Alun-Alun Sidoarjo dilengkapi berbagai fasilitas. Di antaranya, tempat bermain ramah anak, faslitas gym outdoor, arena skateboard, dan koneksi internet. (metrotoday)
METROTODAY, SIDOARJO – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sidoarjo terus mengupayakan peningkatan infrastruktur digital di Kota Delta. Tujuannya untuk mendukung layanan Smart City dan memperluas konektivitas bagi masyarakat.
Transformasi digital itu dilakukan dengan membangun jaringan Fiber to the x (FTTx) untuk menyediakan akses internet cepat, stabil, dan aman di berbagai titik layanan publik dan kantor pemerintahan. Salah satu yang bakal disiapkan adalah penyediaan internet high speed untuk lapangan-lapangan desa.
Fasilitas internet high speed di lapangan desa tersebut diharapkan dapat mendukung upaya mengoptimalkan sarana olahraga itu dalam meningkatkan ekonomi desa. Branding desa juga bisa lebih maksimal.
Untuk tahap awal, ada sepuluh lapangan desa yang bakal diberi sambungan internet high speed tersebut. Lapangan-lapangan desa itu mayoritas sudah berbenah dan siap untuk di-branding ke luar wilayah.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sidoarjo Eri Sudewo menjelaskan, fasilitas internet high speed yang disiapkan bisa dihubungkan dengan public space-public space yang ada di desa. Nah, lapangan bola di desa adalah bentuk public space itu sendiri.
Menurut Eri, potensi lapangan desa untuk dikenal sekaligus menjadi ikon pengungkit ekonomi desa bisa semakin muncul dengan tersambungnya internet. Hal itu akan menjadi daya pikat tersendiri bagi warga desa maupun luar daerah.
Sebagai contoh, ketika ada kegiatan yang berlangsung di lapangan desa, bisa dilakukan live report atau live streaming via YouTube. Hal itu tentu bisa menjadi kebanggaan bagi warga sekaligus mengenalkan potensi desa.
”Setidaknya, aktivitas desanya bisa terhubung secara global melalui sambungan internet. Ini menjadi potensi tersendiri,” kata Eri dalam forum diskusi KOPILABORASI bertema Sport Tourism: Branding Lapangan Bola sebagai Ikon Ekonomi Desa di Teras Manazela, Sukodono.
Pria yang pernah menjabat Sekretaris Camat Sukodono itu yakin kreativitas lain akan terus bermunculan. Sebab, internet menjadi jendela dunia. Misalnya, pegiat sepakbola desa mengikuti tren-tren kegiatan bola yang berlangsung di berbagai negara.
Sebaliknya, jika ada pihak dari luar wilayah yang ingin memanfaatkan potensi lapangan desa tentu akan menjadi potensi pengembangan desa.
Percepatan Tata Kelola Pemerintahan Digital
Penyediaan fasilitas internet gratis menjadi salah satu layanan yang menjadi komitmen Pemkab Sidoarjo. fasilitas itu mampu menjangkau berbagai lini kehidupan masyarakat. tidak hanya di wilayah kota, tetapi juga pelosok desa terpencil yang sebelumnya merupakan wilayah blank spot.
Menurut Bupati Sidoarjo Subandi, perluasan akses internet merupakan langkah konkret dalam percepatan tata kelola pemerintahan digital. Kualitas pelayanan publik dan ekonomi kerakyatakan diharapkan meningkat dengan adanya konektivitas yang merata.
Bupati Subandi ingin seluruh warga Kota Delta merasakan manfaat teknologi. Tanpa terkecuali. ”Dengan internet gratis yang merata, akses informasi, pendidikan, dan layanan publik menjadi lebih cepat dan efisien. Ini adalah fondasi utama kita menuju Sidoarjo sebagai Smart City yang tangguh,” ujarnya.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sidoarjo berperan penting dalam integrasi seluruh jaringan pemerintahan. Saat ini Diskominfo Sidoarjo mengelola seluruh jaringan secara terpusat untuk memastikan stabilitas layanan digital di lebih dari 100 aplikasi milik organisasi perangkat daerah (OPD).
”Sekarang seluruh keperluan jaringan di OPD telah diakomodir oleh Diskominfo Sidoarjo. Jika dulu masing-masing OPD mengelola sendiri dengan kapasitas yang tidak merata, sekarang semua terstandardisasi,” kata Kepala Diskominfo Sidoarjo Eri Sudewo.
Langkah itu, lanjut Eri, amat penting. Dengan begitu, kualitas layanan kepada masyarakat tetap terjaga dan optimal.
