu, mandiri lebih baik dengan dukungan inovasi dan juga bagaimana alumninya mendukungnya,” jelasnya.
Sidang Paripurna MSA diselenggarakan sebanyak empat kali setiap tahun, dan yang berlangsung di Unair merupakan sidang perdana tahun 2026 dengan tema Harmonisasi Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dengan Situasi Pendidikan Tinggi Terkini.
Ketua MSA PTN-BH, Prof Dr Syafrizal Sy menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan acara ini. “Tahun ini kita awali dengan sesuatu yang luar biasa. Dihadiri pembicara-pembicara yang tepat, yang harapannya bisa memberikan luaran dan dampak yang lebih besar dibandingkan dengan sebelum-sebelumnya,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa sidang ini menjadi ajang untuk menguatkan sinergi antar PTN-BH. “Kami sebagai PTN-BH akan selalu berdiskusi untuk mewujudkan sinergi antar PTN-BH se-Indonesia. Sehingga bisa memberi masukan, langkah strategis apa yang bisa kita berikan,” katanya.
Hasil sidang diharapkan dapat berkontribusi dalam penyusunan undang-undang serta kebijakan strategis agar sistem pendidikan nasional tetap relevan dan adaptif terhadap perkembangan zaman. “Insyaallah dengan kerja keras dan pemikiran yang kita tuangkan hari ini, kita bisa memberikan kontribusi terhadap rancangan undang-undang sistem pendidikan yang sedang digodok,” pungkasnya. (ahm)
Semangat untuk mengangkat derajat keluarga melalui pendidikan terpancar dari tiga mahasiswi asal Surabaya. Devina Shafira,…
Kecelakaan lalu lintas terjadi antara mobil box dengan sepeda motor RX King di Jalan Raya…
Pemkot Surabaya menjalin kerja sama strategis bersama 8 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 24 Perguruan…
Pemkot Surabaya terus mempercepat transformasi tata kelola parkir di wilayahnya. Melalui penerapan sistem parkir digital…
Proses revitalisasi gedung eks Hi-Tech Mal yang berada di kawasan Taman Hiburan Rakyat (THR). Pada…
Rumah mewah berlantai empat di kawasan Ngagel Madya, Surabaya, nyaris ludes dilalap si jago merah,…
This website uses cookies.