Categories: Sidoarjo

Waspada! Angin Duduk Bukan Masuk Angin Biasa, Bisa Sebabkan Kematian Mendadak

METROTODAY, SIDOARJO – Istilah “angin duduk” sering kali menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Banyak yang menganggap kondisi ini hanya penyakit ringan seperti masuk angin, padahal faktanya bisa sangat berbahaya.

Menurut dr. Rizal Fadli, dikutip dari laman Halodoc, angin duduk bukan sekadar keluhan biasa, melainkan gejala dari penyakit jantung koroner yang bisa menyebabkan kematian mendadak bila tidak segera ditangani.

Apa Itu Angin Duduk?

Angin duduk atau dalam istilah medis dikenal sebagai angina pectoris, merupakan kondisi ketika otot jantung tidak mendapatkan pasokan darah dan oksigen yang cukup. Hal ini biasanya disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner yang mengalirkan darah ke jantung.

Menurut dr. Rizal Fadli, kekurangan pasokan oksigen ini membuat otot jantung bekerja lebih keras dan menimbulkan nyeri dada yang terasa menekan, seperti diremas, atau terbakar. Gejala inilah yang sering disalahartikan sebagai “masuk angin yang parah”, padahal berbeda sama sekali.

Angin duduk umumnya muncul setelah seseorang melakukan aktivitas fisik berat, mengalami stres emosional, atau makan dalam porsi besar. Rasa nyeri bisa menjalar ke bahu, leher, punggung, hingga rahang, dan sering kali diiringi dengan keringat dingin, sesak napas, mual, atau pusing.

Yang membuatnya berbahaya adalah, gejalanya bisa muncul mendadak dan berlangsung singkat, sehingga banyak orang menyepelekannya dan terlambat mendapatkan pertolongan.

Angin Duduk Bisa Sebabkan Kematian Mendadak?

Faktanya, iya. dr. Rizal Fadli menjelaskan bahwa angin duduk bukan penyakit ringan dan dapat berujung pada kematian mendadak jika tidak segera ditangani dengan tepat. Hal ini terjadi karena angin duduk sering kali menjadi tanda awal dari penyakit jantung koroner atau bahkan serangan jantung.

Ketika pembuluh darah jantung tersumbat total, maka aliran darah ke otot jantung berhenti sepenuhnya. Dalam kondisi tersebut, bagian jantung yang kekurangan oksigen akan mulai mati dalam hitungan menit.

Itulah sebabnya pasien dengan gejala angin duduk harus segera dibawa ke rumah sakit, bukan diurut atau diberi obat masuk angin seperti yang sering dilakukan masyarakat.

“Angin duduk dapat menyebabkan kematian mendadak jika disalahartikan dan tidak ditangani segera oleh tenaga medis,” jelas dr. Rizal Fadli dikutip dari Halodoc.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa orang dengan riwayat tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, obesitas, dan perokok aktif memiliki risiko lebih besar terkena angin duduk. Gaya hidup tidak sehat, stres, serta kurang olahraga juga menjadi faktor pemicu yang harus diwaspadai.

Cara Mencegah Angin Duduk

Pencegahan terbaik adalah menjaga kesehatan jantung melalui pola hidup sehat. dr. Rizal Fadli menyarankan untuk rutin berolahraga minimal 30 menit setiap hari, menghindari makanan tinggi lemak dan kolesterol, serta memperbanyak konsumsi sayur dan buah. Hindari merokok dan batasi konsumsi alkohol.

Bagi yang memiliki penyakit jantung atau faktor risiko tinggi, pemeriksaan rutin ke dokter sangat disarankan. Pemeriksaan seperti elektrokardiogram (EKG), tes darah, atau angiografi koroner dapat membantu mendeteksi gangguan jantung sejak dini.

Jika muncul gejala nyeri dada yang mencurigakan, jangan tunda mencari pertolongan. “Sebaiknya segera periksa ke IGD agar bisa diketahui penyebab pastinya dan mendapatkan penanganan medis sesegera mungkin,” tambah dr. Rizal Fadli. (elfira/red)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Modus Jual Sembako Murah, Puluhan Ibu Rumah Tangga di Surabaya Tertipu Hingga Setengah Miliar Rupiah

Puluhan ibu rumah tangga (emak-emak) di Surabaya menjadi korban dugaan penipuan jual beli sembako fiktif.…

31 minutes ago

Jurnalis Surabaya dan Sidoarjo Belajar AI Bareng iSTTS

Puluhan jurnalis Surabaya dan Sidoarjo mengikuti Bootcamp Artificial Intelligence for Journalist di iSTTS. Belajar pemanfaatan…

2 hours ago

Doa Bersama 1.000 Anak Yatim untuk Sidoarjo yang Lebih Baik di Hari Jadi Ke-167

Pendopo Delta Wibawa terasa berbeda pada Minggu (1/2/2026) pagi. Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-167…

2 hours ago

Persiapan Asrama Haji Surabaya Capai 89 Persen Sambut Jemaah Haji, Fokus Perbaiki Ratusan Kamar yang Rusak

Jelang penyelenggaraan haji 2026, persiapan untuk transit jemaah di Asrama Haji Surabaya terus dilakukan. Dengan…

2 hours ago

Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Surabaya, Pohon dan Reklame Tumbang

Cuaca ekstrem melanda Kota Surabaya sejak siang hingga malam hari ini, Selasa (3/2). Hujan deras…

3 hours ago

Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Ruas Jalan di Perkampungan dan Jalan Raya di Surabaya Terendam Banjir

Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Surabaya sejak Selasa (3/2) sore hingga malam…

4 hours ago

This website uses cookies.