Diskusi Kolaborasi Membranding Lapangan Bola sebagai Ikon Ekonomi Desa yang dihadiri para stakeholder di Kafe Teras Manazela Sukodono Sidoarjo. (Foto: Dite Surendra/METROTODAY)
METROTODAY, SIDOARJO – Lapangan bola yang tersebar di banyak desa di Sidoarjo ternyata memiliki potensi ekonomi besar. Hal tersebut menjadi topik pembicaraan dalam acara diskusi Kopilaborasi yang berlangsung di Teras Manazela, Klopo Sepuluh, Sukodono, Rabu malam (29/3).
Diskusi Kopilaborasi bertema Sport Tourism : Branding Lapangan Bola sebagai Ikon Ekonomi Desa tersebut menghadirkan beberapa pembicara. Mereka adalah Kepala Dinas Komunikasi Informasi Sidoarjo Eri Sudewo, Kepala Bidang Informasi Diskominfo Anita Inggit, Ketua Forum Wartawan Sidoarjo HM Taufik dan Sekretaris Komisi B DPRD Sidoarjo Sullamul Hadi Nurmawan.
Kendati berlangsung di tengah hujan deras, diskusi yang dihadiri para pegiat sepakbola Sidoarjo tersebut tetap berlangsung gayeng.
Hidangan kopi hangat dan gorengan membuat diskusi makin hidup. Pertanyaan demi pertanyaan tentang masa depan sepakbola Sidoarjo terus mengalir. Bahkan, tanpa terasa diskusi malam itu berlangsung hingga tiga jam.
“Patut kita syukuri dari Sidoarjo, utamanya Sukodono ini lahir banyak pemain nasional. Di antaranya Rendi Irwan, Uston Nawawi, ” kata Ketua Forwas HM Taufik.
Dia mengungkapkan bahwa pemain-pemain tersebut dulunya juga berlatih dari lapangan-lapangan bola desa.
Taufik menerangkan seharusnya dengan semakin baiknya kualitas lapangan bola, Sidoarjo terus melahirkan talenta-talenta muda. “Betapa bangganya kita kalau tradisi ini terus berlangsung,” terangnya.
Kepala Diskominfo Sidoarjo Eri Sudewo mengungkapkan bahwa talenta-talenta tersebut harus terus ditumbuhkan.
Ia mengajak anak-anak muda untuk giat membranding lapangan desa. Harapannya biar makin banyak orang yang datang. Dengan begitu, maka warga yang tinggal di desa itu merasa terpanggil untuk merawat lapangan yang ada.
Talenta-talenta muda desa,kata dia, bisa mempromosikan lapangan desa dengan memanfaatkan teknologi informasi. “Saya yakin adik adik ini pasti hebat membuat konten bermutu untuk memamerkan lapangan desa sebagai potensi menarik,” katanya.
Dia menjanjikan akan memfasilitasi hal tersebut untuk meningkatkan semangat branding lapangan desa. Di antaranya membuat beragam pelatihan konten kreator. Bahkan, pelatihan artifisial intelligence agar membuat konten lebih menarik.
Adapun Sullamul Hadi Nurmawan mengungkapkan bahwa ada potensi ekonomi besar di balik lapangan bola. Misalnya, terkait penyewaan lapangan bola. Bahkan, segmentasi sudah terbangun seiring dengan makin populernya lapangan bola di desa.
Dia mencontohkan lapangan bola Klopo Sepuluh di tempat tinggalnya, kini banyak disewa saat malam hari. Adapun siang atau sore hari warga dari luar desa lebih senang menyewa lapangan Bangsri.
Mas Wawan, sapaan Sullamul berharap agar para pegiat bola di desa menemukan keunikan di masing-masing lapangan tersebut. Sehingga bisa “menjual”potensi dengan diferensiasi masing-masing. “Para pemuda desa ini kan kreatif. Cari solusi out of the box, saya yakin desa akan bangkit dengan kepedulian pemudanya,” jelasnya.
Beragam pertanyaan pun mengalir dari para peserta. Banyak harapan yang disematkan kepada Pemkab Sidoarjo. Di antaranya memfasilitasi kepelatihan, perawatan lapangan, hingga pemberian perhatian kepada sekolah sepakbola.
Kepala Diskominfo Eri Sudewo menjanjikan akan menyampaikan semua masukan dari para pegiat sepakbola yang terkait dengan pengembangan dan pembinaan kepada Kepala Disporapar Sidoarjo Yudhi Arianto. Yudhi sedianya hadir dalam diskusi itu. Namun, sampai diskusi rampung, Yudhi belum datang. (red/mt)
Diskusi yang mengusung tema Sport Tourism: Branding Lapangan Bola sebagai Ikon Ekonomi Desa tersebut berlangsung…
Diskominfo Sidoarjo menjanjikan akan menyalurkan internet highspeed untuk lapangan-lapangan desa yang mayoritas sudah berbenah dan…
Mimpi untuk menunaikan ibadah haji akhirnya menjadi kenyataan bagi Mukarromah Basyar. Perempuan 57 tahun asal…
Kebun Binatang Surabaya (KBS) resmi menjalin kerja sama konservasi dengan iZoo Shizuoka, Jepang, melalui skema…
Warga Jalan Wonokusumo Jaya Baru, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Surabaya, Senin (29/4) digemparkan oleh seorang…
Kecelakaan lalu lintas menimpa rombongan jemaah haji Embarkasi Surabaya Kloter 2 yang berasal dari Kabupaten…
This website uses cookies.