4 February 2026, 6:19 AM WIB

Kota Surabaya Siapkan Langkah Antisipasi Super Flu, Hindari Kepanikan Masyarakat

METROTODAY, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.7.7.1/1001/436.7.2/2026 tentang Kewaspadaan Dini terhadap Penyakit Super Flu.

Kebijakan ini dikeluarkan sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi penyebaran virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan seluruh elemen mulai dari perangkat pemerintah hingga masyarakat luas.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Lilik Arijanto, menjelaskan bahwa penerbitan surat edaran tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Nomor 400.7.9/221/102.3/2026 tertanggal 7 Januari 2026.

Selain itu, Pemkot juga mencermati perkembangan situasi epidemiologi nasional hingga akhir Desember 2025 yang mencatat sebanyak 62 kasus influenza tersebar di delapan provinsi, dengan konsentrasi tertinggi di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

IMG-20260127-WA0016
Surat Edaran Kewaspadaan Dini Super Flu H3N2 Subclade K yang diterbitkan oleh Pemkot Surabaya.

“Super flu ini disebabkan oleh virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K yang memiliki tingkat penularan lebih cepat dan berpotensi menimbulkan gejala klinis lebih berat dibandingkan influenza musiman pada umumnya. Karena itu, kewaspadaan dini menjadi kunci,” ujar Lilik Arijanto, Selasa (27/1).

Menurutnya, gejala klinis infeksi virus tersebut muncul secara mendadak. Penderita dapat mengalami demam tinggi hingga 39–41 derajat Celsius, disertai nyeri otot dan sendi, rasa lemas signifikan, sakit kepala berat, hingga gangguan saluran pernapasan seperti nyeri tenggorokan dan batuk kering terus-menerus.

Penularan virus ini, lanjut Lilik, dapat terjadi melalui percikan droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara, kontak langsung seperti berjabat tangan, maupun kontak tidak langsung dengan permukaan benda yang terkontaminasi.

“Interaksi sehari-hari yang tampak sederhana bisa menjadi jalur penularan jika kewaspadaan diabaikan,” imbuhnya.

Meski demikian, Pemkot Surabaya mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Lilik menegaskan bahwa yang terpenting adalah meningkatkan kewaspadaan dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Penggunaan masker di area kerumunan, penerapan etika batuk dan bersin, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah sederhana namun efektif,” kata dia.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk menjaga daya tahan tubuh melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak buah dan sayur, istirahat cukup, serta mengonsumsi vitamin sesuai kebutuhan.

Menghindari kontak erat dengan individu yang menunjukkan gejala influenza juga menjadi bagian penting pencegahan.

“Bagi warga yang mengalami gejala influenza, kami minta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dan tidak melakukan pengobatan mandiri tanpa pengawasan tenaga kesehatan,” tegasnya.

Untuk memastikan informasi tersampaikan secara merata, Pemkot Surabaya menginstruksikan seluruh kepala OPD, camat, dan lurah agar mengoordinasikan upaya sosialisasi di wilayah masing-masing.

Sosialisasi melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, PKK, RT/RW, serta Kader Surabaya Hebat (KSH), sekaligus melakukan pemantauan kondisi kesehatan warga secara kolaboratif.

“Dengan langkah terpadu ini, Pemkot Surabaya berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pencegahan, tetap tenang dalam menyikapi situasi, serta bersama-sama menjaga kesehatan Kota Pahlawan dari ancaman Super Flu,” pungkasnya. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.7.7.1/1001/436.7.2/2026 tentang Kewaspadaan Dini terhadap Penyakit Super Flu.

Kebijakan ini dikeluarkan sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi penyebaran virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan seluruh elemen mulai dari perangkat pemerintah hingga masyarakat luas.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Lilik Arijanto, menjelaskan bahwa penerbitan surat edaran tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Nomor 400.7.9/221/102.3/2026 tertanggal 7 Januari 2026.

Selain itu, Pemkot juga mencermati perkembangan situasi epidemiologi nasional hingga akhir Desember 2025 yang mencatat sebanyak 62 kasus influenza tersebar di delapan provinsi, dengan konsentrasi tertinggi di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

IMG-20260127-WA0016
Surat Edaran Kewaspadaan Dini Super Flu H3N2 Subclade K yang diterbitkan oleh Pemkot Surabaya.

“Super flu ini disebabkan oleh virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K yang memiliki tingkat penularan lebih cepat dan berpotensi menimbulkan gejala klinis lebih berat dibandingkan influenza musiman pada umumnya. Karena itu, kewaspadaan dini menjadi kunci,” ujar Lilik Arijanto, Selasa (27/1).

Menurutnya, gejala klinis infeksi virus tersebut muncul secara mendadak. Penderita dapat mengalami demam tinggi hingga 39–41 derajat Celsius, disertai nyeri otot dan sendi, rasa lemas signifikan, sakit kepala berat, hingga gangguan saluran pernapasan seperti nyeri tenggorokan dan batuk kering terus-menerus.

Penularan virus ini, lanjut Lilik, dapat terjadi melalui percikan droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara, kontak langsung seperti berjabat tangan, maupun kontak tidak langsung dengan permukaan benda yang terkontaminasi.

“Interaksi sehari-hari yang tampak sederhana bisa menjadi jalur penularan jika kewaspadaan diabaikan,” imbuhnya.

Meski demikian, Pemkot Surabaya mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Lilik menegaskan bahwa yang terpenting adalah meningkatkan kewaspadaan dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Penggunaan masker di area kerumunan, penerapan etika batuk dan bersin, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah sederhana namun efektif,” kata dia.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk menjaga daya tahan tubuh melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak buah dan sayur, istirahat cukup, serta mengonsumsi vitamin sesuai kebutuhan.

Menghindari kontak erat dengan individu yang menunjukkan gejala influenza juga menjadi bagian penting pencegahan.

“Bagi warga yang mengalami gejala influenza, kami minta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dan tidak melakukan pengobatan mandiri tanpa pengawasan tenaga kesehatan,” tegasnya.

Untuk memastikan informasi tersampaikan secara merata, Pemkot Surabaya menginstruksikan seluruh kepala OPD, camat, dan lurah agar mengoordinasikan upaya sosialisasi di wilayah masing-masing.

Sosialisasi melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, PKK, RT/RW, serta Kader Surabaya Hebat (KSH), sekaligus melakukan pemantauan kondisi kesehatan warga secara kolaboratif.

“Dengan langkah terpadu ini, Pemkot Surabaya berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pencegahan, tetap tenang dalam menyikapi situasi, serta bersama-sama menjaga kesehatan Kota Pahlawan dari ancaman Super Flu,” pungkasnya. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait