Categories: Sidoarjo

Update Korban Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, 54 Santri Tewas, 10 Masih Tertimbun

METROTODAY, SIDOARJO – Tim SAR gabungan yang dipimpin Badan SAR Nasional (Basarnas) terus berupaya mengevakuasi korban reruntuhan bangunan musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.

Hingga Senin (6/10) dini hari, jumlah korban meninggal dunia yang berhasil ditemukan tercatat sebanyak 54 jiwa. Jumlah tersebut didapatkan setelah ditemukannya satu jenazah lagi pada Senin (6/10) pukul 03.34 WIB.

“Update terakhir pukul 03.34 WIB (Senin), kami menemukan satu jenazah lagi sehingga total menjadi 54. Jumlah ini sudah termasuk lima body parts (potongan tubuh),” terang Direktur Operasi Basarnas, Yudhi Bramantyo, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (6/10), seperti dikutip Antara.

Dengan demikian, dari total 158 orang yang terdampak bencana, 104 orang dinyatakan selamat dan 54 orang meninggal dunia. Jumlah jenazah utuh yang telah dievakuasi mencapai 49 orang, ditambah lima potongan tubuh.

Yudhi menjelaskan, proses pencarian yang telah memasuki hari kedelapan, Senin (29/9), masih difokuskan di sisi selatan bangunan yang roboh. Di area ini, tim SAR meyakini masih ada korban yang terjepit.

Yudhi mengungkapkan, berdasarkan hasil pemetaan, setidaknya ada empat korban yang posisinya sudah teridentifikasi. Yakni tiga di bagian depan dan satu di bagian belakang bangunan sisi selatan.

Selain fokus di selatan, pembersihan puing juga dilakukan di sisi utara pada bagian yang tidak terintegrasi dengan struktur utama bangunan.

Basarnas memastikan operasi pencarian ini berjalan aman melalui koordinasi dengan unsur TNI, Polri, dan tim teknis, mengingat sebagian struktur bangunan masih berisiko ambruk kembali. Ratusan personel gabungan dilibatkan dalam operasi ini dan dilaksanakan 24 jam penuh dengan sistem pola bergantian.

Terkait temuan lima potongan tubuh, Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, menyatakan bahwa pihaknya belum bisa memastikan apakah potongan-potongan tersebut saling berhubungan satu sama lain, termasuk dengan body part yang ditemukan pada Sabtu (4/10) sebelumnya.

“Kita tidak tahu apakah nanti itu berhubungan atau tidak dari body part yang pertama sama body part yang kedua, tapi tentunya itu kita tetap anggap masing-masing satu,” kata Nanang.

Nanang menambahkan bahwa identifikasi lebih lanjut mengenai bagian tubuh mana saja yang ditemukan akan dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur.

Saat ini, diperkirakan setidaknya 10 orang masih tertimbun di bawah reruntuhan. Angka ini masih bisa berubah, mengingat status potongan tubuh yang dievakuasi belum teridentifikasi hubungannya.

Musala di asrama putra Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, ambruk pada Senin (29/9) sore. Gedung tiga lantai tersebut ambruk saat ratusan santri sedang melaksanakan salat Ashar berjemaah di bangunan yang masih dalam tahap pembangunan. (mt/red)

Jay Wijayanto

Recent Posts

WFH Sehari dalam Sepekan Jadi Strategi Hemat Energi, Konsumsi BBM Turun 20 Persen

Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat…

1 hour ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Makam Tengah sebagai Titik Sentral (3)

Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…

4 hours ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (12): Kereta Cepat “Whoosh” yang Menyambung Dua Kota Suci

Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…

5 hours ago

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…

24 hours ago

Temukan Tempat Hiburan Nekat Buka selama Ramadan, Satpol PP Surabaya Beri Sanksi

Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…

1 day ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (11): Berlebaran di Tanah Haram

Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…

1 day ago

This website uses cookies.