Categories: Surabaya

Cak Eri Gandeng TNI-Polri Babat Habis Jukir Liar di Kota Surabaya, Tegaskan Parkir Surabaya Tetap Digital

METROTODAY, SURABAYA – Pemkot Surabaya terus mempercepat transformasi tata kelola parkir di wilayahnya. Melalui penerapan sistem parkir digital atau non-tunai di Tepi Jalan Umum (TJU), Pemkot berkomitmen menciptakan layanan yang lebih praktis, tertib, dan transparan bagi warga Kota Pahlawan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan respons atas aspirasi masyarakat yang menginginkan pelayanan publik yang lebih jujur dan modern. Ia menargetkan transformasi digital ini rampung secara menyeluruh pada akhir bulan ini.

“Parkir digital atau parkir non-tunai insyaallah harus tetap jalan di Kota Surabaya. Ini adalah sesuai keinginan warga Surabaya, maka parkir non-tunai akan terus berjalan. Dan di akhir Februari 2026 ini maka semua titik akan menjadi non-tunai,” ujar Eri, Kamis (5/2).

Selain digitalisasi, Cak Eri sapaan akrabnya menegaskan tidak akan memberi ruang bagi praktik parkir liar. Pemkot Surabaya telah berkoordinasi dengan Satgas Anti-Premanisme, Kepolisian, dan TNI untuk melakukan patroli rutin dan penertiban secara berkelanjutan.

“Kami tetap akan melakukan tindakan kepada Jukir liar. Kami akan terus berputar (patroli) bekerja sama dengan Satgas Anti-Premanisme, dengan kepolisian, dengan Kodim, dengan siapapun,” tegasnya.

Parkir di Surabaya per Februari ini menggunakan sistem digital. (Foto: istimewa)

Ia juga mengingatkan para juru parkir (jukir) resmi untuk selalu mengenakan atribut lengkap, seperti rompi dan kartu tanda anggota (KTA) yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya. Hal ini penting untuk menghindari prasangka negatif dan kesalahpahaman antara jukir, pengendara, dan pemerintah.

“Kita akan melakukan terus kegiatan untuk menjaga Surabaya dari Jukir liar yang tidak memiliki KTA, tidak memiliki rompi. Pasti kita akan lakukan evaluasi dan kita tangkap Jukir liarnya,” jelasnya

Menanggapi adanya ancaman dari pihak tertentu yang berencana menghentikan setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai bentuk protes terhadap penindakan lapangan, Cak Eri memberikan jawaban menohok. Ia menyatakan tidak ragu untuk mengganti jukir yang enggan mengikuti aturan pemerintah.

“InsyaAllah kalau tidak ikut, maka silakan tidak menjadi Jukir. Kami akan mengganti Jukir lainnya, karena di Surabaya banyak yang ingin menggantikan itu. Ini tanah negara, ini adalah milik rakyat Surabaya, kalau tidak mau, ya sudah, kita ganti yang lainnya,” pungkasnya.

Hingga 26 Januari 2026, Dishub Surabaya tercatat telah menerapkan sistem parkir digital di 76 titik yang tersebar di tiga zona utama, meliputi kawasan Jalan Blauran, Embong Malang, Kedungdoro, hingga kawasan Taman Apsari. Pemkot optimistis melalui komitmen kejujuran dari semua pihak, Surabaya akan bertransformasi menjadi kota dengan tata kelola parkir yang jauh lebih baik. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Kisah Mahasiswi Surabaya Penerima Beasiswa Pemuda Tangguh: Lawan Putus Kuliah demi Jadi Sarjana Pertama di Keluarga

Semangat untuk mengangkat derajat keluarga melalui pendidikan terpancar dari tiga mahasiswi asal Surabaya. Devina Shafira,…

6 hours ago

Pengendara RX King Tanpa Identitas MD Usai Tertabrak Mobil Box di Raya Sememi Surabaya

Kecelakaan lalu lintas terjadi antara mobil box dengan sepeda motor RX King di Jalan Raya…

6 hours ago

Jusuf Kalla Ajak Tingkatkan Mutu Pendidikan saat Sidang Paripurna MSA PTN-BH 2026 di Unair Surabaya

Universitas Airlangga (Unair) menjadi tuan rumah Sidang Paripurna Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Badan…

7 hours ago

Pemkot Surabaya Jalin Kerja Sama dengan 32 PTN-PTS, Bantu 24.000 Mahasiswa Prasejahtera di Surabaya

Pemkot Surabaya menjalin kerja sama strategis bersama 8 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 24 Perguruan…

7 hours ago

Sulap Eks Hi-Tech Mal Jadi Pusat Teknologi dan Kreativitas, Pemkot Surabaya Targetkan Beroperasi Mei 2026

Proses revitalisasi gedung eks Hi-Tech Mal yang berada di kawasan Taman Hiburan Rakyat (THR). Pada…

19 hours ago

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Mewah di Ngagel Madya Nyaris Ludes Terbakar

Rumah mewah berlantai empat di kawasan Ngagel Madya, Surabaya, nyaris ludes dilalap si jago merah,…

1 day ago

This website uses cookies.