Saat mengecek masuk ke ruangan, Khozīm dibuat terkejut karena melihat Kades Mujiono dalam posisi duduk di kursi dengan mengenakan kaos warna kuning dan celana jins biru.
Awalnya, ia mengira Mujiono hanya sedang beristirahat. Namun setelah dipanggil beberapa kali tanpa respons, ia mulai merasa ada yang tidak beres.
“Saya panggil tidak ada jawaban. Setelah lampu saya nyalakan, baru kelihatan kondisinya sudah tidak bergerak dengan leher terlilit selang,” ujarnya.
Dari situ, Khozīm langsung keluar untuk meminta bantuan Ketua RW setempat, Purwanto (49). Keduanya kemudian kembali ke lokasi guna memastikan kondisi korban.
“Saya langsung diajak ke dalam. Setelah dicek bersama, memang benar beliau sudah meninggal dunia,” ungkap Purwanto.
Untuk pertama kalinya, suara gamelan, denting angklung, dan hentakan musik Reog Ponorogo menggema sepanjang hari…
Ribuan orang dari unsur pemerintah, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan memadati Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Minggu…
Uji coba perlindungan sosial (perlinsos) digital, Perlinsos Digital di Surabaya menjadi bagian dari cetak biru…
Proses penyelamatan penumpang kapal KM Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan Sumenep, Laut Jawa,…
Memahami realitas sosial tidak selalu harus dimulai dari penelitian lapangan. Bagi Rusydan Hadid, karya sastra…
Persebaya Surabaya menutup perjalanan fase Grup B Piala Presiden 2026 dengan catatan sempurna. Bajol Ijo…
This website uses cookies.