“Nanti kalau Mas Wawan (Sullamul Hadi Nurmawan, Sekretaris Komisi B DPRD Sidoarjo, Red) bisa mengupayakan anggaran melalui perubahan APBD akan sangat menarik,” katanya.
Internet High Speed itu, lanjut Eri, bisa dihubungkan dengan public space -public space yang ada di desa. Lapangan bola desa adalah bentuk public space itu sendiri.
Dengan tersambung internet, kata dia, potensi lapangan desa untuk dikenal sekaligus menjadi ikon pengungkit ekonomi desa bisa semakin muncul. Hal tersebut akan menjadi daya pikat tersendiri bagi warga desa maupun luar daerah.
Misalnya, ketika ada kegiatan yang berlangsung di lapangan desa, bisa dilakukan live report via YouTube. Tentu hal ini bisa menjadi kebanggaan bagi warga sekaligus mengenalkan potensi desa.
“Setidaknya, aktivitas desanya bisa terhubung secara global melalui sambungan internet. Ini menjadi potensi tersendiri,” ungkapnya.
Eri yakin kreativitas lain akan terus bermunculan. Sebab, internet menjadi jendela dunia. Misalnya pegiat sepakbola desa mengikuti tren-tren kegiatan bola yang berlangsung di berbagai negara.
Ribuan orang dari unsur pemerintah, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan memadati Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Minggu…
Uji coba perlindungan sosial (perlinsos) digital, Perlinsos Digital di Surabaya menjadi bagian dari cetak biru…
Proses penyelamatan penumpang kapal KM Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan Sumenep, Laut Jawa,…
Memahami realitas sosial tidak selalu harus dimulai dari penelitian lapangan. Bagi Rusydan Hadid, karya sastra…
Persebaya Surabaya menutup perjalanan fase Grup B Piala Presiden 2026 dengan catatan sempurna. Bajol Ijo…
Bupati Sidoarjo Subandi menindak tegas tempat penjualan minuman keras (miras) yang menyalahi ketentuan. Jumat (31/7/2026)…
This website uses cookies.