Categories: Sidoarjo

400 Personel SAR Gabungan Evakuasi Korban Bangunan Ambruk di Ponpes Al-Khoziny 24 Jam Nonstop

METROTODAY, SIDOARJO – Proses evakuasi korban ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, memasuki hari kelima. Hingga Jumat (3/9/2025) petang, ada delapan jenazah santri yang dievakuasi dari balik reruntuhan. Dengan demikian, jumlah korban meninggal sebanyak 13 orang.

Jenazah korban meninggal lantas dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi.

Upaya pencarian dan pertolongan terus dilakukan secara terpadu oleh tim SAR (search and rescue) gabungan. Lebih dari 400 personel dari Basarnas, TNI-Polri, BPBD, pemadam kebakaran, Dinsos Tagana, Dinas PU dan SDA, serta relawan bahu-membahu. Mereka bekerja selama 24 jam bergantian.

”Lebih dari 400 personel tim SAR gabungan bekerja siang dan malam selama 24 jam,” terang Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto dalam keterangannya.

Proses pencarian difokuskan pada evakuasi dan pembersihan menggunakan alat berat. Hal itu setelah hasil pemeriksaan tim SAR menunjukkan sudah tidak ada lagi respons dari korban.

Tim sebelumnya melaksanakan re-assessment dengan metode fisik, pemanggilan suara korban, hingga penggunaan peralatan khusus seperti Search Cam Flexible OlympusXaver 400 Wall Scannerdan Multi Search Leader.

Proses di lapangan dilakukan dengan penuh perhitungan agar tidak menimbulkan risiko tambahan bagi proses evakuasi jenazah. Sejalan dengan itu, BNPB bersama tim juga melakukan kaji cepat di lokasi kejadian dan mendata kebutuhan dasar para korban serta keluarga yang terdampak.

Suharyanto menyampaikan bahwa kemungkinan ditemukannya korban meninggal masih ada seiring dengan upaya pencarian yang terus dimaksimalkan. Perkembangan hasil penemuan oleh tim SAR gabungan akan dihimpun dan disampaikan melalui posko BNPB secara berkala tiga kali sehari, yakni pada pukul 06.00, 12.00, dan 18.00 WIB.

”Potensi penemuan jenazah akan ada lagi. Nanti akan kita sampaikan ke depannya,” ujarnya dilansir dari laman bnpb.go.id.

BNPB memberikan dukungan penuh terhadap operasi ini, termasuk pengiriman peralatan evakuasi berupa 200 kantong jenazah, 200 pasang sarung tangan, 4.000 masker, 250 set APD dan dukungan lainnya sesuai kebutuhan lapangan. Dukungan alat berat dan kendaraan operasional SAR lainnya turut dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan, antara lain tiga unit crane, satu unit excavator breaker, 30 unit dump truck, empat set alat pemotong beton dan 30 unit ambulans. (red)

 

Naufal

Recent Posts

Modus Jual Sembako Murah, Puluhan Ibu Rumah Tangga di Surabaya Tertipu Hingga Setengah Miliar Rupiah

Puluhan ibu rumah tangga (emak-emak) di Surabaya menjadi korban dugaan penipuan jual beli sembako fiktif.…

31 minutes ago

Jurnalis Surabaya dan Sidoarjo Belajar AI Bareng iSTTS

Puluhan jurnalis Surabaya dan Sidoarjo mengikuti Bootcamp Artificial Intelligence for Journalist di iSTTS. Belajar pemanfaatan…

2 hours ago

Doa Bersama 1.000 Anak Yatim untuk Sidoarjo yang Lebih Baik di Hari Jadi Ke-167

Pendopo Delta Wibawa terasa berbeda pada Minggu (1/2/2026) pagi. Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-167…

2 hours ago

Persiapan Asrama Haji Surabaya Capai 89 Persen Sambut Jemaah Haji, Fokus Perbaiki Ratusan Kamar yang Rusak

Jelang penyelenggaraan haji 2026, persiapan untuk transit jemaah di Asrama Haji Surabaya terus dilakukan. Dengan…

2 hours ago

Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Surabaya, Pohon dan Reklame Tumbang

Cuaca ekstrem melanda Kota Surabaya sejak siang hingga malam hari ini, Selasa (3/2). Hujan deras…

3 hours ago

Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Ruas Jalan di Perkampungan dan Jalan Raya di Surabaya Terendam Banjir

Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Surabaya sejak Selasa (3/2) sore hingga malam…

4 hours ago

This website uses cookies.