Categories: Surabaya

Langkah Berani! Pemkot Surabaya Ajukan Pinjaman Rp452 Miliar untuk Akselerasi Infrastruktur

METROTODAY, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah strategis untuk menggenjot pembangunan infrastruktur dan memulihkan ekonomi.

Dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Surabaya, Selasa (5/8), Pemkot dan DPRD Surabaya resmi menyepakati Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) untuk APBD Tahun Anggaran 2025.

Kesepakatan ini membuka jalan bagi Pemkot Surabaya untuk mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp 452 miliar.

Pinjaman ini akan digunakan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur vital, termasuk penanganan banjir, perbaikan jalan, dan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU).

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai respons terhadap penurunan daya beli, investasi, dan ekspor-impor yang memengaruhi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Surabaya.

“Belanja pemerintah harus kita gerakkan sebagai solusi pemulihan ekonomi. Pinjaman ini akan mengkapitalisasi pergerakan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Wali Kota Eri, yang akrab disapa Cak Eri, menekankan bahwa proyek yang dibiayai dari pinjaman ini harus tuntas dalam masa jabatannya selama lima tahun. Ini merupakan komitmen untuk memastikan pemerintahan selanjutnya tidak terbebani utang.

“Saya tidak ingin membebani kepada pemerintahan yang baru setelah jabatan saya selesai,” tegasnya.

Eri juga mengungkapkan bahwa dengan pinjaman ini, proyek-proyek yang seharusnya dikerjakan bertahun-tahun bisa diselesaikan lebih cepat dan efisien.

“Jika proyek senilai Rp 1 miliar baru dikerjakan pada tahun ketujuh, nilainya akan jauh lebih tinggi daripada sekarang. Dengan pinjaman, kita bisa mengerjakan sekarang dan mendapatkan manfaat lebih cepat,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan bahwa langkah ini telah sesuai dengan regulasi dan mendapat dukungan dari Kementerian Dalam Negeri.

Surabaya bukan satu-satunya daerah yang mengambil langkah serupa. Menurut Cak Eri, beberapa daerah lain di Jawa Timur juga melakukan hal yang sama, bahkan dengan nilai pinjaman yang lebih besar.

Dengan kebutuhan dana infrastruktur yang mencapai Rp 20 triliun, sementara sisa anggaran APBD 2025 hanya Rp 1,7 triliun, Pemkot Surabaya dan DPRD Surabaya sepakat bahwa dibutuhkan solusi berani.

“Pemerintah harus berani mencari solusi untuk kepentingan masyarakat, jauh di atas kepentingan pribadi dan golongan,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Atasi Banjir di Surabaya Selatan, Pemkot Fokus Penyambungan Saluran dan Penyamaan Ketinggian Air

Penanganan banjir di wilayah Surabaya Selatan dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh. Pemerintah kota menitikberatkan pada…

5 hours ago

Anas Karno Resmi Jabat Sekretaris Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Kota Surabaya

Anas Karno ditetapkan sebagai Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya dalam rapat paripurna yang digelar…

5 hours ago

Gantikan Adi Sutarwijono, Syaifuddin Zuhri Dilantik sebagai Ketua DPRD Surabaya, Fokus Optimalisasi Pendapatan Daerah

Syaifuddin Zuhri resmi dilantik dan mengucap sumpah jabatan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

5 hours ago

Kelihaian Perempuan Mengubah Diam Menjadi Emas

KALIMAT yang diucapkan belum sepenuhnya tuntas. Tapi, air matanya sudah tumpah membasahi pipi. Ia tak…

7 hours ago

Pakar: Pengelolaan Budaya Surabaya Dinilai Masih Fase Transisi

Penyediaan ruang publik serta transformasi lembaga kesenian menjadi lembaga kebudayaan dinilai sebagai langkah positif menuju…

1 day ago

KAI Uji Coba Biodiesel B50 di KA Sembrani, Performa Tetap Optimal di Jalur Surabaya – Jakarta

PT KAI melakukan terobosan baru dengan menggelar uji coba perdana penggunaan bahan bakar Biodiesel B50…

1 day ago

This website uses cookies.