Categories: Sidoarjo

Takmir Masjid Se-Sidoarjo Rapatkan Barisan Kelola Ekonomi Umat

METROTODAY SIDOARJO – Wajah masjid di era modern harus bertransformasi. Tidak lagi hanya menjadi tempat untuk beribadah, masjid kini didorong menjadi episentrum kesejahteraan umat.

Semangat itulah yang menyeruak dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Manajemen Masjid yang digelar Lembaga Takmir Masjid (LTM) MWC NU Sidoarjo Kota di Masjid Agung Sidoarjo, Minggu (11/1) lalu.

Ratusan pengurus takmir dari berbagai kecamatan di Kota Udang ini berkumpul untuk membedah ulang cara mengelola masjid agar manfaatnya bisa dirasakan para jamaah.

Rais MWC NU Sidoarjo, KH M. Nasikhin SAg, memberikan pesan agar pengurus masjid tidak boleh gagap teknologi dan tertinggal zaman. “Pengurus takmir dituntut mengikuti perkembangan zaman dengan meningkatkan keilmuan manajemen masjid,” tegas Kiai Nasikhin.

Didampingi Ketua LTM MWC NU Sidoarjo, Abdul Basir SAg, Kiai Nasikhin menekankan bahwa masjid harus memiliki visi dan misi yang jelas. Program-program yang disusun harus terarah, namun tetap berdiri kokoh di atas fondasi amaliyah ahlul sunnah wal jamaah annahdliyah.

Materi menarik disampaikan oleh Dr. KH Sholeh Qosim MSi. Ia melontarkan konsep Masjid yang Mengayomi. Baginya, keberhasilan seorang takmir bukan dilihat dari megahnya kubah, melainkan dari seberapa peduli mereka terhadap tetangga di sekelilingnya.

“Takmir harus punya empati. Dalam radius 50 hingga 100 meter, warga harus merasa terayomi dengan keberadaan masjid,” ulas Kiai Sholeh.

Ia memaparkan, pengurus takmir idealnya adalah sosok yang karismatik dan bisa menjadi rujukan masalah fikih sekaligus teladan dalam bermasyarakat. Namun, lebih dari itu, takmir juga harus pintar dagang dalam arti positif untuk kemaslahatan umat.

Masjid yang mandiri secara finansial bukan lagi mimpi. Kiai Sholeh mencontohkan beberapa masjid yang sudah berhasil mengoptimalkan asetnya. Ada yang menyulap lahan kosong menjadi deretan ruko atau stan UMKM bagi jamaah. Bahkan, ada inovasi yang lebih jauh yakni memproduksi air mineral kemasan.

Melalui rakor ini, LTM MWC NU Sidoarjo ingin mengubah pola pikir bahwa kas masjid tidak boleh hanya diam di rekening bank, melainkan harus diputar secara produktif untuk mensejahterakan umat agar aman dunia dan selamat akhirat. (MT)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…

19 hours ago

Temukan Tempat Hiburan Nekat Buka selama Ramadan, Satpol PP Surabaya Beri Sanksi

Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…

21 hours ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (11): Berlebaran di Tanah Haram

Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…

22 hours ago

Mobil Innova Zenix Ditumpangi Dua Lansia Terguling Tabrak Tiang Lampu dan Pohon

Sebuah mobil Toyota Innova Zenix mengalami kecelakaan tunggal setelah menabrak tiang lampu penerangan jalan dan…

22 hours ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Ziarah dengan Paket Lengkap (2)

Cukup mudah menjangkau Desa Tambaksumur, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Di tengah ruas Jalan Tol Waru—Juanda,…

23 hours ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Jejak Ulama Sepuh, Tokoh Sakti, dan Wali Karismatik (1)

”Kelak, Tambaksumur akan jadi ramai seperti Ampel. Orang akan datang ke sini dulu sebelum ke…

2 days ago

This website uses cookies.