Namun demikian, perhatian pemerintah perlu diberikan. Harapannya agar pembinaan tersebut lebih tertata. “Misalnya membimbing para pelatih untuk mengikuti program kepelatihan,” katanya.
Para pelatih yang memegang sertifikasi kepelatihan akan melakukan pembimbingan lebih sistematik dan terarah. “Namun demikian mendapatkan sertifikasi tidak mudah,” ungkapnya.
Biaya untuk mengikuti program sertifikasi juga tidak murah. “Nah di sanalah pemerintah harus melihat potensi,” ucapnya.
Suhairil, pembina SSB Putra Delta, juga urun rembuk. Dia mengatakan bahwa lapangan-lapangan desa harus digiatkan untuk menggelar kompetisi-kompetisi. Sebab, kegiatan itu akan melahirkan efek domino yang panjang.
“Dengan kompetisi yang panjang. Secara tidak langsung lapangan bola akan menjadi magnet bagi warga masyarakat,” katanya.
Bahkan, hal tersebut juga akan menghidupkan ekonomi desa. Di antaranya UMKM di sekitar lapangan bola bisa hidup. Sebab, banyak orang yang akhirnya membeli dagangan mereka.
Ribuan orang dari unsur pemerintah, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan memadati Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Minggu…
Uji coba perlindungan sosial (perlinsos) digital, Perlinsos Digital di Surabaya menjadi bagian dari cetak biru…
Proses penyelamatan penumpang kapal KM Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan Sumenep, Laut Jawa,…
Memahami realitas sosial tidak selalu harus dimulai dari penelitian lapangan. Bagi Rusydan Hadid, karya sastra…
Persebaya Surabaya menutup perjalanan fase Grup B Piala Presiden 2026 dengan catatan sempurna. Bajol Ijo…
Bupati Sidoarjo Subandi menindak tegas tempat penjualan minuman keras (miras) yang menyalahi ketentuan. Jumat (31/7/2026)…
This website uses cookies.