Kabid Infrastruktur & Keamanan TIK Diskominfo Sidoarjo Khoiril Erwindra ST menambahkan, program Zero Blank Spot menjadi prioritas utama untuk melayani masyarakat dalam memperoleh kemudahan akses internet.
”Kami bekerja keras agar wilayah pinggiran bisa menikmati fasilitas yang sama dengan perkotaan. Semua gratis untuk masyarakat,” jelas Khoiril.
Dari Alun-Alun hingga Pasar
Wajah Alun-Alun Jayandaru di pusat Kota Sidoarjo kini baru setelah dilakukan revitalisasi. Berbagai fasilitas tersedia di ruang terbuka hijau itu. Amphitheater untuk pertunjukan seni dan pentas komunitas lokal, zona bermain anak lengkap dengan permainan interaktif yang aman, area lansia, hingga pusat informasi pariwisata Sidoarjo tersedia.
Namun, ada satu fasilitas yang menjadi magnet di alun-alun seluas 2,5 hektare itu. Yaitu, fasilitas internet gratis. Pengunjung Alun-Alun Jayandaru Sidoarjo kini bebas berselancar di jagat maya untuk kegiatan kreatif. Mulai browsing, surfing, hingga transaksi digital saat Car Free Day (CFD).
Ayu, seorang guru TK, misalnya. Dia rutin ke Alun-Alun Jayandaru dua kali sepekan, setiap Senin dan Kamis sore. Dia mengantar putrinya yang berlatih sanggar tari di paseban. Selama dua jam menunggu, Ayu tidak merasa bosan. Selain ngobrol dengan sesama orang tua yang mengantar anaknya berlatih, dia juga memanfaatkan fasilitas koneksi internet gratis. ”Lumayan, menghemat kuota,” tuturnya.
Ayu hanya salah satu di antara ratusan, bahkan ribuan orang, yang pernah berkunjung ke Alun-Alun Jayandaru dan memberikan testimoni serupa. Malah, ada banyak wifi yang bisa diakses. Di antaranya, wifi Alun-Alun Sidoarjo dan Pemkab Sidoarjo. Tidak ada password maupun batasan akses.
Tidak sedikit pelajar yang menunggu untuk berbagai keperluan di kawasan alun-alun. Janjian dengan teman atau menunggu jemputan. Sembari menunggu, mereka bisa memanfaatkan untuk berselancar di dunia maya dengan fasilitas internet gratis.
Tidak jauh dari Alun-Alun Jayandaru, fasilitas internet gratis juga tersedia di Sentra Kuliner (Pujasera) Gajahmada. Manfaat internet gratis itu benar-benar dirasakan oleh pedagang maupun pembeli. Termasuk pelaku UMKM yang kini didorong untuk melakukan transaksi digital. Internet gratis dari Pemkab Sidoarjo sangat membantu bagi pembeli yang hendak bayar dengan QRis.
Fasilitas internet juga diperluas ke pasar. Sebut saja di Pasar Porong. Kebijakan itu akan diperluas hingga ke pasar-pasar lain. Misalnya, di Pasar Krian dan Pasar Wadungasri. Keberadaan fasilitas internet gratis pun diyakini akan memberikan dampak terhadap ekonomi.
Kepala Diskominfo Sidoarjo Eri Sudewo membenarkan bahwa akses internet gratis akan mendorong peningkatan transaksi digital. Baik di pusat perbelanjaan, sentra kuliner, pasar tradisional, dan sebagainya.
Pihaknya tidak hanya memberikan fasilitas internet, tetapi juga siap memberikan pelatihan kepada pedagang. ”Anak-anak muda melalui Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di desa-desa juga bisa kami bekali keterampilan branding potensi desa, penggunaan e-commerce, hingga pemanfaatan teknologi artificial intelligence,” papar Eri Sudewo. (adv)
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, SpP, FISR, menegaskan bahwa ketangguhan ekonomi…
Momen haru menyelimuti pengumuman skuad sementara Timnas Brasil untuk Piala Dunia 2026. Di tengah 26…
Maestro kesenian ludruk Jawa Timur, Cak Kartolo, resmi dianugerahi penghargaan Registrasi Memori Kolektif Bangsa (MKB)…
Penantian panjang Cristiano Ronaldo bersama Al Nassr akhirnya berbuah manis. Klub asal Riyadh itu resmi…
Kebersamaan Robert Lewandowski bersama FC Barcelona segera berakhir. Striker timnas Polandia itu dikabarkan siap angkat…
Insiden kecelakaan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Stasiun Bekasi Timur…
This website uses cookies.