Categories: Surabaya

Modus Jual Sembako Murah, Puluhan Ibu Rumah Tangga di Surabaya Tertipu Hingga Setengah Miliar Rupiah

METROTODAY, SURABAYA – Puluhan ibu rumah tangga (emak-emak) di Surabaya menjadi korban dugaan penipuan jual beli sembako fiktif. Tak tanggung-tanggung, total kerugian yang dialami para korban diperkirakan mencapai Rp 570 juta.

Modus yang digunakan pelaku adalah menawarkan berbagai paket kebutuhan pokok dengan harga jauh di bawah harga pasaran.

Ketegangan memuncak saat sekitar 20 orang korban mendatangi rumah terduga pelaku, Santi Mandalasari, di kawasan Kapas Jaya, Surabaya.

Kedatangan massa emak-emak ini bertujuan untuk menuntut pertanggungjawaban atas uang yang telah mereka setorkan, namun paket sembako yang dijanjikan tak kunjung datang.

Pelaku diduga menjalankan aksinya dengan menawarkan paket sembako murah berisi kebutuhan harian seperti gula pasir, beras, minyak goreng, hingga mie instan.

Korban penipuan Neni Tri Isnawati menunjukkan laporan kepolisian tentang jual sembako murah. (Foto: Ahmad/METROTODAY)

Salah satu korban, Neni Tri Isnawati, menceritakan cara pelaku dalam meyakinkan para korbannya. Pada awalnya transaksi berjalan normal untuk membangun kepercayaan.

Bahkan pesanan pertama 100 dus minyak goreng senilai puluhan juta rupiah berhasil dikirim pelaku. Tentu membuat kepercayaan dirinya kepada pelaku meningkat. Neni pun menambah pesanan.

“Awalnya lancar, pada November 2025 pesanan pertama saya berupa 100 dus minyak goreng senilai Rp 20 juta berhasil dikirim oleh pelaku. Hal ini membuat saya percaya dan akhirnya menambah jumlah pesanan,” ujar Neni, Selasa (3/2).

Namun, kepercayaan tersebut justru menjadi awal masalah. Saat Neni melakukan pemesanan kedua dan ketiga dengan nilai mencapai Rp 27 juta, barang yang dinanti tidak pernah sampai ke tangannya. “Pelaku justru sempat menghilang dan tidak bisa dihubungi,” tuturnya.

Saat berhasil ditemui oleh para korban, Santi Mandalasari berdalih bahwa dirinya juga merupakan korban penipuan. Santi mengklaim uang para emak-emak tersebut telah disetorkan kepada seseorang bernama Nila, yang menjanjikan pasokan sembako murah tersebut.

Pengakuan Santi tersebut sontak memicu kemarahan para korban. Pasalnya, di tengah klaim tidak memiliki uang untuk mengembalikan dana, pelaku diketahui sering memamerkan aktivitas berlibur dan membeli barang-barang berharga di media sosial miliknya.

Merasa tidak ada itikad baik dan dipermainkan oleh janji manis pelaku, para korban akhirnya resmi melaporkan kasus ini ke Polrestabes Surabaya. Mereka berharap pihak kepolisian segera bertindak tegas agar pelaku dapat mengembalikan uang mereka atau mengirimkan sembako sesuai pesanan yang telah dibayar lunas. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Kanwil DJP II Jatim Capai Penerimaan Rp16,08 T, Buah Sinergi dengan Media

Kanwil DJP Jatim II mencatat penerimaan pajak telah mencapai Rp16,08 triliun. Kepatuhan wajib pajak juga…

22 minutes ago

Gantikan Rontgen, Hormon dalam Air Liur Bisa Diagnosa Kapan Gigi Anak Tumbuh

Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Sindy Cornelia Nelwan, drg., Sp.KGA., K-KGA.,…

53 minutes ago

Operasi SAR Khusus KM Mutiara Sentosa 2 Dihentikan, Bangkai Kapal Diduga Terbawa Arus

Operasi Pencarian dan Pertolongan khusus penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II resmi dihentikan dan dialihkan…

9 hours ago

Jenazah Dua Korban KM Mutiara Sentosa 2 Diserahkan ke Keluarga, Tiga Jenazah Menyusul

Dua jenazah korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 telah resmi diserahterimakan kepada pihak keluarga. Tim…

12 hours ago

Jatim Segera Punya Embarkasi Baru di Bandara Dhoho Kediri, Ringankan Beban Juanda dan Asrama Haji Surabaya

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, menyatakan penyelenggaraan ibadah haji 2026 secara…

12 hours ago

Enam Bangli di TPU Keputih Surabaya Digusur, Lahan 1.800 Meter Persegi Dikembalikan Jadi Area Pemakaman

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya menertibkan enam bangunan liar (bangli) yang berdiri…

15 hours ago

This website uses cookies.