Categories: Sidoarjo

Jaga Tradisi Sejak Jadi Kades, Bupati Sidoarjo Subandi Berangkatkan 610 Peziarah Wali Limo

SIDOARJO – Deru mesin 12 bus pariwisata memecah keheningan pagi di Desa Pabean, Kecamatan Sedati, Minggu (25/1). Sebanyak 610 warga setempat tampak sumringah. Mengenakan pakaian muslim seragam, mereka bersiap melakukan rihlah religi, Ziarah Wali Limo.

Kegiatan ini bukan sekadar wisata religi biasa bagi Bupati Sidoarjo, Subandi. Baginya, memberangkatkan warga berziarah adalah janji hati yang terus dijaga. Menariknya, tradisi ini tetap langgeng meski garis tangan telah membawanya dari kursi Kepala Desa Pabean hingga kini menjadi orang nomor satu di Kota Delta.

“Ini adalah tradisi rutin yang digelar keluarga besar kami setiap tahun. Konsisten kami lakukan sejak saya masih menjabat Kades sampai sekarang diberi amanah menjadi Bupati,” ujar Subandi di sela prosesi pemberangkatan.

Bupati Subandi menyalami warga yang akan melaksanakan Ziarah Wali Limo. (Foto: Istimewa)

Bagi Subandi, rutinitas ini adalah cara terbaik untuk “napak tilas” sekaligus meneladani perjuangan para kekasih Allah dalam menyebarkan syiar Islam di tanah Jawa. Rombongan besar ini dijadwalkan mengunjungi lima titik sakral, mulai dari makam Sunan Ampel di Surabaya, Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim), Sunan Giri, Sunan Drajat di Lamongan, hingga Sunan Bonang di Tuban.

Lebih dari sekadar doa di pusara, Bupati yang dikenal dekat dengan warga ini berharap momentum perjalanan ini menjadi lem perekat kerukunan antarwarga. Menurutnya, di dalam bus dan di sela-sela ziarah, interaksi antarwarga akan terbangun lebih hangat.

“Harapan saya, warga Pabean dan Sidoarjo pada umumnya tetap guyub, kompak, dan rukun. Kalau masyarakatnya rukun, membangun daerah pun jadi lebih mudah. Semoga semua diberikan kesehatan dan keselamatan selama perjalanan,” imbuh pria yang gemar turun ke bawah (turba) ini.

Suasana haru dan gembira menyelimuti pemberangkatan tersebut. Doa bersama dipanjatkan sebelum iring-iringan 12 bus itu perlahan meninggalkan lokasi, membawa ratusan peziarah menuju perjalanan spiritual di sepanjang pesisir utara Jawa Timur. (*)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Makam Tengah sebagai Titik Sentral (3)

Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…

1 hour ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (12): Kereta Cepat “Whoosh” yang Menyambung Dua Kota Suci

Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…

2 hours ago

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…

21 hours ago

Temukan Tempat Hiburan Nekat Buka selama Ramadan, Satpol PP Surabaya Beri Sanksi

Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…

23 hours ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (11): Berlebaran di Tanah Haram

Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…

1 day ago

Mobil Innova Zenix Ditumpangi Dua Lansia Terguling Tabrak Tiang Lampu dan Pohon

Sebuah mobil Toyota Innova Zenix mengalami kecelakaan tunggal setelah menabrak tiang lampu penerangan jalan dan…

1 day ago

This website uses cookies.