4 February 2026, 6:34 AM WIB

Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Ruas Jalan di Perkampungan dan Jalan Raya di Surabaya Terendam Banjir

METROTODAY, SURABAYA – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Surabaya sejak Selasa (3/2) sore hingga malam hari kembali memicu banjir di sejumlah titik.

Genangan air yang cukup tinggi mengakibatkan arus lalu lintas terhambat dan puluhan kendaraan roda dua mengalami mati mesin.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi cukup parah terjadi di Jalan Manukan Lor Gang 4 Surabaya. Aliran air banjir di kawasan tersebut mengalir sangat deras hingga ketinggiannya hampir memasuki rumah-rumah warga.

Para pengendara yang melintas terpaksa harus turun dan mendorong kendaraan mereka untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.

Kondisi serupa juga terlihat di Jalan Raya Dharmo Satelit, Sukomanunggal. Ketinggian air yang mencapai betis orang dewasa membuat kawasan ini sulit dilalui.

Banyak pengendara motor yang mencoba nekat menerobos genangan air berakhir dengan kondisi mesin motor yang mogok atau mati total.

Salah satu korban banjir, Zubaidi, mahasiswa UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, hanya bisa pasrah saat sepeda motor matic merah miliknya mati di tengah kepungan air di kawasan Sukomanunggal. Ia mengaku terpaksa menerobos genangan air karena ingin segera pulang ke rumah.

“Saya nekat menerobos banjir karena ingin segera sampai ke rumah di kawasan Pasar Legi, Surabaya Barat. Namun, mesin motor ternyata tak kuat menahan debit air yang masuk ke saluran pembuangan,” ujar Zubaidi.

Ia berharap Pemkot Surabaya segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase di titik-titik rawan banjir agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap kali musim hujan tiba.

“Ya saya lihat di berita-berita, wali kota pak Eri sudah membuat pompa air, sudah melebarkan saluran, kok masih banjir. Mohon untuk ditata ulang penanganan terutama jalan yang sering banjir,” harapnya.

Hingga Selasa malam, genangan air di sejumlah titik di Surabaya mulai berangsur surut seiring dengan meredanya intensitas hujan. Petugas terkait juga tampak bersiaga di lokasi untuk membantu mengatur lalu lintas. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Surabaya sejak Selasa (3/2) sore hingga malam hari kembali memicu banjir di sejumlah titik.

Genangan air yang cukup tinggi mengakibatkan arus lalu lintas terhambat dan puluhan kendaraan roda dua mengalami mati mesin.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi cukup parah terjadi di Jalan Manukan Lor Gang 4 Surabaya. Aliran air banjir di kawasan tersebut mengalir sangat deras hingga ketinggiannya hampir memasuki rumah-rumah warga.

Para pengendara yang melintas terpaksa harus turun dan mendorong kendaraan mereka untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.

Kondisi serupa juga terlihat di Jalan Raya Dharmo Satelit, Sukomanunggal. Ketinggian air yang mencapai betis orang dewasa membuat kawasan ini sulit dilalui.

Banyak pengendara motor yang mencoba nekat menerobos genangan air berakhir dengan kondisi mesin motor yang mogok atau mati total.

Salah satu korban banjir, Zubaidi, mahasiswa UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, hanya bisa pasrah saat sepeda motor matic merah miliknya mati di tengah kepungan air di kawasan Sukomanunggal. Ia mengaku terpaksa menerobos genangan air karena ingin segera pulang ke rumah.

“Saya nekat menerobos banjir karena ingin segera sampai ke rumah di kawasan Pasar Legi, Surabaya Barat. Namun, mesin motor ternyata tak kuat menahan debit air yang masuk ke saluran pembuangan,” ujar Zubaidi.

Ia berharap Pemkot Surabaya segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase di titik-titik rawan banjir agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap kali musim hujan tiba.

“Ya saya lihat di berita-berita, wali kota pak Eri sudah membuat pompa air, sudah melebarkan saluran, kok masih banjir. Mohon untuk ditata ulang penanganan terutama jalan yang sering banjir,” harapnya.

Hingga Selasa malam, genangan air di sejumlah titik di Surabaya mulai berangsur surut seiring dengan meredanya intensitas hujan. Petugas terkait juga tampak bersiaga di lokasi untuk membantu mengatur lalu lintas. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait