Belasan warga di Surabaya menjadi korban penipuan berkedok investasi atau penjualan sembako murah. Total kerugian para korban yang berjumlah sekitar 15 orang itu ditaksir mencapai satu setengah miliar rupiah.
Penipuan dengan mencatut nama pejabat publik kembali terjadi. Kali ini, nama Bupati Sidoarjo Subandi diduga disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksi pemerasan.
Puluhan ibu rumah tangga (emak-emak) di Surabaya menjadi korban dugaan penipuan jual beli sembako fiktif. Tak tanggung-tanggung, total kerugian yang dialami para korban diperkirakan mencapai Rp 570 juta.
Pemkot Surabaya mengambil langkah tegas terkait praktik pungutan liar (pungli) yang melibatkan oknum petugas transportasi Wira Wiri. Langkah ini diambil setelah video pengakuan dari warga bernama Bagas Fradana, 26, viral
Seorang duda anak satu asal Sedati, Sidoarjo, Otniel Frans, 30, harus berurusan dengan hukum setelah ditangkap oleh Polsek Tenggilis Mejoyo atas kasus pencurian, penipuan, dan penggelapan dengan modus kencan melalui aplikasi Telegram.
Pemkot Surabaya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi penipuan yang mencatut nama pejabat daerah, terutama yang dilakukan melalui aplikasi perpesanan instan.
Seorang pria bernama Umar Faruk berhasil diringkus Unit Reskrim Polsek Bubutan pada tanggal 13 Agustus lalu atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan.
Marak di masyarakat terjadinya penipuan dengan modus aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Akibat penipuan ini, tidak hanya data di handphone atau gagdget yang bisa dikuasai penipu, bahkan rekening di m-banking
Kasus dugaan penipuan dengan modus arisan dan investasi bodong memakan korban di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Korban ditaksir mencapai ratusan orang dengan nilai kerugian fantastis mencapai lebih dari Rp5 miliar.