Categories: Surabaya

Kisah Mahasiswi Surabaya Penerima Beasiswa Pemuda Tangguh: Lawan Putus Kuliah demi Jadi Sarjana Pertama di Keluarga

METROTODAY, SURABAYA – Semangat untuk mengangkat derajat keluarga melalui pendidikan terpancar dari tiga mahasiswi asal Surabaya.

Devina Shafira, Ramadhani Fitriana, dan Anisah Wahyu Triska, membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih mimpi menjadi sarjana.

Melalui program Beasiswa Pemuda Tangguh dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, ketiga Srikandi Muda ini berhasil melewati masa-masa sulit saat hampir putus kuliah.

Kisah haru datang dari Devina Shafira Yasmine (22). Mahasiswi semester 8 Hukum Tata Negara UIN Sunan Ampel (UINSA) ini sempat merasa dunianya runtuh. Sebagai anak yatim piatu, biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) menjadi beban yang sangat berat.

“Awalnya saya sangat kesusahan dan berpikir tidak bisa lanjut kuliah lagi. Tapi dengan Beasiswa Pemuda Tangguh, saya bisa terus mengejar cita-cita saya menjadi Jaksa atau Hakim,” ujar Devina, Kamis (5/1).

Penerima manfaat sejak semester 4 ini mengaku bantuan tersebut adalah jalan keluar tak terduga. “Karena beasiswa ini, saya bisa fokus belajar dan meraih mimpi. Saya berharap bisa segera bekerja membantu keluarga,” imbuhnya.

Ramadhani Fitriana membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih mimpi menjadi sarjana.

Senada dengan Devina, Ramadhani Fitriana (21) juga merasakan dampak nyata program ini. Mahasiswi Pendidikan Teknologi Informasi Unesa ini berkisah betapa orang tuanya yang bekerja sebagai tukang potong rambut dan guru TK harus berjuang keras mencari pinjaman setiap semester.

“Dulu orang tua sampai harus berhutang untuk bayar UKT. Sekarang Alhamdulillah sudah tidak perlu lagi. Bahkan saya dapat uang saku bulanan, jadi bisa jajan tanpa minta orang tua,” kata mahasiswi yang bercita-cita menjadi back-end developer tersebut.

Fitri bertekad menjadi orang pertama di keluarganya yang menyandang gelar sarjana. “InsyaAllah, saya akan memanfaatkan dengan baik beasiswa ini. Saya ingin menjadi sarjana pertama di keluarga karena sebelumnya tidak ada yang sampai lulus,” tuturnya.

Tak hanya bagi mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN), manfaat beasiswa ini juga dirasakan mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Anisah Wahyu Triska (21), mahasiswi Universitas Wijaya Putra yang merupakan anak penjual penyetan, sempat berencana mengambil cuti kuliah karena kondisi ekonomi yang tidak stabil.

“Jujur saya kaget sekaligus senang, merasa seperti rezeki nomplok. Dengan bantuan ini, saya yakin bisa lulus tepat waktu dan tidak jadi mengambil cuti kuliah,” ungkap mahasiswi Administrasi Publik yang ingin menjadi anggota legislatif ini.

Atas bantuan yang diterima, ketiga mahasiswi ini kompak menyampaikan rasa terima kasih kepada Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Bagi mereka, program ini adalah investasi masa depan yang sangat berharga.

“Terima kasih Pak Wali Kota. Beasiswa ini membuat kami berani bermimpi menjadi sarjana pertama di keluarga kami masing-masing,” ujarnya.

Program Beasiswa Pemuda Tangguh merupakan komitmen Pemkot Surabaya untuk memastikan tidak ada lagi pemuda di Kota Pahlawan yang putus sekolah atau kuliah karena alasan biaya, sekaligus mencetak generasi unggul untuk masa depan kota. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Persebaya Gandeng RS Mayapada Bangun Ekosistem Sports Medicine Terintegrasi Pertama di Indonesia

Persebaya Surabaya mengambil langkah besar dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan performa pemain dan staf…

7 hours ago

Venezuela Diguncang Gempa Dahsyat 7,5 Magnitudo, Ratusan Orang Ditemukan Tewas

Venezuela dilanda bencana alam paling mematikan dalam beberapa decade terakhir setelah dua gempa bumi kuat…

10 hours ago

Son Heung-min Duduk di Bangku Cadangan, Korea Selatan Tumbang di Tangan Afsel

Timnas Korea Selatan harus menelan pil pahit setelah takluk 0-1 dari Afrika Selatan pada laga…

10 hours ago

Datang Bawa Mimpi, Pulang Jadi Juru Kunci! Ceko Dibantai Meksiko dan Dihujani Kritik

Timnas Meksiko menutup fase grup Piala Dunia 2026 dengan cemerlang. Bermain di hadapan puluhan ribu…

10 hours ago

19 Jemaah Haji Debarkasi Surabaya Masih Dirawat di Tanah Suci, 83 Orang Meninggal

Sebanyak 19 jemaah haji Debarkasi Surabaya masih belum dapat pulang ke Indonesia karena harus menjalani…

14 hours ago

KAI Daop 8 Surabaya Imbau Anak Jangan Bermain di Jalur Rel Kereta Api selama Libur Sekolah

Memasuki masa libur sekolah, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 8 Surabaya mengeluarkan imbauan…

14 hours ago

This website uses cookies.