Hidangan kopi hangat dan gorengan membuat diskusi makin hidup. Pertanyaan demi pertanyaan tentang masa depan sepakbola Sidoarjo terus mengalir. Bahkan, tanpa terasa diskusi malam itu berlangsung hingga tiga jam.
“Patut kita syukuri dari Sidoarjo, utamanya Sukodono ini lahir banyak pemain nasional. Di antaranya Rendi Irwan, Uston Nawawi, ” kata Ketua Forwas HM Taufik.
Dia mengungkapkan bahwa pemain-pemain tersebut dulunya juga berlatih dari lapangan-lapangan bola desa.
Taufik menerangkan seharusnya dengan semakin baiknya kualitas lapangan bola, Sidoarjo terus melahirkan talenta-talenta muda. “Betapa bangganya kita kalau tradisi ini terus berlangsung,” terangnya.
Kepala Diskominfo Sidoarjo Eri Sudewo mengungkapkan bahwa talenta-talenta tersebut harus terus ditumbuhkan.
Ia mengajak anak-anak muda untuk giat membranding lapangan desa. Harapannya biar makin banyak orang yang datang. Dengan begitu, maka warga yang tinggal di desa itu merasa terpanggil untuk merawat lapangan yang ada.
Ribuan orang dari unsur pemerintah, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan memadati Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Minggu…
Uji coba perlindungan sosial (perlinsos) digital, Perlinsos Digital di Surabaya menjadi bagian dari cetak biru…
Proses penyelamatan penumpang kapal KM Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan Sumenep, Laut Jawa,…
Memahami realitas sosial tidak selalu harus dimulai dari penelitian lapangan. Bagi Rusydan Hadid, karya sastra…
Persebaya Surabaya menutup perjalanan fase Grup B Piala Presiden 2026 dengan catatan sempurna. Bajol Ijo…
Bupati Sidoarjo Subandi menindak tegas tempat penjualan minuman keras (miras) yang menyalahi ketentuan. Jumat (31/7/2026)…
This website uses cookies.