METROTODAY, SURABAYA – Seorang bocah berusia 14 tahun yang tenggelam di sungai sekitar Jalan Sidotopo Sekolahan Gang VII Surabaya akhirnya ditemukan dalam keadaan sudah meninggal, Selasa (23/12) malam.
Pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan memakan waktu sekitar 4 jam hingga korban ditemukan 10 meter dari lokasi kejadian.
Korban yang bernama Adzaki Fiztmajaya merupakan santri yang sedang menjalani liburan sekolah dan pulang kampung. Saat kejadian, ia bermain bersama dua rekannya di bibir sungai saat hujan deras mengguyur Surabaya.
“Dia bersama temannya bermain hujan-hujanan di sungai. Kemudian saat korban naik ke daratan, korban terpeleset dan terjatuh kedalam sungai dan tenggelam. Kemudian warga dan petugas gabungan berupaya melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian,” ujar Camat Semampir Surabaya, M. Yunus.
Arus sungai yang kencang akibat hujan menyebabkan Adzaki terseret menjauh dari lokasi awal jatuh. Tim gabungan yang terdiri dari Polsek Semampir, Linmas, PMI, Tagana, BPBD, dan DPKP Kota Surabaya segera melakukan upaya pencarian yang intensif.
Setelah ditemukan mengambang, jenazah korban langsung dibawa dengan ambulans dan dilarikan ke RSUD dr Soetomo Surabaya untuk dilakukan autopsi. Yunus mengimbau kepada orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya saat hujan deras untuk tidak bermain di sungai.
“Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk lebih mengawasi anak-anak dan melarang mereka bermain di sekitar sungai saat cuaca tidak mendukung, agar tidak terjadi kejadian serupa di masa mendatang,” pungkasnya. (ahm)
Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur terus mendorong peningkatan kesejahteraan guru madrasah, baik yang…
Persebaya Surabaya sukses mencuri poin penuh dalam laga tandang pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026.…
Kebakaran sebuah ruko peralatan rumah tangga di Jalan Raya Dupak No. 61 (Ruko Best Land…
Ratusan siswa-siswi Pramuka tingkat SD/MI hingga MTs se-Kabupaten Sidoarjo mengikuti Lomba Peraturan Baris-Berbaris (PBB) Bertongkat…
KRI) Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 akhirnya kembali bersandar di pangkuan Ibu Pertiwi. Setelah menuntaskan penugasan…
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Prof. Fauzan menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci utama…
This website uses cookies.